Erabaru.net. Jika Anda pernah membaca novel atau menyaksikan film Angel and Demons, atau Da Vinci Code, Anda pasti sudah tahu bahwa di film itu, diceritakan ada ruang penyimpanan arsip rahasia di Vatikan, yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu. Tahukah Anda, bahwa apa yang Anda baca atau saksikan dalam film-film tersebut, bukanlah karangan. Sesungguhnya memang nyata ada ruang penyimpanan arsip rahasia di Vatikan.

Mungkin Anda bertanya, apa yang tersimpan di ruang penyimpanan arsip rahasia disitu? Ada apa saja? Seberapa besar rahasia yang disimpan?

Banyak orang yang bertanya-tanya dan penasaran akan isi dari ruang penyimpanan rahasia tersebut. Informasi religius apa yang ada di sana, apa harta karun yang disembunyikan dari dunia, dan sebagainya.

Walaupun ada klaim yang menyatakan bahwa Paus mempunyai informasi tentang alien, iblis, malaikat dan semacamnya, namun sesungghunya, apa yang tersimpan di sana adalah benda-benda yang lebih realistis. Dan karena itu, membuatnya jadi semakin menarik, sekaligus semakin, dijaga ketat.

Archivum Secretum

Faktanya banyak orang yang salah mendefinisikan tempat penyimpanan arsip rahasia ini, itu terjadi karena ada kesalahan penterjemahan dari bahasa Latin. Nama yang sesunguhnya dari tempat penyimpanan asrip di Vatikan adalah Archivum Secretum Apostolicum Vaticanum . ‘Secretum’ dalam bahasa Latin tidak berarti ‘rahasia’ seperti yang diduga oleh banyak orang. Kata itu lebih tepat jika diterjemahkan sebagai ‘pribadi’. Arsip-arsip di sini kebanyakan terdiri atas surat pribadi dan catatan sejarah dari empat abad lampau.

Tempat penyimpanan arsip ini dibuat oleh Paus Paulus V. Paus sadar bahwa catatan sejarah adalah sangat penting, jadi segala dokumen penting harus disimpan dengan baik. Namun, seperti kebiasaan di abad 17, yaitu bahwa kata-kata antara Raja dengan seorang Paus, tidak boleh diketahui oleh masyarakat umum, karena itu ruang penyimpanan arsip ini, selalu dikunci.

Memasuki ruang arsip pribadi

Barulah pada tahun 1881, Paus Leo XIII mengijinkan beberapa peneliti untuk melihat beberapa arsip yang ada di sana. Namun juga bukan mudah untuk bisa masuk ke sana, dan prosedur untuk bisa masuk tidak berubah selama 200 tahun terakhir.

Pertamajurnalis, mahasiswa, atau sejarawan pemula mutlak tidak akan diberikan ijin, dia sudah harus dipastikan adalah seorang sarjana penuh dan cukup terpelajar, barulah diberi ijin, dan ijin ini harus diperbaharui setiap enam bulan sekali. Untuk memasuki ruang arsip, sarjana ini harus  masuk melalui  Porta Sant’Anna, melewati Penjaga Swiss, berjalan melewati Cortile del Belvedere, dan kemudian menunjukkan ijinnya.

Setelah diterima ijinnya, sarjana ini harus membuat permintaan secara spesifik, tentang dokumen mana yang ingin dilihat. Mereka hanya diijinkan melihat tiga dokumen dalam sehari. Jadi bukannya memilih isi dari suatu arsip, mereka justru harus memilih dari katalog, – yang ditulis tangan dalam bahasa Itali atau Latin –  arsip mana yang ingin dilihat. Melihat katalog ini juga cukup menantang karena di sana ada susunan rak buku sepanjang 80 km dengan beragam dokumen dari abad kedelapan.

Jika setelah beberapa waktu mereka menyadari bahwa apa yang mereka cari tidak ada di kumpulan arsip di bagian katalog yang sedang mereka susuri, mungkin mereka harus kembali lagi besok, ini menjadi tantangan tersendiri bagi para sarjana dan juga adalah sesuatu yang menakutkan bagi mereka yang sedang dikejar deadline, atau yang datang dari tempat jauh.

Komputer diijinkan untuk digunakan di sini, tapi tidak boleh ada pengambilan foto, jadi kebanyakan sarjana akan mengetik catatan di ruang baca.

Permata sejarah

Jika seseorang cukup beruntung bisa mendapat akses ke dalam Ruang Arsip Vatikan, dia akan bisa melihat permata sejarah, seperti:

  • Gulungan sepanjang 60 meter yang berisi catatan tentang Knights Templar, yang dimulai dari tahun 1307.
  • The Inter caetera , Bulla kepausan yang dikeluarkan oleh Paus  Alexander VI di tahun 1493, yang membagi dunia antara Spanyol dan Portugis.
  • Sebuah surat dari Michelangelo untuk Paus Julius II.
  • Bulla kepausan tahun 1521 dari Paus Leo X yang mengucilkan Martin Luther.
  • Petisi Raja Henry VIII yang dikirim kepada Paus Klemens untuk meminta pembatalan pernikahan raja dengan Catherine dari Aragon, yang juga berisi lebih dari 80 tanda tangan dan segel, para pendeta dan tuan tanah di Inggris (Paus menolaknya).
  • Sebuah surat untuk Paus Siktus V dari Ratu Skotandia, Maria, yang meminta supaya pihak gereja ikut campur, tidak lama sebelum dia di eksekusi.
  • Catatan yang berhubungan dengan hukuman untuk Galileo di tahun 1633.
  • Sebuah surat untuk Paus Innosensius X dari Ibu Suri kekaisaran Tiongkok Helena Wang.
  • Sebuah surat dari Paus Klemens XII untuk Dalai Lama Ketujuh yang meminta perlindungan untuk misionaris Franciscan di Tibet.
  • Surat, baik dari Abraham Lincoln dan juga Jefferson Davis (keduanya ditulis pada tahun 1863, dan keduanya bukan Katolik) dalam upaya untuk meminta Paus Pius IX, untuk ikut mendukung pihak Union ataupun pihak Confederacy (catatan: ada dua kubu yang terlibat perang sipil di Amerika, kubu Union dipimpin oleh Abraham Lincoln, dan kubu Confederacy dipimpin oleh Jefferson Davis).
Sebuah surat dari Raja Henry VIII untuk Anne Boleyn,disimpan diruang penyimpanan arsip Vatikan.

Paus Pius XII bersekutu dengan Nazi?

David Kertzer, seorang sejarawan dari Universitas Brown, bisa memeriksa dokumen di masa Paus Pius XI (1922 – 1939). Dia menyimpulkan bahwa Paus telah membuat perjanjian dengan Mussolini untuk melindungi kepentingan Gereja, dengan imbalan bahwa Paus akan diam mengenai masalah aniti-Semitisme (anti Yahudi) yang dilakukan oleh pemerintahan negara Jerman. Orang-orang sedang mendesak pihak Vatikan untuk membuka dokumen tentang Paus Pius XII (1939 – 1958), dengan tujuan supaya dunia tahu siapa saja yang terlibat dengan Nazi.

Beberapa mengatakan bahwa Paus mendukung Hitler,  beberapa mengatakan bahwa dia menentang Nazi, dan membantu menyembunyikan orang-orang Yahudi dan orang-orang lain yang menjadi sasaran Nazi.

Orang-orang berbicara, para sarjana berbicara, namun tetap, para ahli mengakui bahwa arsip-arsip di Vatikan disimpan oleh orang-orang yang mempunyai pengetahuan sejarah yang tinggi. Mereka sudah mempelajari banyak kejadian penting dalam sejarah yang membawa perubahan penting pada dunia. Karena itu mereka lebh tahu bagaimana yang terbaik.( spiritegg.com/Julius/Yant)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds