Erabaru.net. Artikel ini adalah kelanjutan serial bersambung dari buku Tujuan Terakhir Komunisme yang diterbitkan oleh Editorial 9 Komentar Partai Komunis Tiongkok.

Kali ini masih membahas bagian Tiongkok. Tema pembahasan mengenai bab 3 yang berjudul Membantai dengan Menggunakan Kekerasan — Kejahatan Menembus Kubah Semesta (bagian Akhir).

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme – Membantai Menggunakan Kekerasan — Kejahatan Menembus Kubah Semesta- Bagian Akhir (I)

VI. KEJAHATAN TERBURUK

  1. PENGANIAYAAN FALUN GONG

Pada periode akhir Revolusi Kebudayaan, orang-orang mendambakan tubuh yang sehat, dan olahraga pun mulai memasyarakat. Ajaran kuno seperti Wuqinxi (Qigong yang meniru gerakan Lima Hewan), Taijiquan (sebuah bentuk seni beladiri dan senam kesehatan aliran lembut dari Tiongkok yang diciptakan oleh Zhang Sanfeng), Yijin Jing (Kitab Pengubah Otot; ajaran Shaolin; konon merupakan warisan Bodhidharma) dan lain-lain secara diam-diam bangkit, dan dengan sangat cepat telah terjadi Demam Qigong (atau chi kung adalah suatu sistem kuno dari Tiongkok yang bermanfaat untuk menjaga atau meningkatkan kondisi kesehatan dengan cara mengintegrasikan sikap tubuh, teknik pernafasan dan pemfokusan pikiran).

Pada bulan Mei 1992, Mr. Li Hongzhi telah menyebarkan keyakinan pada “Sejati – Baik – Sabar (Zhen – Shan – Ren)” yang menjadi akar dari Falun Gong, yang juga disebut dengan Falun Dafa.

Latihan Dafa (Maha Hukum) sangat sederhana dan mudah, dimulai dari menghalau penyakit dan menyehatkan tubuh, hanya dalam waktu beberapa tahun saja telah tersebar dari mulut ke mulut, sudah terdapat seratusan juta orang yang bergabung, tersebar di seluruh Tiongkok dan di seluruh dunia.

Mei 1998 di Shenyang, Tiongkok, praktisi Falun Gong latihan bersama. (internet)

Falun Gong mengembalikan hati manusia ke jalan lurus, praktisi Falun Gong berkultivasi hati menuju kebajikan (Shan) dan dengan gigih memurnikan diri sendiri serta kembali ke kepercayaan pada sang Pencipta, bagi roh jahat, (keberadaan Falun Gong) ini terlihat bagaikan duri di mata; di satu sisi dikarenakan penyebaran Falun Gong telah menggerakkan kepercayaan dari seluruh masyarakat telah bangkit dan moralitas membubung kembali, di sisi lain prinsip “Sejati – Baik – Sabar” (Zhen – Shan – Ren) juga mencakupi intisari dari kebudayaan tradisional Tiongkok.

Seiring dengan tersebar luasnya Dafa, semakin banyak manusia di dunia yang memasuki jalan xiulian (kultivasi), dipastikan bakal membawa umat manusia melangkah kembali ke jalan yang lurus, membawa seluruh negeri kembali ke kesahajaan dan kebijakan jernih.

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme : Bagian Tiongkok – Negara yang Menjadi Pusat  Kebudayaan Warisan Dewata (1)

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme : Bagian Tiongkok – Negara yang Menjadi Pusat Kebudayaan Warisan Dewata (2)

Tujuan terakhir dari roh jahat Partai Komunis Tiongkok (PKT) adalah melalui pemusnahan kebudayaan dan moralitas untuk menghalangi manusia memperoleh penyelamatan dari Sang Pencipta, dengan sendirinya tentu saja memandang Falun Gong sebagai musuh besar nomor satu.

Pada bulan Juli 1999, mantan dedengkot PKT Jiang Zemin denga nsendiri secara bergegas telah melancarkan penganiayaan menyeluruh terhadap Falun Dafa dan para praktisinya. Dafa memperlakukan seluruh kehidupan dengan kebajikan (Shan), termasuk kehidupan yang negatif, juga berulang kali memberi mereka kesempatan, agar mereka melepaskan rasa permusuhan, dan mendapatkan kehidupan baru. Tetapi roh jahat komunis bersikeras bermusuhan dengan Dafa dan para praktisinya, maka ia dipastikan menggali kuburnya sendiri.

Ia menggunakan semua media,  divisi Keamanan Publik dan Polisi Bersenjata, untuk menyebarkan rumor fitnahan, menangkap dan memenjarakan para praktisi Dafa. Jiang Zemin saat menginstruksikan penganiayaan Falun Gong di Rapat Kerja Sentral dengan arogan menyatakan: “Saya tidak percaya partai komunis tidak dapat mengalahkan Falun Gong!”

Jiang Zemin (Internet)

Jika PKT tidak memiliki akumulasi teror pembantaian dan pengalaman mengubah-paksa manusia selama beberapa dekade, apakah penganiayaan Falun Gong dapat demikian saja dilakukan? Praktisi Falun Gong berkultivasi hati menuju kebajikan (Shan), tubuh pun menjadi sehat, pada saat itu ada seratusan juta praktisi Falun Gong, jika digabung dengan teman dan keluarga setiap praktisi, itu adalah sebuah komunitas dengan jumlah yang luar biasa besar.

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme – Konspirasi Iblis Merah Menghancurkan Umat Manusia (Bagian 1)

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme – Konspirasi Iblis Merah Menghancurkan Umat Manusia (Bagian II)

Apakah semudah itu begitu ingin ditindas lalu langsung dapat ditindas? Perintah “cemarkan reputasinya, bangkrutkan secara finansial, musnahkan fisiknya” yang diperintahkan oleh Jiang Zemin, justru adalah ledakan menyeluruh dari kejahatan yang dikumpulkan oleh PKT selama beberapa dekade. Pembantaian selama beberapa dekade telah menciptakan lingkungan teror, agar PKT tidak perlu membantai secara terbuka dalam skala besar, juga dapat menjalankan babak penganiayaan ini.

Roh jahat komunis secara efektif menggunakan taktik ekonomi untuk membelenggu negara bebas, sehingga membuat mereka tak mampu menghentikan policy penganiayaan PKT, pada saat yang sama secara diam-diam membantai dengan brutal.

Praktisi Dafa yang tidak bersalah dan tidak terhitung jumlahnya telah dijatuhi hukuman, dipenjara dan dibantai, bahkan diambil organ tubuhnya secara hidup-hidup, namun banyak sekali orang di  dunia terkelabuhi mengenai hal ini.

Banyak sekali orang di dunia di tengah tekanan tinggi, cuci otak dan pembantaian hanya bisa membisu, berubah menjadi mati rasa, abai terhadap penganiayaan, bahkan bertentangan degan nuraninya sendiri bersedia menuruti dan terlibat dalam penganiayaan dan tanpa disadari diri sendiri sudah terbelenggu ikut menuju jalan kemusnahan.

ILUSTRASI : Pada tahap awal pemerintahan (setelah 1949) mereka membunuh secara demonstratif. Dalam Peristiwa Pembantaian Tiananmen 1989 mereka membunuh secara semi terbuka meskipun pasca kejadian telah disangkal sendiri dengan keras. Ketika di tahun 1999 terjadi penindasan terhadap Falun Gong, mereka tidak lagi membunuh secara terbuka, perampasan organ secara hidup-hidup berskala besar yang terungkap setelahnya, jelas adalah membunuh secara diam-diam yang tertutup sangat rapat. (Getty Images)

Kami terutama ingin meminta pembaca memerhatikan dan merenungkan sebuah fenomena yang membingungkan: “Banyak sekali pengikut Dafa yang ditahan di pusat tahanan, kamp kerja paksa dan penjara, yang pernah berhadapan dengan tuntutan serupa, terutama pada periode awal penganiayaan, yaitu asalkan mereka menandatangani di atas kertas “surat jaminan” dan “surat penyesalan” untuk tidak lagi berkultivasi serta “mengungkap dan mengkritik” Falun Gong, maka semua siksaan dan tindakan kejam segera akan dihentikan, bahkan ada yang langsung dilepaskan pulang ke rumah.”

Keanehan dari fenomena ini terletak pada: dalam gerakan politik PKT yang berulang kali di masa lalu, walau sang korban menundukkan kepala mengakui bersalah, juga masih tetap saja mengalami pengganyangan, dipenjara dan disiksa bahkan dihukum mati, sepenuhnya tak kuasa atas dirinya sendiri. Sedangkan praktisi Falun Gong apakah mengalami penyiksaan bahkan memperoleh kebebasan dan seolah-olah diri sendiri dapat memutuskan. Mungkinkah PKT telah berubah menjadi baik? Jawabannya tentu saja tidak.

BACA : Tujuan Terakhir Komunisme : Partai Komunis Tiongkok- Sejuta Perubahan Tidak Lepas dari Kejahatannya (Bagian 1)

BACA : Tujuan Terakhir Komunisme : Partai Komunis Tiongkok- Sejuta Perubahan Tidak Lepas dari Kejahatannya (Bagian 2)

Terhadap semua praktisi Falun Gong yang teguh, berbagai macam siksaan diluar batas yang melampaui kemampuan deskripsi bahasa umat manusia diterapkan silih berganti.

Dilihat dari jenis, tingkatan dan luasnya skala penyiksaan, kebrutalan dan kejahatan PKT tidak berubah sedikit pun, bahkan berubah semakin buruk, namun asalkan praktisi Falun Gong melepaskan keyakinan mereka, maka PKT seolah langsung membuka sangkar dan membiarkan tahanan keluar. Ini justru sekali lagi membuktikan bahwa tujuan dari PKT adalah demi benar-benar memusnahkan manusia, bukan hanya ingin memusnahkan tubuh manusia secara fisik, namun bahkan ingin memusnahkan jiwa manusia.

Di satu sisi adalah timbul dari kebencian roh jahat kepada sang Pencipta, di sisi lain juga adalah karena penyebaran Falun Gong telah menggerakkan kepercayaan dari seluruh masyarakat bangkit kembali, moralitas membubung kembali dan prinsip “Sejati – Baik – Sabar (Zhen – Shan – Ren)” juga berisikan intisari dari kebudayaan tradisional Tiongkok.

Bagi roh jahat PKT yang mempunyai tujuan akhir menghalangi manusia mendapat penyelamatan dari Sang Pencipta, melalui penghancuran kebudayaan dan moralitas, tentu akan menganggap Falun Gong sebagai musuh besar nomor satu.

  1. MERAMPAS HIDUP-HIDUP ORGAN PRAKTISI FALUN DAFA

Roh jahat komunis yang telah mengumpulkan metode penganiayaan jahat yang ada dari dulu hingga sekarang, dari luar maupun dalam negeri. Bahkan melampaui segala metode ini, hingga merampas hidup-hidup organ praktisi Falun Gong, dengan menggunakan metode paling jahat yang belum pernah ada di atas planet umat manusia ini untuk menganiaya dan menyiksa hingga mati praktisi Falun Gong.

Di mata roh jahat komunis, kepercayaan teguh dan keberanian dari praktisi Falun Gong telah membuat banyak sekali metode penganiayaan mereka yang digunakan secara trampil dan selalu efektif menjadi kehilangan efektivitasnya. Terutama dalam menghadapi para praktisi Falun Gong yang tidak berhasil ditransformasi oleh mereka yang juga kehabisan ide, maka perampasan organ hidup-hidup telah menjadi metode penting dalam penganiayaan PKT.

Keuntungan ekonominya (perampasan organ) yang luar biasa besar tidak hanya dapat digunakan untuk mempertahankan penganiayaan, juga telah menarik minat orang-orang dari seluruh dunia yang demi mempertahankan hidup, datang ke Tiongkok untuk menjalani transplantasi organ dan menggunakan uang untuk membeli organ dari tubuh hidup praktisi Falun Dafa. Sebenarnya ini juga sedang membantu PKT dalam membunuh manusia. Ini juga persis sama seperti apa yang diinginkan oleh roh jahat, yaitu selangkah lagi lebih maju dalam mencapai tujuan memusnahkan semua manusia yang ada di dunia.

David Kilgour (kanan) berbicara di rapat umum setelah menerima penghargaan Friends of Falun Gong Hak Asasi Manusia dari direktur eksekutif organisasi Alan Adler (kiri) pada 20 Juni 2018 di Washington. (Samira Bouaou / The Epoch Times)

Pada tanggal 7 Juli 2006, pengacara HAM Kanada David Matas dan mantan anggota senior parlemen Kanada David Kilgour untuk pertama kalinya memublikasikan Perampasan Organ Berdarah: Laporan Investigasi Terkait Dugaan Partai Komunis Tiongkok Merampas Organ Praktisi Falun Gong (Bloody Harvest, The killing of Falun Gong for Their Organs).

Laporan tersebut atas dasar 18 bukti telah memverifikasi bahwa, tindak kejahatan dari PKT dalam merampas organ dari tubuh hidup praktisi Falun Gong adalah sungguh eksis, dan juga disebut sebagai “kejahatan yang belum pernah ada di planet bumi ini”. Melalui kerja keras para penyidik internasional, pada bulan Juni 2016 Laporan Investigasi “Perampasan Organ Hidup-Hidup yang Bergelimang Darah” dan “Pembantaian Besar” yang telah diperbarui telah dipublikasikan. Dengan ketebalan 680 halaman dan hampir 2.400 artikel referensi, laporan tersebut telah mengungkap karakteristik sebenarnya dari tindak kejahatan PKT merampas organ hidup-hidup dengan skalanya yang sangat mengejutkan.

Penghargaan Friends of Falun Gong Human Rights Award David Kilgour dan David Matas
David Matas (kanan) berbicara di rapat umum setelah menerima Penghargaan Hak Asasi Manusia dari Falun Gong bersama-sama dengan David Kilgour (kiri) pada 20 Juni 2018 di Washington. (Samira Bouaou / The Epoch Times)

Pada 13 Juni 2016, berdasarkan semua investigasi dan bukti yang terkumpul, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika dengan suara bulat meloloskan Resolusi-343, yang mengutuk PKT karena secara paksa merampas organ praktisi Falun Gong dan tahanan hati nurani lainnya, menuntut dilakukannya investigasi yang terpercaya dan transparan serta independen terhadap kasus penyalahgunaan dan perampasan organ yang dilakukan oleh PKT. Masyarakat bebas akhirnya mulai dapat mengenali tingkat kejahatan dari penganiayaan PKT terhadap Falun Dafa dan para praktisinya.

KESIMPULAN

Dalam seratus tahun terakhir, komunisme telah menyebabkan kematian lebih dari seratus juta orang di atas bumi. Betapa di Soviet Rusia dan di bawah dinding Tembok Berlin masih ada banyak roh penasaran yang gentayangan, yang tidak dapat memperoleh Ritual Pengampunan (Chaodu); rezim komunis lainnya yang mendapat dukungan dari Soviet Rusia dan PKT telah membunuh berapa banyak rakyat negaranya sendiri!

BACA JUGA : Serial Tujuan Terakhir Komunisme : Mengubah Manusia Menjadi “Bukan Manusia”

BACA JUGA : Komunis Membantai dengan Brutal – Kejahatan Menembus Kubah Semesta

Kamboja, sebuah negara yang demikian kecil, namun ada jutaan rakyat yang disiksa dan dibunuh oleh rezim komunis Pol Pot (pemimpin komunis Kamboja), tumpukan tulang belulang di dalam lubang kuburan massal mencatat kejahatan pembantaian dari iblis merah komunis.

Baru-baru ini pemimpin partai totaliter komunis Korea Utara di siang hari bolong, telah menyiksa dan membunuh anggota keluarga sendiri di dalam partai termasuk juga rakyat biasa, dan juga mengancam dunia dengan perang nuklir.

Sesungguhnya sejarah dari komunisme adalah catatan sejarah pembunuhan manusia sejilid demi sejilid, setiap halamannya dipenuhi dengan noda darah manusia dan semuanya mencatat tindakan kejahatan roh jahat komunis selama ratusan tahun ini yang sepanjang jalan telah ketagihan membunuh dengan menggunakan kekerasan.

Buku Tujuan Terakhir Komunisme (https://www.tiantibooks.org)

Bab ini membahas sejarah PKT yang dipenuhi dengan kebrutalan pembunuhan manusia dan memusnahkan kebudayaan, tidak hanya telah mengungkap pembantaian dan perusakan semata-mata, bahkan menjelaskan bahwa dua macam taktik ini juga merupakan taktik yang digunakan oleh roh jahat komunis untuk memusnahkan umat manusia. Pada saat yang sama juga mengungkap konsekuensi yang berwujud di permukaan dan bagian akhir mengerikan yang untuk sementara ini belum dapat terlihat oleh manusia di dunia.

Di tengah gelombang besar kebudayaan tradisional dihancurkan dan moralitas dirusak, banyak sekali manusia di dunia yang ikut terbawa arus, sudah kehilangan kemampuan untuk dapat memahami perintah Tuhan di masa terakhir, dan akan menghadapi akhir dihancurkan seluruhnya. Tetapi ada berapa banyak manusia di dunia yang dapat menyadari bahwa bencana besar sudah di depan mata?

Kejahatan PKT yang abai terhadap belas kasih dari Tuhan, yang bertindak sesuka hati, sudah berjalan hingga langkah terakhir dari kejahatan maksimal.

Baik dan jahat pada akhirnya akan ada balasan, yang jahat tidak dapat mengalahkan yang lurus adalah prinsip sejati yang selamanya bertahan dalam alam semesta.

Bagi manusia di dunia, mempertahankan kemurnian dan sifat dasar kebajikan, memegang erat standar moral dan perilaku serta pemikiran yang ditetapkan oleh Tuhan kepada umat manusia, melangkah kembali ke jalan tradisional barulah merupakan jaminan bagi manusia di dunia untuk dapat melewati bencana besar hidup mati. (SUN/WHS/asr)

Share

Video Popular