Erabaru.net. Erythema infectiosum telah menyebar di Tokyo dan tempat lainnya di Jepang. Sejak Oktober tahun lalu, lebih dari 26.000 orang dilaporkan terinfeksi hanya dalam tiga bulan, termasuk Miyagi, Niigata, Tokyo, dan Yamanashi telah dimasukkan ke dalam area bencana.

(Foto: Pixabay)

Erythema infectiosum adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebut human parvovirus B19. Virus ini diduga menyebar melalui tetesan di udara (sekresi pernapasan yang ditularkan oleh batuk dan bersin), umumnya dikenal sebagai penyakit apel atau juga sebagai “Penyakit Kelima”.

Sebagian besar penderita Erythema infectiosum atau penyakit kelima ini akan mengalami gejala demam, batuk, dan gejala pilek lainnya yang serupa di awal infeksi. Ruam besar juga akan muncul di pipi, seperti apel merah, tapi ruam lebih jarang terjadi pada anggota badan dan bagian tubuh lainnya.

(Foto:Wikipedia)

Infeksi utama penyakit kelima cenderung menyasar pada anak-anak dan remaja, memiliki daya penyebaran yang cepat dari pra-infeksi sampai ruam, virus telah menyebar sebelum yang bersangkutan merasakan penyakit tersebut.

Umumnya, 7 hingga 10 hari kemudian, ruam wajah yang khas (penampilan pipi yang ditampar) berkembang secara tiba-tiba. Biasanya, ruam wajah berwarna merah cerah. Wajah anak itu tampak seolah-olah ada yang menampar. Ruam ini memudar dalam waktu kurang lebih empat hari.

(Foto:Wikipedia)

Sedangkan untuk orang dewasa, gejalanya relatif ringan, hanya akan menyebabkan nyeri persendian atau pembengkakan. Namun, jika wanita hamil terinfeksi, virus akan ditularkan ke janin melalui ibu, dan dapat menyebabkan keguguran jika serius.

Survei Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang menyebutkan bahwa begitu virus memasuki janin, rasio keguguran atau kelahiran janin mati mencapai 70%.

Selain itu, pasien dengan sistem kekebalan tubuh rendah dapat mengalami gejala anemia berat jika mereka terinfeksi penyakit kelima.

Erythema infectiosum atau penyakit kelima adalah penyakit menular akibat infeksi parvovirus B19 yang umumnya menyerang anak-anak sekitar usia 5-14 tahun.

(Foto:Pixabay)

Untuk sementara ini, belum ada vaksin untuk penyakit ini. Oleh karena itu pihak berwenang Jepang secara khusus menghimbau wanita hamil atau wanita yang berencana hamil agar sering-sering mencuci tangan setelah bepergian. Disarankan mengenakan masker jika ingin pergi ke tempat yang ramai.

Selain itu, wanita hamil sebaiknya hindari orang-orang dengan gejala pilek dan individu berisiko tinggi terinfeksi virus. Jika kontak dekat dengan penderita pnyakit kelima ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter .

(Foto:Pixabay)

Penyakit kelima tidak memerlukan pengobatan khusus, dapat sembuh dengan cara lebih banyak istirahat.

Dari sisi pengobatan hanya dapat membantu meredakan demam, gatal-gatal dan pembengkakan sendi atau gejala nyeri dan sebagainya, jika terjadi gejala terkait, pasien cukup istirahat di rumah, kurangi jalan-jalan di luar.

Sementara itu, bagi Anda yang memiliki rencana untuk jalan-jalan ke Jepang dalam waktu dekat, dihimbau sebaiknya lebih berhati-hati!(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular