Erabaru.net. Seorang arsitek yang tidak pernah membangun rumah apa pun. Dia adalah Michael Reynolds yang pernah dianggap sebagai sosok orang sinting! Dia yang memiliki julukan sebagai “Prajurit sampah” adalah penyelamat bagi orang miskin dan bintang keberuntungan di daerah bencana!

Dia bisa menahan lapar demi orang-orang lemah dan berhaluan keras dengan pemerintah, karena dia tahu, tidak ada lagi yang akan melakukannya jika dia tidak melakukannya!

Setelah membaca kisah hidupnya, orang-orang yang dulu pernah mence kini berbalik menjadi kagum!

Reynolds memiliki pengalaman 50 tahun sebagai arsitek, tetapi bahan yang digunakannya adalah semua produk limbah, hanya menggunakan yang di mata orang lain tak lebih dari sampah, ban bekas dan botol bekas minuman dan semacamnya.

 Setelah lulus dari perguruan tinggi pada tahun 1969, tiba-tiba dia menyadari bahwa apa yang dipelajarinya selama itu tidak berharga, jadi dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang bisa membantu semua umat manusia! Dia adalah seorang anak yang tidak merokok, berpesta, atau berjudi dari usia muda, namun mulai memberontak ketika dia mulai membangun sebuah rumah.

Sekalipun hanya berjuang sendirian, ia tidak merasa kesepian dan tidak berdaya, sebaliknya justru dapat mempraktekkan 100% idenya. Saat masih kecil, dia selalu melihat ayahnya menyimpan botol-botol kaca bekas, hal itu secara tidak langsung memengaruhinya dan mulai berpikir bagaimana memanfaatkan segala sesuatu yang di mata orang lain itu tak lebih dari sampah.

Ketika ia membuat produk eksperimental pertamanya “The Thumb House”, ia sangat bangga, karena “batu bata” di dalamnya ternyata terbuat dari kawat yang dibundel menjadi kubus.

Kincir angin yang dipasang di atap dapat memasok listrik, yang hemat energi dan ramah lingkungan. Rumah jempol itu diterpa hujan dan dibakar terik matahari selama lebih dari 40 tahun, tetapi masih utuh! Dan berawal dari sinilah, dia mulai memiliki tekad yang lebih kuat.

Kemudian Reynolds mengumpulkan botol bekas, botol kaca, koran lama dan berbagai barang bekas lainnya. Dia merasa barang-barang yang dianggap tidak berguna ini akan bermanfaat suatu saat nanti.

Pada tahun 1987, dia membangun rumah mewah yang dinamakan “Perahu Bumi” menggunakan barang-barang bekas, seperti ban bekas, botol kaca dan sebagainya. Dia tinggal selama beberapa dekade di rumah unik yang dibangunnya itu!!

“Perahu Bumi” terutama dibangun dari fondasi dengan ban berisi lumpur. Reynolds juga tidak khawatir kalau ada gempa Bumi atau tanah longsor, karena tidak dapat mengguncangnya bangunannya.

Lumpur yang tebal-tebal itu adalah lapisan isolasi panas yang paling alami, memberi orang perasaan hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas.

Selain itu, atap rumah juga dilengkapi dengan alat untuk menampung air hujan, yang dapat diubah menjadi air minum setelah proses penyaringan.

Air dari bekas cucian beras, sayur, mencuci tangan dan mandi mengalir ke kolam air bawah tanah untuk melestarikan tanaman dan sayuran di rumah kaca, air akan mengalir langsung ke kebun luar dan menjadi pupuk paling alami.

“Rumah ekologis” ini benar-benar luar biasa. Bahkan The New York Times tidak bisa tidak untuk menceritakan kisahnya kepada orang-orang.


Tapi tak disangka, jelas-jelas itu adalah ide yang sangat bagus. Namun, pengacara dari Departemen Konstruksi AS langsung mengatakan,: “Di sini tidak ada jalan, tidak ada sistem air dan listrik, melanggar lima peraturan komunitas, dan itu adalah konstruksi ilegal!”. Kemudian mencabut lisensi arsiteknya, bahkan lisensi arsitek nasionalnya juga dicabut setahun kemudian.

Belakangan, ia terganggu dengan masalah gugatan selama beberapa tahun, pemerintah setempat juga menolak kehadiran rumah “Perahu Bumi”-nya.

Hingga tahun 2005 silam, Ia datang ke Indonesia saat gempa Bumi mengguncang Sumatera dan merupakan gempa bumi paling mengerikan dalam sejarah. Dia terbang ke daerah bencana untuk pertama kalinya.

Dia segera mengumpulkan semua orang, bersama-sama membangun “Perahu Bumi” dengan barang-barang bekas.

“Perahu Bumi” yang dipandang rendah oleh Pemerintah AS itu, membuat lebih dari 7.000 korban bencana memiliki tempat yang aman dalam waktu sesingkat mungkin.

Pada Agustus 2005, salah satu bencana paling serius di pantai utara Meksiko. Reynolds juga bergegas ke tempat kejadian dalam waktu sesingkat mungkin, tetapi kali ini dia tidak berani menonjolkan diri, diam-diam terus membangun rumah untuk para korban bencana.

Sampai setelah bencana di Indonesia menyebar ke Amerika Serikat, Pemerintah AS merasa sangat malu. Akhirnya, mereka memutuskan secara inisiatif menghubungi Reynolds dan memintanya untuk mengajukan permohonan kembali terkait lisensi arsiteknya. Pada Maret 2007, pemerintah juga meloloskan proposal tentang “Perahu Bumi”-nya.

Bukan main senangnya Reynolds ketika itu, “Perahu Bumi”-nya akhirnya menjadi bangunan legal! Namun, dia tidak serta lupa diri, melainkan berusaha lebih keras untuk memperluas ide-idenya ke seluruh penjuru dunia, mengadakan ceramah keliling secara silih berganti.

Kini, “Perahu Bumi” -nya telah tersebar di seluruh penjuru dunia, dan diakui di Belanda, Perancis, Honduras, Jepang, dan bahkan Tiongkok!

Dia adalah pahlawan di mata para korban bencana

Reynolds telah menyelamatkan orang-orang yang tercerai berai karena bencana dan tak terhitung banyaknya dengan membangun rumah, sehingga mereka yang kehilangan rumah dapat memiliki rumah baru yang ramah lingkungan.

Meskipun dia tidak berpikir sebagai sosok orang yang hebat, namun, orang-orang, terutama mereka yang tertimpa bencana sudah menganggapnya sebagai pahlawan.

Kisahnya juga membuktikan bahwa jika sesuatu yang dilakukan itu benar, maka jangan takut disalahpahami atau diejek oleh orang lain, karena hanya dengan bertahan pada garis terakhir, Anda baru dapat memperbaiki dunia ini.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular