Erabaru.net. Banyak orang punya sahabat pena. Di masa lalu, orang-orang yang yang terpisah sejauh ribuan mil menjalin persahabatan yang mendalam dengan berkirim surat. Setelah munculnya internet, persahabatan secara lisan pun makin universal.

Banyak orang tentu saja senang memiliki seorang sahabat pena yang tulus, dan bagi sebagian orang, ini jauh lebih berarti.

Sejak usia 13 tahun, Stephanie yang tinggal di Illinois, Amerika Serikat, ini ingin sekali mencari seorang sahabat dari luar negeri. Setelah beberapa kali pencarian, ia berkenalan dengan seorang bocah asal Norwegia yang berusia 15 tahun, Petter Grønlien.

Pada awalnya, teman Stephanie yang menulis surat kepada Petter. Namun, setelah persahabatan kedua gadis itu berakhir, Stephanie mulai menulis kepada Peter.

Meskipun keduanya terpisah ribuan mil, tapi jalinan persahabatan mereka jauh lebih permanen daripada sahabat pena pada umumnya.

“Kami saling berbagi beberapa topik konyol anak-anak muda, drama dan teman di sekolah, atau membicaraka tentang orangtuaku yang kolot dan sebagainya” kata Stephanie

Stephanie semasa remaja. (Foto: video screenshot)

Bertahun-tahun kemudian, mereka tetap saling berkirim surat dan tak pernah berhenti meski saat pacaran di dua tempat yang jauh terpisah.

Tapi, komunikasi mereka tak pernah dilengkapi foto atau video. Dari sini jelas bisa diketahui arti persahabatan di hati mereka.

Menjelang usia 30 tahun, hubungan mereka hanyalah platonis sampai …

Suatu hari, Stephanie memberi tahu teman Eropa-nya itu bahwa dia akan segera menikah dengan pacarnya.

Kemudian, Petter melamar Stephanie dengan caranya sendiri.

“Dia meneleponku dan berkata, :‘ Stephanie, sebelum menikah dengannya, kamu harus datang (Norwegia) untuk menikah denganku.” Cerita Stephanie kepada Daily Mail sambil mengenang masa itu,

Namun, gadis Amerika itu tidak mendengarkan nasihatnya, tetapi tetap merasa itu sangat menarik.

Namun, hal itu tidak memengaruhi persahabatan mereka, mereka terus berkomunikasi melaui surat sampai lebih dari 30 tahun, dan belum pernah saling bertemu!

Petter mengatakan bahwa mereka dapat mempertahankan persahabatan jangka panjang selama itu mungkin terkait dengan cara mereka berkomunikasi.

Petter semasa remaja. (Foto : video screenshot)

Sebenarnya, Petter pernah mengajak Stephanie menikah ketika keduanya berusia 20 tahunan.

Padahal, saat itu Petter telah memiliki pacar. Sedangkan, Stephanie akan segera menikah dengan kekasihnya. Tapi, kisah cinta mereka tak pernah terjalin. Keduanya punya kehidupan masing-masing, bahkan Stephanie telah menikah dan punya anak.

“Setelah komunikasi dengan cara konvensional – itu berarti setiap lima atau enam minggu, pasti ada sepucuk surat dalam kotak surat, kami telah membangun kepercayaan yang baik,” kata Petter.

Dia menggambarkan komunikasi mereka sebagai “buku harian hidup”, dan kehidupan mereka terajut dengan cara demikian. Tidak heran persahabatan mereka bisa bertahan selamanya.

Seiring dengan bertambahnya usia, Stephanie dan Petter menyadari satu hal: Status mereka lajang, dan masing mengenal dengan baik sosok masing-masing. Jadi, setelah 32 tahun saling berkirim surat, ini, mereka memutuskan untuk bertemu!

“Kami merasa sangat gugup,” kata Petter.

Pada Maret 2018 lalu, Stephanie terbang ke Norwegia untuk bertemu dengan sahabat pena setianya. Pertemuan pertama mereka berjalan sangat lancar.

“Kami tidak merasa canggung ketika kami bertemu untuk pertama kalinya, rasanya seperti pulang ke rumah, sama seperti kita selalu bersama,”kata Stephanie.

(Foto :Video screenshot)

Stephanie mengatakan bahwa perkembangan hubungan mereka seperti tiupan badai setelah kurang lebih dua minggu berada di Norwegia, dan sebenarnya kedua sahabat pena ini telah jatuh dalam cinta yang bergelora.

Tampaknya Stephanie harus menerima lamaran teman prianya ini bertahun-tahun yang lalu.

“Aku tidak bisa membayangkannya saat itu,” katanya.

Surat yang ditulis Petter untuk Stephanie setelah pertemuan singkat selama dua minggu itu (Foto : Video screenshot)

Pasangan yang tidak sabar untuk saling bertemu lagi, dan putra Stephanie juga sangat berharap bertemu teman sahabat pena mamanya.

“Betapa pentingnya hal ini bagi kami berdua, sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata,” kata Petter.

Jika persahabatan mereka dapat bertahan begitu lama, tidak ada alasan untuk meragukan bahwa mereka akan menjadi belahan jiwa satu sama lain dalam perjalanan hidup mereka ke depannya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular