Washington DC – Para pencari suaka ke Amerika Serikat yang memasuki negara itu dari Meksiko kini harus menunggu di negara yang ada di selatan AS itu. Mereka wajib menunggu di Meksiko, ketika pengajuan suaka mereka diproses dan belum disetujui oleh otoritas AS.

Kebijakan ini berlaku setelah pemerintah Amerika Serikat pada 29 Januari 2019, meluncurkan program baru yang disebut Protokol Perlindungan Migran (MPP). Program ini menjadi upaya untuk memastikan klaim suaka yang layak, sekaligus menghentikan gelombang ribuan imigran ilegal yang selama ini dibiarkan bebas berkeliaran di AS ketika pengajuan suaka belum disetujui.

Kebijakan lama menurut Pemerintahan Donald Trump diklaim rawan dimanfaatkan oleh kartel narkoba dan perdagangan orang selama belasan tahun.

Pejabat Meksiko mengirim sinyal beragam pada titik penting apakah Meksiko akan memberlakukan batasan pada penerimaan keluarga pencari suaka. Tonatiuh Guillen, komisaris Institut Imigrasi Nasional Meksiko, mengatakan Meksiko hanya akan menerima orang berusia 18 hingga 60 tahun, yang mengesampingkan keluarga dengan anak kecil.

Tetapi Roberto Velasco, juru bicara sekretaris hubungan luar negeri Meksiko, mengatakan pada Jumat, 25 Januari, pengungsi rombongan keluarga akan diproses berbeda pada kasus per kasus.

Peluncuran program ini terbatas pada penyeberangan perbatasan San Ysidro San Diego, yang tersibuk di negara itu, meskipun Komisaris Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Kevin McAleenan menulis dalam memo yang dirilis Selasa bahwa mereka diperkirakan akan memperluas ke rute penyeberangan lain dalam waktu dekat. Namun, Guillen mengatakan Meksiko hanya akan mengizinkan program itu di persimpangan yang menghubungkan San Diego dan Tijuana.

Badan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS mengatakan dalam memo kepada karyawan bahwa petugas suaka akan mewawancarai migran untuk menentukan apakah mereka memang berpotensi dianiaya atau disiksa di negara asalnya. Jika tidak, mereka akan dikembalikan ke Meksiko. (THE ASSOCIATED PRESS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular