Erabaru.net. Pernikahan adalah sesuatu yang kompleks dan misteri, ada orang terperangkap dalam belenggu pernikahan, juga ada yang sudah memahami dari awal arti sebenarnya dari pernikahan.

Dalam kehidupan pernikahan, perubahan terbesar adalah kaum wanita. Ada wanita menjadi lebih cantik dan menarik setelah menikah, dan status dalam keluarga juga sangat tinggi, sangat disayangi suami dan disukai mertua, menjalani hidup dengan penuh warna.

Tapi, ada juga wanita yang berubah drastis setelah menikah, menjadi “wanita bersuami” sepenuhnya, menjadi seperti ‘pembantu’ yang sepanjang hari melayani sekeluarga mertua, dan siapa pun dapat menyuruhnya sesuka hati, hidup dalam tekanan.

Mengapa perbedaaannya begitu besar ? Mengapa ada yang statusnya menjadi tinggi, ada yang menjadi rendah, hal ini berhubungan dengan tiga poin berikut ini.

Ilustrasi. (Internet)

Pertama, sikap suami terhadap Anda

Seorang menantu dalam keluarga mertua mereka tetap sebagai orang luar, jadi jika ingin memiliki status tinggi dalam keluarga, hal ini harus melihat sikap suami terhadap Anda.

Jika suami Anda sangat mementingkan dan menyayangi Anda, selalu berdiri di posisi dan bisa menjaga perasaan Anda, maka orang lain dalam keluarga mertua tidak akan mengabaikan Anda, mereka akan menghormati dan menyayangi Anda. Maka status Anda tentu akan tinggi dalam keluarga suami.

Tetapi sebaliknya, jika suami Anda tidak menghargai dan selalu mengabaikan perasaan Anda, maka orang lain dalam keluarga suami juga akan mengabaikan Anda, tidak menghormati Anda, atau bahkan memperlakukan Anda dengan sesuka hati, maka dipastikan status Anda rendah di mata mereka.

Ilustrasi. (Internet)

Kedua, apakah Anda sosok yang mandiri

Meskipun sikap suami Anda dapat membantu meningkatkan status Anda dalam keluarga suami. Namun, sebagai wanita sebaiknya Anda bisa mandiri, mandiri secara ekonomi, mandiri secara pribadi (punya pendirian), dan memiliki pendapat sendiri sehingga Anda bisa mendapatkan rasa hormat dari suami dan keluarganya, dan Anda bisa memiliki status dalam keluarga meski suami Anda tidak berada di sisi Anda.

Karena itu, setelah menikah, wanita harus menjaga independensinya, memiliki pendapat sendiri, dan bisa menganalisa dengan tenang saat menemui masalah, bisa memutuskan sendiri dan menangani hal terkait dengan baik, maka keluarga suami Anda juga tidak akan berani meremehkan Anda, mereka akan menghormati Anda. Status Anda juga tidak akan rendah.

Ilustrasi. (Internet)

Ketiga, dukungan keluarga kandung

Sandaran terbaik dari seorang wanita adalah dukungan dari keluarga sendiri. Kapan pun, keluarga kandung Anda akan selalu berdiri di sisi Anda. Berbagi beban dan membantu Anda, memberi Anda dukungan tanpa batas, maka keluarga suami atau mertua Anda tidak akan berani meremehkan Anda, dan tidak akan berani sembarangan memperlakukan Anda.

Tetapi jika keluarga kandung Anda mengabaikan Anda, tidak dapat memberi Anda dukungan dan kenyamanan, dan selalu berpikir bahwa anak perempuan yang sudah menikah itu ibarat air yang ditumpahkan (sudah menjadi keluarga orang lain), maka meski suami Anda berdiri di posisi Anda, tapi anggota keluarga mertua Anda akan selalu memandang rendah dan mengabaikan Anda.

Tinggi rendahnya status seorang wanita setelah menikah, ketiga poin ini sudah sangat jelas, karena itu, jadilah sesosok wanita cerdas, bukan pintar.

Dapat dikatakan bahwa bagi wanita, dimana meski telah menikah dengan orang lain, mereka tetap merupakan anak kesayangan dari orangtua kandungnya. Karena itu, setelah menikah, keluarga kandung adalah sandaran wanita yang paling kokoh. Jika keluarga ibu kandung menyayangi putrinya, maka posisi wanita dalam keluarga suaminya itu tentu tidak akan rendah.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds