Hong Xi

Dinasti Tang (618 – 907) merupakan masa paling puncak dalam sejarah Tiongkok, juga merupakan salah satu kekaisaran paling berjaya yang diakui seluruh dunia.

Dalam masa keemasannya, teritorialnya mencapai 10,76 juta Km² dan mencakupi sisa wilayah Persia yang berbentuk kegubernuran.

Wilayah sisa Persia kala itu hampir seperti Iran bagian timur, Afhanistan bagian barat, Suriah dan sebagian semenanjung Arabia sekarang. Bagaimana pendirian kegubernuran Persia itu, perlu dimulai pembahasannya dari permintaan bantuan imperium Persia kepada Dinasti Tang.  

Dinasti Sassania Persia (224 – 651) pada masa Dinasti-dinasti Wei, Jin dan Utara – Selatan (220 – 589, dari Samkok/Tiga Negara ke Enam Dinasti) telah menjalin hubungan baik dengan Tiongkok, utusan Persia telah puluhan kali ke Tiongkok, dengan membawa upeti berharga kepada kaisar dinasti Wei Utara. Dalam benda-benda peninggalan sejarah yang digali dari kuil Buddha di provinsi Gansu pernah ditemukan 6 keping uang logam perak dari Dinasti Sassania.

Koin kuno terkait persia. (domain publik)

Sejak Kekaisaran Arab (632 – 1258) bangkit, dimulailah pada tahun 637 serangan terhadap Dinasti Sassania.

Melalui peperangan jangka panjang, Dinasti Sassania melemah dan pada akhirnya di tahun 651, seiring dengan terbunuhnya raja Yazdegerd III yang  bermental lemah, Dinasti Sassania pun musnah.

Putra Yazdegerd III bernama Peroz III memimpin para bangsawan Persia melarikan diri ke Tuhuoluo (sekarang Tocharistan), tak lama kemudian Peroz III mengirim utusan ke daerah Dataran Tengah (sebutan untuk Tiongkok di zaman itu), memberitahu kemalangan yang sedang dihadapinya kepada kaisar Gaozong dari Tang dan memohon bala bantuan pasukan untuk menyelamatkan Persia.  

Peta wilayah Dinasti Tang, sisi paling kiri terlihat lokasi Negara Tuhuoluo dan di sebelah kanannya Kegubernuran Persia, kemudian Persia diruntuhkan oleh Kekaisaran Arab. (Wikimedia Commons)

Saat itu Persia dengan ibu kota dinasti Tang berjarak sejauh 7.650 Km, apabila pasukan Tang berjalan sejauh itu, waktu, konsumsi bahan dan kondisi fisik, ditambah lagi kondisi geografis dan lingkungan alam yang tidak ramah, sangat mungkin berdampak besar bagi pasukan Tang, sehingga permintaan bala bantuan itu tidak disetujui oleh Kaisar Tang. Ini adalah kali pertama seorang Pangeran Persia meminta bala bantuan demi menghidupkan kembali negerinya.

Mural personel pembawa upeti dari Gua Kizil dari abad ke-3 hingga ke-8. (domain publik)

Kemudian ketika kekaisaran Arab menarik mundur pasukannya, lalu di bawah bantuan Tocharistan, Peroz III kembali ke daerah timur Imperium Persia dan memimpin para bangsawan Persia mendirikan kembali kerajaan baru.

Pada tahun 661 berhubung daerah kekuasaan Peroz III sering kali diserang oleh kekaisaran Arab, maka ia sekali lagi minta bala bantuan kepada Dinasti Tang. Kemudian Kaisar Gaozong dari Tang mengutus seorang duta bernama Wang Ming dan membuka kantor pemerintahan untuk menangani kabupaten yang terpencar-pencar, dan mendirikan pemerintahan Wilayah Komando Persia (setaraf provinsi) dengan Peroz III sebagai komandannya di kota Jiling (sekarang Zaranj Afghanistan), dengan demikian Kegubernuran Persia menjadi sebagian dari  wilayah Dinasti Tang, salah satu wilayah administratif Dinasti Tang. Peroz III loyal pada Dinasti Tang Raya dan beberapa kali mengutus duta untuk menyampaikan upeti kepada kaisar Tang.

Terletak di Taypostan Iran hari ini, ksatria Persia dapat dilihat di bawah ini. (domain publik)

Namun keadaan yang baik itu tidak bertahan lama, pemerintahan Kegubernuran Persia akhirnya diruntuhkan oleh kekaisaran Arab, Peroz III pun kehilangan wilayahnya, pada tahun 670 – 674, Peroz III menghadap kaisar Tang Gaozong, diangkat sebagai Yòuwǔwèi Jīangjūn (jenderal dari staf komando sayap kanan pasukan pengawalan istana kaisar), sebuah jabatan yang sangat tinggi.

Tahun 678, Kaisar Tang mengangkat Peroz III sebagai raja Persia, mengutus Pei Xingjian, pejabat kementerian luar negeri melindunginya kembali ke negara asalnya untuk membantu memulihkan kerajaannya. Karena merasakan perjalanan terlampau jauh, Raja Persia itu dikawal sampai kota Suiye (sekarang dekat Tokmok, Kyrgyzstan) dan dilepas, Pei pulang kembali ke Chang An, ibu kota Dinasti Tang. Peroz III terpaksa pulang sendiri, namun gagal memasuki negeri Persia untuk menjabat sebagai raja. Akhirnya Peroz III bersama ribuan sukunya menetap di Negara Tocharistan selama 20 tahun lebih.  

Sampai pada tahun 708 masa pemerintahan kaisar Zhongzong dari Tang, anak Peroz III bernama Narseh, sekali lagi ke dinasti Tang, menghadap kaisar dan diangkat sebagai Zuǒwēiwèi jiāngjūn (jenderal dari staf komando sayap kiri pasukan pengawalan istana kaisar), hingga akhir hayatnya.

Para pangeran Persia yang nasibnya mengalami berbagai gejolak, telah mendapatkan tempat berlindung di Dinasti Tang Raya. Perjalanan hidup mereka bagaikan sekuncup-kuncup bunga riak gelombang yang bergelora ditengah lautan sejarah. Melalui sepenggal sejarah tersebut, manusia di zaman sekarang dapat menyaksikan kebesaran dan toleransi Dinasti Tang di masa kejayaannya. (TYS/WHS/asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds