BEIJING / SYDNEY — Otoritas Tiongkok sedang menahan seorang penulis Australia, yang dulunya warga negara Tiongkok, atas tuduhan membahayakan keamanan negara, Tiongkok mengatakan pada 24 Januari, dan pengacaranya mengatakan ia dicurigai sebagai spionase.

Para pejabat Australia mengatakan Yang Hengjun ditahan tak lama setelah dia terbang ke kota Guangzhou selatan dari New York pekan lalu, tetapi tidak yakin kalau penahanannya adalah hasil dari meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dengan Barat.

Juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan bahwa Australia secara resmi telah diberitahu setelah Yang ditempatkan di bawah “tindakan-tindakan pemaksaan”, sebuah eufemisme untuk penahanan, di Beijing.

“Warga negara Australia Yang Jun, karena dicurigai terlibat dalam tindakan kriminal yang membahayakan keamanan nasional Tiongkok, baru-baru ini ditempatkan di bawah tindakan pemaksaan (coercive measures) dan sedang diselidiki oleh Biro Keamanan Negara kota Beijing,” kata Hua kepada wartawan.

Hak dan kepentingan Yang dilindungi sesuai dengan hukum, ia mengatakan saat pengarahan berita reguler di Beijing, menggunakan nama yang sedikit berbeda untuknya.

Menteri Pertahanan Australia Christopher Pyne, yang tiba di Beijing pada hari Kamis untuk pembicaraan yang telah dijadwalkan, mengatakan Australia biasanya berharap diberitahu tentang kasus seperti itu dalam waktu tiga hari di bawah konvensi diplomatik yang ada.

Yang telah hilang pada hari Jumat dan Australia tidak diberi tahu sampai empat hari kemudian. Pyne mengatakan pemberitahuan yang terlambat itu mengecewakan dan dia akan mengajukannya dalam pembicaraannya dengan para pejabat Tiongkok.

“Dia ditahan di pengawasan perumahan,” kata Pyne kepada wartawan.

Pemerintah Australia pertama kali diberitahu bahwa Yang telah hilang setelah teman-temannya mengatakan bahwa dia telah kehilangan kontak selama beberapa hari.

Pengacara Yang, Mo Shaoping, mengatakan kepada Reuters bahwa kliennya dicurigai sebagai “spionase,” dan ditahan di bawah “pengawasan perumahan di lokasi yang ditentukan” (residential surveillance at a designated location).

Tindakan penahanan secara khusus tersebut memungkinkan pihak berwenang untuk menginterogasi tersangka selama enam bulan tanpa harus memberikan akses pada perwakilan hukum. Kelompok-kelompok HAM mengatakan bahwa kurangnya pengawasan menimbulkan kekhawatiran tentang perlakuan kejam oleh para penyidik.

Mo mengatakan bahwa dia telah disewa oleh istri Yang tetapi karena kasus tersebut melibatkan keamanan negara, dia akan memerlukan persetujuan dari pihak berwenang sebelum dia dapat bertemu dengan Yang.

PERINGATAN

Ketegangan-ketegangan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir antara Tiongkok dengan beberapa negara Barat setelah dua warga Kanada, seorang diplomat yang sedang cuti berlibur dan seorang konsultan, ditangkap di Tiongkok dengan tuduhan membahayakan keamanan negara.

Penangkapan itu secara luas terlihat di Barat sebagai pembalasan oleh Tiongkok atas penangkapan Kanada terhadap Meng Wanzhou, kepala keuangan Huawei Technologies, pada 1 Desember atas permintaan Amerika Serikat atas tuduhan melanggar sanksi-sanksi AS terhadap Iran.

Australia telah bergabung dengan kecaman internasional atas penangkapan dua orang Kanada tersebut, akan tetapi Yang telah lama menjadi perhatian pihak-pihak berwenang Tiongkok.

Dia mengkritik apa yang dia gambarkan sebagai campur tangan Tiongkok di Australia.

Feng Chongyi, seorang akademisi di University of Technology di Sydney, mengatakan dia telah meminta Yang untuk tidak pergi ke Tiongkok karena ketegangan tersebut.

“Saya pikir itu akan tidak aman baginya karena situasi dengan Huawei tetapi dia percaya bahwa dia akan baik-baik saja karena dia telah ke sana berkali-kali,” kata Feng.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan staf dari kedutaan Australia telah bertemu dengan pejabat Tiongkok pada hari Kamis dan, sementara rincian-rinciannya sedikit, dia mengatakan tidak ada bukti kasus Yang terkait dengan kritik Australia terhadap penahanan orang-orang Kanada.

“Saya akan prihatin jika ada indikasi itu,” Payne mengatakan kepada wartawan di Sydney.

“Kita telah menyerukan kepada pihak berwenang Tiongkok untuk memastikan masalah ini ditangani secara transparan dan adil.”

‘TIDAK DAPAT SEMBUNYI’

Yang juga telah dilaporkan hilang selama beberapa hari saat berada di Tiongkok pada tahun 2011. Dua sumber yang mengetahui secara rinci mengatakan dia telah ditahan tetapi setuju untuk mengatakan bahwa dia tidak sehat.

Namun, Yang tidak dilihat sebagai pembangkang yang radikal.

Dia menjadi terkenal di tahun 2000-an karena esai-esai politiknya, yang membuatnya mendapat julukan “penjaja demokrasi.” Dalam beberapa tahun terakhir, dia telah menerbitkan sedikit komentar, sebagai gantinya menulis lebih banyak fiksi, termasuk trilogi novel mata-mata.

Deng Yuwen, seorang analis politik yang berbasis di Beijing yang mengenal Yang, mengatakan kepada Reuters bahwa ia tidak tahu alasan tentang penahanan Yang hanya tentang akun-akun WeChat-nya telah dihapus.

“Dia pada dasarnya belum merilis esai-esai politik apa pun dalam beberapa tahun terakhir,” kata Deng.

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping telah memimpin penumpasan perbedaan pendapat sejak berkuasa pada 2012, dimana ratusan pengacara dan aktivis hak asasi manusia telah ditahan. Puluhan telah dipenjara.

Hubungan antara Australia dengan mitra dagang terbesarnya tersebut telah tegang dalam beberapa tahun terakhir dan perjalanan Pyne diatur dalam upaya untuk memperbaiki hubungan yang rusak oleh tuduhan Australia pada tahun 2017 bahwa Tiongkok ikut campur tangan dalam urusannya.

Para analis mengatakan penangkapan Yang akan menambah tekanan pada Australia untuk mengambil sikap, dan itu akan memperpanjang ketegangan.

“Australia tidak bisa bersembunyi dari ini. Ia perlu melindungi warga negaranya secara bermartabat,” kata Rory Medcalf, kepala National Security College di Australian National University.

“Penahanan ini menandai ketegangan normal yang baru secara bilateral, yang akan menjadi ketegangan tingkat rendah yang konstan.” (ran)

Video pilihan:

Alat Huawei Dikembangkan untuk Menindas Falun Gong yang Mencekam di Seluruh Tiongkok

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds