Erabaru.net- Jaksa Malaysia pada 28 Januari 2019 kembali menuntut mantan perdana menteri Najib Razak dengan tiga tuduhan kasus pencucian uang. Najib diduga menerima uang dari hasil aktivitas ilegal dengan rekening pribadinya.

Najib secara tak terduga kalah dalam pemilihan dengan Mahathir Mohamad pada Mei tahun lalu.

Najib kini harus menghadapi dengan serangkaian tuduhan korupsi, sebagian besar terkait dengan kerugian pada dana negara 1MDB. Tuntutan terakhir menjadikan total secara keseluruhan menjadi 42 tuntuan.

Najib mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan dan secara konsisten membantah melakukan kesalahan.

Jaksa pada Senin lalu menuntut Najib Razak menerima dalam rekening bank pribadinya total $ 11,44 juta (47 juta ringgit) terkait kegiatan ilegal, berdasarkan rincian keuangan yang diperlihatkan oleh Reuters.

Hukuman untuk setiap tuduhan akan melibatkan denda maksimum $ 1,2 juta (5 juta ringgit) atau penjara hingga lima tahun atau keduanya. Kantor berita nasional Bernama melaporkan bahwa Najib mengaku tidak bersalah atas tuduhan terbaru tersebut.

Departemen Kehakiman AS memperkirakan sebanyak $ 4,5 miliar disalahgunakan oleh pejabat tingkat tinggi terkait skandal 1MDB dan rekan mereka antara 2009 dan 2014. 1MDB didirikan oleh Najib Razak.

Pemerintahan yang baru dipimpin oleh Perdana Menteri Mahathir membuka kembali penyelidikan kasus skandal 1MDB setelah menang pemilu.

Mantan kepala perbendaharaan Najib, Mohamad Irwan Serigar Abdullah, dan mantan kepala eksekutif 1MDB Arul Kanda Kandasamy telah didakwa atas kasus 1MDB. Mereka berdua membantah melakukan kesalahan.

Malaysia bulan lalu mengajukan tuntutan terhadap Goldman Sachs sehubungan dengan perannya sebagai penjamin emisi dan arranger penjualan obligasi yang mengumpulkan dana sebesar $ 6,5 miliar untuk 1MDB.

Goldman Sachs secara konsisten membantah melakukan kesalahan. bank terkemuka AS ini mengatakan anggota tertentu dari pemerintah Malaysia dan 1MDB berbohong kepada mereka tentang hasil penjualan obligasi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Lim Guan Eng mengatakan Jaksa Agung sudah memulai proses penuntutan terhadap Goldman Sachs.

“Saya pikir kami akan mengambil tindakan hukum (jika Goldman Sachs gagal). Prosesnya sudah dimulai oleh Jaksa Agung, “kata Guan Eng saat wawancara dengan CNN.

Guan Eng mengatakan pengakuan bersalah oleh mantan eksekutif senior Goldman Sachs adalah bukti kuat keterlibatan bank dalam masalah obligasi mencurigakan yang melibatkan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

“Pengakuan oleh perwira senior (Goldman Sachs) yang memiliki akses kepada mantan Kepala Eksekutif (Goldmand Sachs), adalah bukti nyata bahwa Goldman Sachs tahu tentang tindakan ini.”

“Bagaimana mereka menyangkal bahwa bank-bank mereka mengumpulkan sejumlah besar biaya dan pada saat yang sama menyatakan Anda mewakili Malaysia? Kurasa mereka tidak bisa lari,” katanya.

Guan Eng berharap Goldman Sachs mengumumkan kinerja keuangannya bulan depan akan mengalokasikan anggaran untuk menyelesaikan klaim Malaysia.

Malaysia menuntut total US $ 7,5 miliar dari Goldman Sachs untuk penerbitan obligasi sebesar US $ 6,5 miliar dan US $ 600 juta.

Guan Eng mengatakan Malaysia masih berusaha untuk menemukan pengusaha yang terlibat Low Taek Jho atau Jho Low.

“Kami masih mencari dia. Kami akan dapat bertemu dengannya,” katanya. Dia tak menjawab tuduhan bahwa Jho Low ada di Guangzhou.

Atas pertanyaan soal Jho Low dari Penang dapat terlibat dalam skandal, Guan Eng mengatakan pertanyaan itu seharusnya tentang mengapa mantan perdana menteri mempercayakan kepada Jho Low dengan kekayaan negara untuk berinvestasi. (asr)

Sumber : The Epochtimes/Astro Awani

Share

Video Popular