Erabaru.net. Selama lebih dari 40 tahun, Mai Qiongfang dari Guangxi, Tiongkok telah menyokong 87 anak-anak dari lingkungan yang kurang mampu sendirian.

Berkat dia, 20 dari 87 anak yatim berhasil belajar ke universitas dengan beberapa dari mereka saat ini belajar di universitas ternama seperti Universitas Beijing dan Universitas Tsinghua.

Itu dimulai pada tahun 1979 yang ketika itu Mai berusia 19 tahun dan bekerja di Rumah Sakit Rakyat di Kota Baise, Guangxi, mengetahui tentang seorang anak lelaki yang tidak dapat melanjutkan sekolah menengahnya karena neneknya jatuh sakit.

Bocah itu seharusnya pergi ke sekolah menengah di Guilin, tetapi ia hampir tidak punya uang untuk membayar tagihan rumah sakit neneknya, apalagi untuk membayar tiket kereta api untuk pergi ke Guilin.

Mai kemudian memutuskan untuk mendukung bocah itu sehingga dia bisa pergi ke sekolah.

(Foto: Oriental Daily)

Beberapa tahun kemudian pada tahun 1983, dia bertemu dengan seorang wanita dari Tianlin yang dirawat di rumah sakit di mana dirinya bekerja. Mai memutuskan untuk memberikan bantuan kepada wanita itu setelah dia tahu bahwa wanita itu tidak memiliki siapa pun untuk merawat dan mengunjunginya di rumah sakit.

Dia juga pergi mengunjungi wanita itu di rumahnya setelah dia keluar dari rumah sakit.

(Foto: Oriental Daily)

Saat itulah dia menemukan bahwa orang-orang di lingkungan wanita itu kekurangan makanan dan pakaian.

Mai kemudian kembali ke Guangxi untuk mengumpulkan pakaian bekas dan beberapa makanan kering untuk dikirim ke lingkungan itu.

(Foto: Oriental Daily)

Sejak dua peristiwa tersebut, dia telah membantu orang yang membutuhkan dan orang miskin termasuk siswa miskin, banyak dari mereka yatim piatu yang tidak mampu bersekolah.

Mai memiliki satu putra kandungnya sendiri. Hingga hari ini, setidaknya ada 87 anak yang telah didukung oleh Mai. Dia tidak hanya menyokong mereka tetapi juga mengantar mereka ke sekolah.

(Foto: Oriental Daily)

Dia juga akan membawa anak yatim yang tidak memiliki tempat tinggal ke rumahnya. Dua anak dapat tidur di lantai ruang tamunya dan dua lagi di sofa. Ada juga tempat tidur tinggi dan rendah di kamar, di mana 10 anak dapat tidur di atasnya.

Selalu ada tempat tidur tambahan, selimut, kursi, dan keperluan lainnya di rumah Mai. Pada suatu waktu, ada 14 anak yang tinggal bersama di rumahnya dan mereka menghabiskan 90 kg beras dalam 7 hari.

Berkat dukungannya, hampir setiap anak yang dia sponsori telah lulus dari universitas dan bekerja atau melanjutkan belajar di luar negeri.

11 dari mereka adalah lulusan dari Universitas Tsinghua, 9 dari mereka adalah lulusan dari Universitas Beijing sementara sisanya sudah mulai bekerja.

(Foto: Oriental Daily)

Terlepas dari latar belakangnya yang sangat sederhana, Mai Qiongfang terus mengirimkan bantuan dan makanan kepada mereka yang membutuhkan.

Ketika ditanya apa yang memotivasi dia untuk membantu orang lain yang membutuhkan, dia mengatakan bahwa itu adalah yang paling bahagia ketika orang-orang yang dia bantu memberi tahunya bahwa pakaian yang dia berikan membuat mereka hangat dan makanan membuat mereka kenyang.

(Foto: Oriental Daily)

Sekarang, harapan satu-satunya Mai adalah semua anak yang ia dukung bisa berhasil dalam hidup mereka.

“Saya tidak bisa mengajarkan pengetahuan pada anak-anak, saya hanya bisa mengajar mereka menjadi manusia,” kata Mai.(yant)

Sumber: GoodTimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular