Erabaru.net. Lily Wu sekarang berusia 18 tahun, dan tahun ini adalah tahun yang istimewa baginya. Dia selama ini hidup dengan seorang nenek yang sudah tua. Menurut cerita sang nenek, Lily adalah anak angkatnya. Dia adalah anak yang dibuang oleh orangtuanya

Selama ini neneknya hidup sendirian. Menurut cerita katanya neneknya pernah menikah, tetapi suaminya meninggalkannya karena jatuh cinta dengan wanita lain. Sampai usia 52 tahun ketika dia menemukan sesosok bayi yang dibuang di sebuah ladang, dan sejak itu nenek memiliki seorang cucu perempuan, dan tidak sendiri lagi.

Ilustrasi. (Internet)

Pada saa itu walaupun kesehatannya tidak selalu stabil, demi membesarkan Lily, nenek mengerjakan beberapa pekerjaaan sekaligus, pagi hari ke ladang, malam harinya menjadi buruh jahit. Terkadang kerja sampai larut malam.

Meskipun Lily tidak memiliki orangtua, dan sering ditertawakan oleh teman-teman sekelasnya, tetapi dia tahu betapa neneknya sangat menyayangi dan mengasihinya, jadi dia tidak pernah bertanya pada neneknya tentang orangtuanya.

Ilustrasi. (Internet)

Lily sekarang beranjak remaja dalam usianya yang 18 tahun, sedangkan neneknya sudah berusia lebih dari 70 tahun.

Mata nenek sekarang semakin memburuk, tangan dan kakinya juga tidak selincah dulu lagi, dan ingatannya juga tidak sebaik dulu lagi.

Lily yang sekarang sudah duduk di bangku SMA selalu menghabiskan banyak energi untuk membantu neneknya, dan setelah menunggu sampai neneknya tidur, dia baru belajar dan menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

Karena selalu membantu pekerjaan neneknya, Lily seringkali kurang tidur, tetapi dia tahu bahwa dia harus mendapatkan nilai yang bagus, agar bisa diterima di universitas favorit, dan membahagiakan neneknya. Karena itu, meskipun kurang tidur, tapi dia tidak pernah turun dari posisi tiga teratas di kelasnya.

Setelah ujian, Lily memang mendapatkan nilai yang mengagumkan, dan dari hasil penilaian, guru mengatakan bahwa nilai Lily sudah cukup untuk masuk ke salah satu dari sepuluh universitas nasional terbaik.

Orang-orang desa mengatakan bahwa nenek sangat beruntung punya cucu yang pintar dan berbakti. Sebaliknya Lily juga merasa sangat beruntung punya seorang nenek yang sangat menyayanginnya.

Setelah diterima di universitas favorit, namun, biaya kuliah dan biaya hidup pun menjadi masalah. Tepat pada saat itu, entah mengapa beberapa media datang mewawancarai Lily dan mulai meliput nenek dan Lily.

Kisah yang diceritakan media itu begitu menarik perhatian, sampai kemudian ada yang mengatakan bahwa dia akan membantu membiayai kuliah Lily.

Ilustrasi. (Internet)

Lily merasa kewalahan dengan liputan yang mendadak membuatnya terkenal, dan tak lama kemudian, rombongan mobil polisi berhenti di depan pintu rumahnya.

Lily merasa heran, namun, di antara deretan mobil polisi tampak seorang pria dan wanita paruh baya turun dari mobil. Setelah melihat Lily, keduanya langsung memeluk Lily sambil meneteskan air mata.

Ternyata kedua orang itu adalah orangtua kandung Lily. Mereka bercerita bahwa Lily diculik oleh organisasi perdagangan manusia. Namun, karena melihat Lily adalah anak perempuan, dan tidak bisa dijual dengan harga tinggi, penculik itu kemudian meninggalkannya di ladang.

Ketika itu, kedua orangtuanya juga telah berusaha mencari putri mereka sampai berita terakhir melaporkan tentang Lily, mereka baru tahu ternyata putrinya tinggal di desa selama ini.

Ilustrasi. (Internet)

Orangtua kandung Lili bermaksud membawanya pulang, tetapi Lili membalikkan badannya dan memandangi nenek yang telah lanjut usia, dan menolak ikut bersama kedua orangtua kandungnya.

Dia tahu, orangtuanya masih punya waktu, dan masih memiliki satu sama lain, juga masih ada orang lain di sisi mereka, tetapi nenek, hanya sendirian. Jadi ia memutuskan akan tetap bersama neneknya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular