Erabaru.net. Pada usia 17, tugas utama seorang remaja adalah menjadi seorang siswa yang berusaha untuk mencapai impian dan menyusun masa depan yang cerah, dengan bimbingan dan dukungan orangtua, tanpa terbebani masalah yang berat.

Namun, Wang Yizhe yang berusia 17 tahun dari Taichung di Taiwan belum pernah menjalani kehidupan remaja normal seperti teman-temannya yang lain.

Ketika Wang Yizhe duduk di kelas 6 sekolah dasar, kakeknya yang telah merawatnya didiagnosis menderita kanker dan kondisi kesehatannya yang memburuk menyebabkan Wang Yizhe mengambil alih tugas keluarga.

Sejak saat itu, remaja itu tidak pernah mengeluh dan dia melakukan pekerjaannya dengan baik sebagai siswa yang cerdas dan mencari nafkah untuk keluarga dengan empat anggota keluarga. Sejak kecil, ia selalu mandiri.

Wang Yizhe dan saudara perempuannya tinggal bersama kakek-nenek mereka setelah ditinggalkan kedua orangtuanya tanpa kabar berita. Kakek dan neneknya seperti orangtua bagi mereka. Mereka telah merawat Wang Yizhe dan adik perempuannya dengan pendidikan yang baik dan sempurna.

Untuk mendukung keluarga dan dua cucunya, kakek Wang bekerja sebagai supir taksi. Keluarga mereka tidak kaya tetapi memiliki cukup makanan dan pakaian serta hidup bahagia. Namun, tragedi melanda ketika penyokong utama keluarga yaitu kakek Wang telah didiagnosis menderita kanker.

Penyakit kakek Wang Yizhe semakin memburuk ketika dia tidak bisa bergerak dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Kakek Wang perlu dijaga dan dirawat setiap hari dengan persediaan obat-obatan yang harus dibeli.

Kini itu menjadi tugas dan tanggung jawab Wang Yizhe untuk merawat kakeknya dan mencari uang untuk membeli obat-obatan dan untuk mendukung anggota keluarga lainnya.

Rutinitas sehari-hari Wang Yizhe setelah pulang sekolah sering memberi kakeknya makan dan minum, memandikannya dan memberinya obat, dan tidak lupa memberikan pijatan tubuh.

Wang berkata,: “Kakek merawat saya dan adik saya sejak kami kecil, dan sekarang saatnya bagi kami untuk merawatnya!”

Setelah itu, Wang Yizhe tidak akan membuang waktu luang sehabis belajar, dia akan pergi bekerja di kafe terdekat sebagai pelayan dan pembuat kopi. Penghasilannya agak lumayan yaitu sekitar 10.000 yuan (sekitar 20 juta) per bulan, cukup untuk membayar sewa rumah dan tagihan serta biaya pengobatan kakeknya.

Wang Yizhe juga pemain saxophone yang bagus. Di akhir pekan, ia dan teman-temannya akan melakukan pertunjukan jalanan dan sering mendapat tip yang bagus.

Wang Yizhe sangat ingin menjadi barista yang baik dan Saxophone profesional dengan mendapatkan penghasilan yang menguntungkan untuk memastikan bahwa kehidupan keluarganya lebih nyaman.

Kegigihan Wang Yizhe, yang selalu bekerja tanpa lelah sebagai siswa yang mandiri dan juga sebagai penopang keluarga, telah menerima pujian dari berbagai pihak termasuk guru, teman, dan majikannya.

Banyak yang terkesan dan bangga dengan kegigihan dan ketabahan remaja itu menjalani kehidupan. (yant)

Sumber: Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular