Erabaru.net. Penyanyi legendaris Taiwan yakni Teresa Teng telah meninggal dunia selama lebih dua dekade. Namun popularitasnya tidak memudar. Lewat sebuah restoran yang bertema Teresa Teng di kota Beijing, media massa asing mengenang kembali sejarah popularitasnya di Tiongkok pada masa ketika kedua daratan bersitegang, menyebut lagu-lagunya membangkitkan ingatan nostalgia masa lalu, membuat para fansnya terkenang.

Menurut Central News Agency (CNA) yang mengutip berita surat kabar “New York Times”, Teresa Teng atau Deng Lijun (dibaca: Teng Li Cuin) lahir di Yunlin, Taiwan, tanggal 29 Januari 1953 di sebuah keluarga dari luar Taiwan.

Ia salah satu penyanyi yang sangat berpengaruh di pentas musik Asia (termasuk Indonesia) saat masih hidup. Karena ayahnya adalah seorang perwira militer, setelah menjadi terkenal Teresa Teng kerap kali menghibur para perwira dan prajurit di militer. Hingga ia mendapat julukan “kekasih militer”. Tanggal 8 Mei 1995, Teresa Teng meninggal dunia di Thailand akibat penyakit asma, tutup usia 42 tahun.

Berita menyebutkan, Teresa Teng menjadi terkenal berkat mentransformasikan lagu-lagu rakyat dari Taiwan dan Tiongkok yang dibawakan dengan gaya romansa ala Barat, karya-karyanya ada yang sempat dilarang beredar di Tiongkok. Namun walaupun kala itu hubungan kedua daratan dalam situasi tegang, Teresa Teng tetap memiliki penggemar setia di daratan Tiongkok.

Para “fans Teresa Teng” ini kerap berkumpul di Restoran Tema Musik Teresa Teng yang terletak di Jalan Taiwan distrik Shijingshan kota Beijing, di dinding depan dekat  pintu masuk restoran terdapat foto raksasa Teresa Teng yang sedang tersenyum dengan tangan memegang sekuntum bunga mawar putih.

Para penyanyi tetap di restoran tersebut acapkali membawakan lagu-lagu khas Teresa Teng seperti “Yue Liang Dai Biao Wo De Xin”, lagu “Tian Mi Mi”, dan lain sebagainya, bahkan sebutan untuk beberapa menu di restoran itu pun terinspirasi dari lagu-lagu Teresa Teng.

Para penggemar setempat mengatakan, suara nyanyian Teresa Teng sangat indah dan merdu, dengan ciri khas yang tiada duanya.

Zheng Rongbing yang mendirikan restoran ini di tahun 2011 mengilustrasikan, Teresa Teng adalah seorang pendongeng yang memiliki karisma gadis anak tetangga sebelah, suara nyanyiannya tidak pernah memudar di kalangan penggemarnya, karena mampu membangkitkan kenangan masyarakat (di daratan Tiongkok) pada masa beberapa tahun pasca Revolusi Kebudayaan saat pertama kali mendengarkan nyanyiannya.

20 tahun lebih penyanyi legendaris Taiwan Teresa Teng telah meninggal dunia, popularitasnya tetap tidak memudar. Foto database. (golden media)

Zheng Rongbing menyatakan, bagi banyak orang, mendengarkan lagu-lagu Teresa Teng pada masa itu adalah suatu pengalaman yang sama sekali baru, dibandingkan dengan lagu dan musik yang mereka dengar di masa Revolusi Kebudayaan sangat jauh berbeda. Kini, mendengar lagu-lagu Teresa Teng, akan selalu membangkitkan kenangan bagaimana rasa di masa muda mereka.

Setelah lagu-lagu Teresa Teng dilarang, rekaman lagunya kemudian beredar secara ilegal di pasar gelap di Tiongkok, dan popularitasnya tetap bertahan tak tergoyahkan.

Pada Mei 1989 Teresa Teng datang ke Hongkong untuk memberikan dukungan moril bagi para pelajar pro demokrasi yang melakukan meditasi dan mogok makan di Lapangan Tiananmen Beijing (yang kemudian ditumpas oleh militer dengan ribuan korban tewas). Namun seumur hidupnya ia tidak pernah sekali pun menggelar konser menyanyi di daratan Tiongkok.

Di tahun 2011, Gedung Memorial Teresa Teng di kabupaten Daming provinsi Hebei diresmikan, dan tanggal 8 Mei setiap tahunnya, para penggemarnya melakukan peringatan di gedung tersebut untuk mengenang Teresa.

Restoran Tema Musik Teresa Teng di Beijing mendapatkan wewenang dari Yayasan Pengajaran Budaya Teresa Teng Taiwan, untuk menjadikan lantai satu sebagai museum yang memamerkan busana, piano dan berbagai harta benda pribadi milik Teresa semasa hidupnya. Lalu lantai dua dijadikan sebagai resto yang dilengkapi dengan lantai dansa.

Di malam hari saat restoran ramai pengunjung, ratusan orang akan memadati ruangan tersebut, ada juga pengunjung yang bersantap malam di ruang khusus KTV sambil menyanyikan lagu-lagunya. (SUD/WHS/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular