Erabaru.net. Terkadang kita akan kehilangan dompet tanpa disadari, entah itu jatuh atau benar-benar lupa membawa uang. Begitu juga dengan pak Zhang. Dia tidak hanya kehilangan dompet, ponselnya juga raib entah kemana

Saat rindu pada anaknya, pak Zhang secara diam-diam pergi ke kota, ingin memberi kejutan pada putranya, namun, saat tiba di stasiun, dia lupa alamat tempat tinggal putranya.

Ilustrasi. (Internet)

Lalu dia ke kantor anaknya yang diketahuinya bekerja di sebuah gedung pencakar langit, tapi dia juga lupa di mana persisnya. Ada begitu banyak bangunan tinggi di kota ini, mau kemana dia harus mencarinya.

Menjelang siang, perut pak Zhang mulai terasa lapar, karena terburu-buru saat berangkat pagi tadi. Sekarang dia benar-benar merasa sangat lapar.

Pak Zhang melihat sebuah restoran prasmanan di seberang jalan. Tampak terlihat banyak orang sedang mengambil menu yang berjejeran di atas meja, pak Zhang mengambil banyak makanan dan makan dengan lahap.

Ilustrasi. (Internet)

Dalam hati pak Zhang berpikir, makan dulu di sini, nanti baru pinjam telepon dan menyuruh putranya ke resto tempatnya makan.

Tapi acapkali yang kita pikrkan selalu bertolak belakang dengan kenyataan. Setelah menghabiskan makanya, pak sang merasa gelisah, memikirkan untuk membayarnya, manajer restoran telah memperhatikan gerak-geriknya.

Ilustrasi. (Internet)

Manajer itu menghampiri pak Zang tanpa bertanya, langsung menegurnya, : “Dasar tua bangka tak tahu diri, mau makan gratis ya!”

“Maaf, maaf, dompet saya hilang. Bisa pinjam sebentar teleponnya, saya mau menelepon anak saya dan memintanya untuk membayarnya,” kata pak Zhang

“Terus saja berbohong, kenapa gak sekalian jadi pengarang saja ?” Cibir manajer

“Ini hanya salah paham, percayalah, pinjam sebentar teleponnya.” kata kakek mencoba memohon.

Namun, sang manajer justru semakin kesal.

“Alasan saja, saya sudah bosan melihat penipu tua bangka seperti kau! Jangan harap bisa pergi dari sini kalau belum membayar,” katanya sambil mengancaman.

Pak Zhang tiba-tiba bangkit, dan bermaksud kabur saat manajer lengah, namun, manajer muda itu ternyata sangat gesit, dia langsung menangkap pak Zhang dan menekannya hingga bersujud di hadapannya.

Ilustrasi.(Internet)

“Mau kabur ! Ayo berlutut di sini dan minta maaf!”Hardik manajer.

“Maaf pak, maaf, maaf, Anda tidak mau meminjam telepon, saya juga tidak bisa apa-apa, jadi terpaksa lari!” kata kakek Zhang beralasan.

Manajer itu sudah berlebihan tampaknya, “Makanan ini gratis kalau kau berlutut di sini sampai besok pagi!” kata manajer itu.

Kakek Zhang yang merasa tertekan tiba-tiba menangis dan berteriak: “Kau sudah keterlaluan!”

Saat itu, manajer baru sadar pak Zhang masih mengenakan masker. Lalu manajer itu mencoba untuk membuka masket yang dikenakan pak Zhang untuk mengambil foto dengan hanphonenya.

Tapi siapa sangka, manajer itu terkejut saat melepas masker pak Zhang dan melihat siapa sosok pria yang ada di hadapannya.

Manajer melihat pak Zhang persis seperti bosnya, tetapi ia yakin pak tua di hadapannya itu jelas bukan bosnya.

Kebetulan pada saat itu, bosnya lewat dan melihat restonya sangat ramai, kemudian masuk ke dalam dan melihat pak Zhang, ayahnya berlutut di lantai, lalu bergegas memapah ayahnya berdiri.

“Yah, kenapa berlutut di sini ?”

Pak Zhang menceritakan apa yang terjadi, dan tiba-tiba saja putranya langsung menampar muka manajer sambil berkata : “Berani sekali kau memperlakukan ayahku seperti ini, kau dipecat, dan angkat kaki dari sini!”

“Itu bukan kesalahan saya. Saya rasa wajar memintanya untuk membayar makanannya. Apalagi, itu adalah tugas saya, bukan!” Kata manajer beralasan.

“Memang itu tugas dan tanggung jawab Anda, tetapi sikap Anda salah dengan menghina seseorang, lagipula tindakan Anda itu sudah berlebihan terhadap orang tua, apalagi dia adalah orangtuaku! Kita seharusnya selalu menghormati setiap orang, siapa pun orang itu !”Kata bosnya mulai melunak.

Ilustrasi. (Internet)

Tak disangka pria tua itu adalah ayah pemilik restoran itu. Putra pak Zhang selalu meminta ayahnya untuk tinggal di kota bersamanya untuk menikmati masa tua, tetapi karena sudah terbiasa dengan suasana desa, pak Zhang selalu menolak permintaan anaknya.

Namun, sang manajer tidak puas dipecat begiu saja oleh bosnya, dia merasa tidak salah dengan tindakannya. Menurutmu apakah manajer itu melakukan sesuatu yang salah?(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular