Erabaru.net. Berapa jam Anda tidur setiap malam? Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa tidur kurang dari 6 jam setiap malam dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa kualitas tidur yang buruk kurang dari enam jam meningkatkan risiko kardiovaskular sebesar 35% dibandingkan dengan tujuh hingga delapan jam tidur.

Ilustrasi.

Pusat Penelitian Kardiovaskular Nasional (CNIC) Spanyol melakukan penelitian terhadap hampir 4.000 laryawan bank dengan usia rata-rata 46 tahun dan tanpa masalah jantung.

Mereka yang terlibat dalam penelitian tersebut harus memakai sejenis perangkat yang mirip dengan “gelang olahraga” untuk merekam aktivitas olahraga dan tidur secara aktual.

Para peneliti membagi peserta menjadi empat kelompok: Tidur kurang dari 6 jam, waktu tidur 6 hingga 7 jam, waktu tidur 7 hingga 8 jam, dan waktu tidur 8 jam atau lebih.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang tidur kurang dari 6 jam meningkatkan risiko aterosklerosis sebesar 27% dibandingkan dengan tujuh hingga delapan jam tidur. Sementara peserta dengan kualitas tidur yang buruk 34% kemungkinannya mengalami masalah kardiovaskular daripada mereka dengan kualitas tidur yang baik.

Kesehatan fisik tidak hanya terkait dengan waktu tidur, tetapi kualitas tidur juga sangat penting. Jika kualitas tidur baik, efek buruk yang disebabkan oleh waktu tidur pendek dapat diatasi dengan baik. Tim peneliti juga menemukan faktor lain yang memengaruhi kualitas tidur, seperti minum alkohol, asupan kafein berlebihan, dan sebagainya.

José Ordovás mengatakan bahwa banyak orang berpikir bahwa minum alkohol itu baik untuk tidur, tetapi tidak ternyata. “Setelah minum, Anda mungkin akan terbangun dalam tidur, kemudian sulit untuk tertidur lagi. Meski dipaksakan untuk tidur juga kualitas tidur akan sangat buruk,” katanya.

Beberapa penelitian mengatakan bahwa minum kopi baik untuk kesehatan jantung, tetapi ini bagi mereka yang mampu memetabolisme kafein dengan cepat.

Dr Ordovás mengatakan: “Hal itu terkait dengan faktor keturunan. Jika Anda dapat memetabolisme kafein dengan cepat, maka minum kopi tidak akan memengaruhi tidur. sebaliknya Jika metabolisme lambat, itu akan memengaruhi kualitas tidur dan meningkatkan kemungkinan masalah kardiovaskular.”

“Daripada mengandalkan obat-obatan setelah muncul masalah kardiovaskular, lebih baik memperbaiki kualitas tidur,” imbuhnya

Orang-orang yang kurang tidur cenderung menjadi lebih tua, lebih berat, dan memiliki kadar kolesterol serta tekanan darah yang lebih tinggi daripada orang-orang yang lebih banyak istirahat.

Tidur itu jauh lebih penting daripada yang kita bayangkan. Jadi, ubahlah kebiasaan yang tidak baik bagi kesehatan, jangan lagi begadang sambil mengutak-atik ponsel. Ingat, dengan tidur yang berkualitas, Anda baru akan memiliki tubuh yang sehat.(jhn/yant)

Sumber :Daily Mail

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular