Erabaru.net. “Xiao Liu, berhenti di sini saja!” Kata seorang pemuda berpakaian necis yang duduk di belakang pada supirnya.Supir itu mengerutkan kening dan berkata kepada bosnya: “Pak, banyak genangan air berlumpur di depan, bapak yakin mau turun disini?”.

“Harapan saya dulu adalah bisa terus berjalan di jalan setapak yang berlumpur seperti ini,” sahutnya kalem.

Supir itu membantu bosnya turun dari mobil, kemudian mengambil sesuatu di bagasi, ia ganti pakaian necisnya dengan pakaian compang-camping, dan seketika berubah dari seorang bos besar menjadi seorang pria cacat dengan pakaian dekil.

Pria muda itu berjalan tertatih-tatih melewati jalan berlumpur dan berhenti di depan sebuah rumah sederhana.

Dia masuk ke dalam dan melihat sepasang suami istri yang sudah tua. Dan sudah bisa diduga, kedua orangtua itu mengenalinya.

“Aku pulang!” katanya pria muda itu datar.

“Untuk apa kamu pulang!” Sahut orangtuanya sambil memandangnya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki dengan sinis.

Pria muda itu bertanya kepada mereka apakah mereka tidak merindukannya setelah sekian tahun lamanya tidak bertemu.

“Sejak kamu menghilang waktu itu, kamu bukan lagi anak kita,” kata orangtuanya ketus.

Pria muda itu tersenyum dingin. “Kalian tetap saja seperti dulu, belum berubah! Menghilang? Aku menghilang? Oh ~” kata pria muda sambil melemparkan tongkatnya , lalu duduk di bangku. “Kalau begitu kita pikirkan kembali baik-baik! Sepuluh tahun yang lalu, kalian mencampakkan aku dan adik karena kecelakaan mobil, kakiku patah dan kalian tidak mau mengobatinya.”

Pasangan tua itu berkata,: “Karena kita tidak punya biaya, adikmu juga cedera waktu itu!”

“Adik terluka dan memang seharusnya diobati, itu tak masalah bagiku, tapi membiarkan aku tidak diobati itu pasti karena ayah suka berjudi,” kata pria muda itu.

“Sudahlah jangan dibicarakan lagi” kata ibunya, mencoba meredakan ketegangan antara ayah dan anaknya itu.

Pria itu melanjutkan,: “Sakit ya rasanya sekarang mendengarnya, tapi tidak merasa sakit saat aku dibuang ketika sedang tertidur waktu itu.”

“Kalian benar-benar tidak berubah sedikit pun,” teriak pemuda itu dengan lantang dan menggulung celana panjangnya memperlihatkan alat penyanggah kakinya.

Namun orangtuanya sedikit pun tidak tampak ada rasa sesal dan simpati di wajah mereka.

Setelah hening beberapa saat, pemuda itu kemudian mencari adik perempuannya, tetapi dihadang orangtuanya, dan sempat bersitegang beberapa saat.

Seorang gadis berjalan pulang dari luar dan ia terpaku sejenak setelah melihat pria muda itu, kemudian dengan ragu-ragu dan suara tertahan ia berkata lirih,: “Kak?”

Pemuda yang dipanggil kakak itu seketika meneteskan air mata sambil mengangguk-anggukan kepala.

Gadis manis itu berlari dan memeluknya sambil berkata,: “Tahukah kak, Aku selama ini selalu mencarimu, aku kira tidak akan menemukanmu lagi, aku juga tak tahu apakah kakak masih ada di dunia.”

Kedua orangtuanya menarik gadis itu dan berkata: “Sudah cukup nangisnya, waktu itu kami mengobatimu supaya nanti kamu bisa menikah dengan keluarga Wang yang kaya raya itu, ayo sana masuk.”

Mendengar perkataan orangtuanya, si pemuda segera menarik adik perempuannya dan berkata: “Kakak sekarang sudah kaya, ikut bersama kakak saja!” Katanya sambil melemparkan kartu namanya yang tercetak “Direktur utama Chen group – Chen Qiang”.

Orang yang benar-benar berpengaruh dan kaya raya itu sifatnya rendah hati dan bersahaja. Sementara mereka yang mengatakan betapa hebatnya diri mereka itu sebenarnya hanya menipu diri sendiri, dan mereka bukan apa-apa ketika menghadapi masalah.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular