Erabaru.net. Meskipun tidak ada perbedaan profesi rendahan atau mulia, penampilan yang menarik secara fisik juga tidak berarti bahwa itu adalah sosok orang yang baik. Namun, jujur saja, ketika Anda memilih pasangan, akankah Anda menilai dari tampang dan pekerjaannya?

Seorang netizen melampiaskan keluhannya di jejaring sosial facebook –Taiwan. Dia mengungkapkan bahwa sudah 10 kali dia kencan buta (kencan dengan orang yang tidak pernah kita temui), tetapi setiap kali selalu berakhir dengan kegagalan, alasannya terkait dengan profesinya.

Dia seorang sopir truk trailer, dan para wanita menjadi antipati setelah mendengar profesinya, sehingga membuatnya galau dan fustrasi.

Ilustrasi. (Foto:Pixabay)

Netizen itu menulis dalam postingannya: “Bagi teman-teman yang ditolak cintanya karena profesi/pekerjaan, mari kita diskusikan sebentar seberapa tinggi peluang teman-teman ditolak wanita hanya karena pekerjaannya?

“Baiklah saya mulai dari pengalaman saya dulu: ‘Saya seorang sopir, pernah 10 kali kencan buta, tapi 10 kali juga kandas di tengah jalan, semuanya memandang rendah profesi saya sebagai sopir truk, mau cari satu saja pasangan hidup yang bersedia menerima profesiku ini sulitnya bukan main.”

Netizen lain bertanya kepada sang sopir itu mengenai pekerjaan si wanita teman kencan butanya, dan dia mengatakan bahwa mereka rata-rata adalah pekerja kantor.

Selain itu, sang sopir juga memosting fotonya. “Tampang asli saya apakah mengecewakan ?”Tanyanya penasaran.

Ilustrasi. (Foto:Pixabay)

Dan tak disangka, netizen yang melihat fotonya itu sedikit terkejut. Rata-rata mengatakan bahwa sopir muda itu lumayan ganteng dan bisa dikata sebagai pria macho.

Seorang netizen perempuan bahkan menulis: “Saya rasa kamu lumayan ganteng, sayangnya, saya telah menikah, kalau tidak saya juga mau mendaftar.”

Beberapa netizen berspekulasi bahwa mungkin masalah kepribadian, tetapi sopir itu mengatakan bahwa sosoknya familiar, apa adanya dan easy going. Dia menekankan bahwa cewek yang menolaknya itu memang benar-benar tidak suka dengan profesinya.

Kemudian, dia memosting sebuah foto truk logistik dari perusahaannya. Ternyata dia membawa truk full-board (umumnya di Taiwan dikenal sebagai truk 1 +1). Dibandingkan dengan pekerja kerah putih pada umumnya, sopir truk jenis ini penghasilannya benar-benar jauh lebih tinggi!

(Foto: Jejaring sosial – Taiwan

Netizens meninggalkan pesan untuk mendukungnya: “Apa sih yang dipersoalkan? Memangnya ada profesi rendahan dan mulia?”

“Siapa juga tahu amplop gajinya tebal kalau membawa trailer 1+1 Eropa.”

“Tidak semua sopir berani membawa trailer seperti itu, butuh ketrampilan khusus.”

“Memangnya kamu gak bilang sama tuh perempuan, sopir trailer 1+1 itu gajinya 5 kali lebih besar dari gaji standar 22.000 NTD (sekitar Rp 10.3 juta x 5, jadi 51.5 juta per bulan). Gaji tahunan +tunjangan kurang lebih 500 juta rupiah tinggal dikipas-kipas.” Demikian tulis netizen.

Ilustrasi.(Foto: Adobe Stock)

Selain itu, beberapa netizen berpikir bahwa masalahnya mungkin bukan pada profesinya.

“Kalau aku sih, mungkin karena takut dengan risiko kendaraan sebesar itu, jantungku tidak kuat dengan kabar mengerikan seperti itu, aku tidak ingin waktu kebersamaan yang sudah sangat jarang itu tiba-tiba mendapat telepon dari rumah sakit.” Tulis netizen

Ilustrasi. (Foto: Adobe Stock)

Sementara itu, beberapa netizens memberi semangat padanya:

“Sebaiknya carilah wanita yang cocok, sekarang banyak gadis-gadis yang mengendarai mobil besar, dan lumayan cantik juga.”

“Waktu kerja yang panjang ini cocok untukku, aku tidak suka pacarku terlalu cepat pulang kantor.”

“Suamiku juga seorang sopir mobil logistik, dan aku tidak berpikir itu pekerjaan rendahan, bahkan terkadang aku merasa tak tega melihatnya kerja keras seperti itu. Profesi itu memang sangat melelahkan, tapi aku bangga padanya.” Tulis para netizen.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular