Erabaru.net. Xiao Qiang berhasil diterima di sebuah universitas di kota. Namun, ketika mendapat pemberitahuan tersebut, suasana hatinya menjadi tidak menentu, dari rasa bahagia hingga kebingungan, dan perasaan ini baru pertama kali dialaminya.

Desa tempat tinggalnya sangat miskin, berada di tempat terpencil, yang memisahkan penduduk desa dari dunia luar. Apalagi keluarga Xiao qiang lebih miskin lagi, banyak barang-barang kebutuhan rumah tangga tidak mampu mereka beli.

Ayah Xiao Qing adalah seorang petani biasa yang hanya bisa bercocok tanam, dan hari-hari yang dilalui mereka juga cukup berat dengan hanya bergantung pada hasil tanaman.

Xiao Qiang menjadi sedih dan putus asa saat memikirkan biaya kuliah yang cukup tinggi baginya. Sementara itu, orangtuanya berusaha menghiburnya, mereka mengatakan, bagaimana pun juga Xiao Qiang harus kuliah, meski harus menjual simpanan keluarga dengan hasil yang tidak seberapa. Kemudian mereka menjual lagi ternak mereka untuk mencukupi biaya kuliahnya.

Selain orangtuanya yang berusaha keras mengumpulkan uang untuk biaya kuliahnya, ada seseorang yang juga sibuk mengumpulkan uang untuknya. Orang itu adalah seorang janda di desanya. IQ-nya sangat rendah dan orang juga tampak polos.

Orang-orang desa selalu membuli dan menertawakannya. Hanya orangtua Xiao Qiang yang kerap mengajaknya menjenguk janda itu. Dari cerita orangtuanya diketahui, janda itu ditinggal pergi suaminya, tidak ada yang mau, kasihan sekali melihat nasibnya.

Karena simpati dan kasihan, Xiao Qiang sangat baik padanya. Dia juga sering membawa makanan untuknya. Sebaliknya janda itu juga sangat baik pada Xiao Qiang. Dia juga sering memberi Xiao Qiang uang dan sangat sayang kepadanya.

Setiap hari janda itu memulung di tempat yang jauh kemudian menjualnya. Janda bernama Mei Lan itu pernah beberapa kali jatuh pingsan karena teriknya sinar Matahari di musim panas.

Mei Lan adalah seorang pekerja keras, beberapa orang yang kasihan melihat nasibnya menawarkan pekerjaan di proyek bangunan untuk memasak, dalam dua bulan, dia tampak kurus dan kulitnya menjadi hitam, namun, dia bisa mendapatkan lebih dari 5 juta rupiah.

Untuk makan sehari-hari. terkadang dia juga ke gunung mengambil kayu manis atau ubi khas Tiongkok dan jamur. Beberapa hari sebelum Xiao Qiang pergi ke kota untuk melanjutkan studinya, orangtuanya tampak gelisah, karena belum cukup mengumpulkan uang untuk biaya kulih dan bekal hidupnya di kota.

Sehari menjelang keberangkatannya, janda Mei Lan datang ke rumah orangtua Xiao Qiang. Mei Lan yang kurus dan kusam tampak tua dalam sekejab. Dia mengambil kantong kainnya yang berisi uang kemudian diberikan kepada Xiao Qiang sebagai bekal di perjalanan.

Xiao Qiang pun tak kuasa menahan tangis harunya, karena uang yang dibutuhkannya itu tiba pada saat ia akan berangkat ke kota. Ia tahu uang dari janda Mei Lan itu pasti didapat dengan susah payah, janda Mei Lan tidak memiliki apa-apa selain satu tempat tidur usang dan meja makan.

Xia Qiang tak menyangka Mei Lan yang tampak polos itu bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Akhirnya, dengan dukungan keluarga dan janda Mei Lan, Xiao Qiang pun berangkat ke kota untuk melanjutkan studinya.

Xiao Qiang memang tidak membuat kecewa jerih payah orangtuanya, termasuk janda Mei Lan yang selalu mendukungnya. Dia kuliah sambil bekerja untuk biaya hidupnya. Hingga akhirnya dia mendapatkan bantuan beasiswa, sehingga membantu mengurangi beban orangtuanya di kampung.

Namun, sayangnya saat semester III, ayah Xiao Qiang tertimpa batu yang jatuh dari tanah longsor gunung saat dalam perjalanan pulang, dan tewas seketika, sementara ibunya jatuh sakit sejak itu.

Beberapa tahun kemudian setelah lulus, Xiao Qiang bekerja di sebuah perusahaan besar, dan membawa ibunya tinggal di kota bersamanya. Namun, kondisi kesehatan ibunya semakin memburuk, hingga akhirnya sang ibu pun tidak mampu melawan momok penyakit yang menderanya.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, ibunya baru mengungkapkan bahwa dia adalah anak angkatnya, sementara janda Mei Lan itu adalah ibu kandung yang melahirkannya.

Ternyata suatu hari pada puluhan tahun silam, seorang wanita datang ke desanya sambil menggendong seorang anak, tetapi dia tidak mampu merawat dan membesarkan anak itu. Kebetulan saat itu, orang tua angkat Xia Qiang tidak memiliki anak, jadi anak itu pun diadopsinya.

Setelah dikonsultasikan, mereka memutuskan untuk sementara tidak memberi tahu Xioa Qiang dulu mengenai kelahirannya. Mereka menunggu waktu yang tepat, baru akan mengungkap rahasia itu, tetapi tidak disangka, waktu yang tepat itu ternyata adalah saat perpisahan abadi.

Sambil menangis pilu, Xiao Qiang mengantar ibu angkatnya ke tempat perisitirahatan terakhir, dan langsung kembali ke desanya malam itu juga.

Sesampainya di gerbang desa, dia mendengar bahwa masih ada seseorang yang tinggal di rumah tua itu. Dia bergegas pulang, dan perasaanya bergejolak tak menentu saat tiba di depan pintu rumah, dia termangu cukup lama di depan pintu yang hening.

Akhirnya perlahan dia mendorong pintu itu, dan melihat janda Mei Lan sedang merapikan barang-barang di dalam rumah. Janda Mei Lan memandang Xiao Qiang yang berdiri termangu sambil menatapnya, meski bertahun-tahun tak ketemu, tapi Mei Lan sangat familiar dengan raut wajah Xiao Qiang, anak kandungnya.

Sambil menahan air matanya, dia berkata lirih: “Saya selalu menjaga kamar ini setiap hari, benarkah kamu sudah pulang nak.”

Xiao Qiang berlari mendekat dan memeluk janda Mei Lan sambil berteriak memanggil ibu, aku pulang bu!

Dia akhirnya tahu mengapa janda itu begitu baik padanya dan selalu berkorban untuknya secara diam-diam. Itu adalah ibu kandungnya, ibu yang berjuang melahirkannya dengan susah payah.

Janda itu termangu sejenak, kemudian menangis. Nak, benarkah kamu sudah kembali! Gumamnya tertahan dalam isak tangis.

Xiao Qiang berkata kepada janda itu: “Aku punya dua ibu, dan aku sangat bahagia bu.”

Janda itu tidak menyangka kebahagiaan itu datang begitu tiba-tiba, dan itu adalah putra kebanggannya, seorang anak yang baik dan berbakti.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular