Sebuah jaringan perdagangan seks internasional yang beroperasi di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia telah dihancurkan, menyusul penangkapan dan dakwaan baru-baru ini terhadap enam orang karena pemerasan.

Dakwaan terhadap enam orang tersebut telah dibuka di pengadilan federal di Oregon pada 16 Januari, menurut siaran pers oleh Departemen Kehakiman AS. Penangkapan dilakukan oleh Gugus Tugas Eksploitasi Anak FBI Portland dalam operasi multi-distrik pada 15 Januari, dengan bantuan dari lembaga-lembaga penegak hukum lainnya.

Penduduk Toronto, Chen Zongtao, juga dikenal sebagai Mark Chen, 46 tahun, adalah kepala kelompok penjahat yang merekrut para wanita, kebanyakan dari Tiongkok, ke kota-kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia untuk terlibat dalam prostitusi dan kegiatan perdagangan seks lainnya. Sebuah perusahaan, yang beroperasi dari Agustus 2015 hingga November 2018, telah beroperasi dengan kedok menyediakan pengawal-pengawal wanita melalui berbagai situs web, termasuk SuperMatchEscort.com, untuk mencari pelanggan.

Para pelanggan akan menelepon, mengirim pesan teks, email, atau mengirim pesan melalui aplikasi WeChat milik Tiongkok berdasarkan informasi kontak yang tercantum di situs web tersebut. Orang-orang yang bekerja sebagai operator perusahaan akan mengatur “kencan atau pertemuan” antara pelanggan dengan wanita di berbagai tempat pelacuran, yang biasanya terletak di dalam komplek-komplek hotel atau apartemen.

Orang-orang yang bertugas mengantarkan telah menyimpan database pelanggan lebih dari 30.000 nomor telepon, masing-masing dengan perincian tentang “kencan” mereka, menurut siaran pers.

Chen ditangkap di Kanada bulan ini oleh polisi Toronto, yang membantu FBI dalam penyelidikan tersebut. Menurut saluran televisi kabel dan satelit berbahasa Inggris Kanada, CP24, Chen telah muncul di 361 University Avenue Courthouse pada 16 Januari. Pemerintah AS meminta ekstradisinya agar ia bisa diadili di Oregon.

Menurut dakwaan, Chen didakwa dengan tuduhan persekongkolan (konspirasi) dan penggunaan fasilitas-fasilitas antar negara untuk mempromosikan, mengelola, membangun, menjalankan, atau memfasilitasi perusahaan yang terlibat dalam kegiatan ilegal. Tuduhan yang sama diajukan terhadap empat orang lainnya: Zhou Weixuan, juga dikenal sebagai Marko Zhou, 37 tahun; Wang Yan, juga dikenal sebagai Sarah Wang, 33 tahun; Wang Chaodan, 32 tahun; dan Fu Ting, 35 tahun.

Zhou, dari Kota Guangzhou di Tiongkok selatan, yang telah mendaftar, mengelola, dan membayar banyak situs web, termasuk SuperMatchEscort.com, menurut dakwaan. Siaran pers menyatakan bahwa para penyelidik percaya Zhou saat ini berada di Tiongkok.

Wang Yan, dari Temecula, California, ditangkap oleh Divisi Los Angeles FBI dan muncul di hadapan hakim di pengadilan federal California pada 15 Januari. Menurut dakwaan, Wang bekerja untuk Chen sebagai orang yang mengantar di berbagai kota Amerika Serikat.

Keberadaan Wang Chaodan dari Beaverton, Oregon, saat ini tidak diketahui, menurut siaran pers. Surat dakwaan menyatakan bahwa Wang yang mengelola tempat tinggal dan kamar motel di Oregon yang digunakan sebagai tempat-tempat pelacuran.

Fu, juga dari Beaverton, Oregon, yang menyewa dan mengelola beberapa tempat tinggal di Oregon yang digunakan sebagai rumah-rumah bordil, menurut surat dakwaan.

Orang keenam yang didakwa adalah Sun Huiling, yang muncul di pengadilan federal di Portland pada 15 Januari. Sun juga didakwa karena menggunakan fasilitas-fasilitas antar negara untuk mengoperasikan perusahaan ilegal tersebut.

“Melindungi para warga negara asing yang rentan dari para pelaku perdagangan manusia yang ingin mengeksploitasi mereka demi keuntungan adalah misi penegakan hukum yang sangat penting,” kata Billy J. Williams, jaksa federal Oregon. Dia menambahkan, “Kami selalu dan akan terus mengejar para penjahat yang mengeksploitasi korban yang rentan secara agresif.”

The Oregonian, surat kabar harian yang berbasis di Portland, memuat artikel pada 17 Januari yang memberikan rincian lebih lanjut tentang operasi-operasi jaringan kriminal tersebut.

Mengutip surat pernyataan penggeledahan oleh agen FBI June Piniewski, Oregonian melaporkan bahwa para petugas yang menyamar yang telah meminta pesanan “kencan” melalui situs web menemukan bahwa apartemen-apartemen yang digunakan sebagai rumah-rumah bordil “jarang ada perabotan, seringkali hanya dengan handuk menutupi kasur di kamar tidur.”

Seorang wanita yang tidak disebutkan namanya yang sedang menunggu seorang petugas yang menyamar di sebuah rumah bordil Beaverton mengatakan kepada para penyelidik bahwa “dia baru saja membuka pintu ketika seorang pelanggan muncul dan melakukan apa pun yang diperintahkan oleh pelanggan,” menurut pernyataan tertulis. (ran)

Video pilihan:

Waspada !!! Aplikasi Smartphone Buatan Tiongkok Mencuri Data Penggunanya

Share

Video Popular