Erabaru.net. Tim penyelam TNI Angkatan Laut yang diterjunkan sejak Selasa (8/1/2019) lalu, berhasil menemukan rekaman suara atau Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP JT 610 Senin (14/01/2019).

Melansir berita Dinas Penerangan Angkatan Laut, CVR ditemukan dengan posisi di bawah kedalaman 30 meter ditambah 8 meter di bawah laut yang tertutup lumpur di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada I dengan berbagai rintangan arus dan lumpur akhirnya berhasil mengangkat CVR yang merupakan salah satu bagian dari kotak hitam (black box) yang diperlukan untuk menyelidiki percakapan antara pilot, kopilot, dan pihak pemandu lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC).

Serda TTG Satria Margono adalah salah satu anggota penyelam TNI AL yang pertama kali menemukan CVR tersebut

Dalam misi pencarian itu, TNI AL mengerahkan KRI Spica-934 dengan Komandan Letkol Laut (P) Hengky Iriawan. Di mana Kapal canggih dibawah pembinaan Pushidrosal ini juga membawa 55 orang ABK, 9 orang personel Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), 18 penyelam TNI AL, serta Scientist sebanyak 6 orang.

Berita Dinas Penerangan Angkatan Laut menyebutkan, selama pencarian di lokasi selebar 5 x 5 meter di titik diperkirakan keberadaan CVR, yang jaraknya 50 meter di lokasi diketemukannya menemukan Flight Data Recorder (FDR).

Selanjutnya TNI AL yang diwakili oleh Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro menyerahkan secara simbolis CVR kepada Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.

Sementara itu, pihak Lion Air  menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada tim penyelam TNI Angkatan Laut, Komite Nasiional Keselamatan Transportasi (KNKT) beserta pihak terkait lainnya yang telah melakukan pencarian dan menemukan salah satu kotak hitam (black box) yaitu alat perekam suara di ruang kemudi pilot (Cockpit Voice Recorder/ CVR) berkaitan dengan penerbangan JT-610.

 Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan Lion Air juga menerima konfirmasi dengan ditemukan berupa benda lainnya yang diduga adalah bagian dari jenazah (body part).

 “Lion Air secara resmi telah menyerahkan CVR kepada KNKT dan benda yang diduga body part kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri guna proses lebih lanjut, yang akan dilakukan sesuai prosedur,” ujarnya dalam siaran pers tertulis. (asr)

Share

Video Popular