Erabaru.net. Data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan sebanyak 372 kabupaten/kota dari 33 provinsi seluruh Indonesia sudah melaporkan terjadinya kasus dan kematian Demam Berdarah Dengue (DBD).

Laporan yang dilansir Republika.co.id menyebutkan  per 28 Januari 2019, terdapat 11.293 kasus DBD. Kementerian Kesehatan menyebutkan sebanyak 112 jiwa meninggal dunia sejak awal Januari 2019 lalu. Sebaran jumlah korban meninggal dunia di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya pada akhir Desember, Kemenkes juga menerima laporan kasus DBD. Laporan menyebutkan sebanyak 22 provinsi yang terjadi peningkatan kasus suspek dengue, dari 22 provinsi itu ada beberapa wilayah yang menyatakan sudah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB), yakni Kabupaten Kapuas, Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado, dan Kabupaten Manggarai Barat.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Siti Nadia Tarmizi, mengklaim KLB ini sudah ditanggulangi oleh tim gerak cepat Kemenkes bersama dinas kesehatan provinsi setempat.

3M+

Kemenkes kembali menggiatkan kampanye pencegahan terhadap meluasnya kasus penyebaran DBD dengan langkah 3M+ yakni menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas.

Mengapa dengan barang bekas? Kemenkes mengingatkan atas pengembangbiakan nyamuk aedes aegypti dengan terdapatnya genangan air di wadah tersebut.

Kemenkes juga mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan ikan pemakan jentik. Jika kemudian di dalam rumah masyarakat terdapat tanaman berisikan air. Dikarenakan, wadah air tesebut menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk penyebab demam berdarah.

Menaburkan Bubuk Abate

Selain itu, pencegahan dapat dilakukan dengan menaburkan bubuk abate atau larvasida ke bak air.Penaburan ini sebagai langkah mematikan larva nyamuk.

Tak Menumpuk Pakaian

Bersamaan memasuki musim penghujan, masyarakat juga diimbau agar tak menumpuk pakaian kotor serta menggantungnya di tempa terbuka sembarangan. Langkah ini dilakukan agar tak membiarkan nyamuk bersembunyi di sela-sela baju.

Memasang Jendela/Pintu Berkasa

Pencegahan lainnya adalah menggunakan jendela berkasa atau menutupi lubang dengan kawat halus agar tak membiarkan nyamuk leluasa masuk ke rumah. Kini jendela berkasa sangat mudah didapatkan di toko online.

Kelambu

Cara pencegahan Virus dengue yang biasanya menginfeksi nyamuk aedes adalah menggunakan kelambu saat tidur. Walaupun terkesan seperti kebiasaan zaman dulu, tapi cara ini efektif agar tubuh anda tak menjadi sasaran nyamuk baik di siang atau malam hari.

Melansir dari situs Kemenkes, Virus dengue biasanya menginfeksi nyamuk aedes betina saat dia menghisap darah dari seseorang yang sedang dalam fase demam akut (viraemia), yaitu 2 hari sebelum panas sampai 5 hari setelah demam timbul.

Nyamuk menjadi infektif 8-12 hari (periode inkubasi ekstrinsik) sesudah menghisap darah penderita yang sedang viremia dan tetap infektif selama hidupnya.

Setelah melalui periode inkubasi ekstrinsik tersebut, kelenjar ludah nyamuk bersangkutan akan terinfeksi dan virusnya akan ditularkan ketika nyamuk tersebut menggigit dan mengeluarkan cairan ludahnya ke dalam luka gigitan ke tubuh orang lain. Setelah masa inkubasi di tubuh manusia selama 34 hari (rata-rata selama 4-6 hari) timbul gejala awal penyakit.

Gejala awal DBD antara lain demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung, kadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan, pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri ulu hati, perdarahan saluran cerna, syok, hingga kematian. Masa inkubasi penyakit ini 3-14 hari, tetapi pada umumnya 4-7 hari.

DBD menyerang pembuluh darah yang menyebabkan indikator trombosit turun drastis. Kasus meninggalnya seseorang karena mengalami shock pembuluh darah. (asr)

Share

Video Popular