oleh Gao Shan

Tulisan di atas nisan granit makam Karl Marx di London telah mengalami kerusakan yang disengaja dengan menggunakan benda seperti pahat tumpul secara berulang kali.

Menurut laporan media Inggris, para pengrusak telah membuat tulisan yang tertera di atas nisan makam Karl Marx di tempat pemakaman Highgate, London Utara itu tidak lagi terbaca.

Pengurus makam mengatakan bahwa itu mungkin merupakan kritik yang sengaja ditujukan kepada ideologi komunisnya Karl Marx.

Ian Dungavell, penanggungjawab dari Friends of Highgate Cemetery Trust, sebuah badan yang mengelola pemakaman mengungkapkan pada Selasa (5/2/2019) bahwa tulisan di atas nisan granit makam Karl Marx sudah tidak terbaca karena dirusak dengan benda seperti pahat tumpul. Ia mengatakan bahwa kerusakan itu baru ditemukan pada Senin (4/2/109).

Dalam komentarnya Ian Dungavell mengatakan : “Nisan makam Karl Marx tampaknya memang sengaja dipilih oleh pengrusak, sehingga tidak tampak seperti pengrusakan yang tidak terarah. Tetapi lebih menonjol pada serangan pengrusakan yang disengaja”.

Karl Marx yang warga Jerman itu pindah ke London pada tahun 1849 dan menghabiskan sisa hidupnya di ibukota Inggris. Dia meninggal pada 14 Maret 1883.

Nisan granit di utara London ini memiliki tinggi 3,7 meter (12 kaki) dengan patung Marx yang terbuat dari perunggu di bagian atas. Makam tersebut dibangun oleh Partai Komunis Inggris pada tahun 1956.

Dapat dilihat bahwa huruf di atas nisan granit itu telah tak terbaca, terutama di sekitar nama Marx karena terkena pahatan.

Makam Karl Marx sebelumnya juga pernah mengalami pengrusakan. Patung perunggu Marx setengah badan itu diserang oleh bom tubular pada tahun 1970-an, selain dicat juga coretan-coretan.

Ian Dungavell mengatakan : “Monumen ini sudah ‘babak belur’ dirusak orang”, “Meskipun bukan kerusakan itu tidak bisa diperbaiki, tapi sudah tidak asli lagi”.

Menurut laporan, Highgate Cemetery adalah pemakaman umum yang tidak dipungut biaya.

Pengunjung dapat secara sukarela membayar tiket masuk, tetapi kemudian tiket ditentukan sebesar £ 2 per orang dan naik menjadi £ 4 setelah bulan Mei 2015. Ketika banyak orang Barat dapat masuk secara bebas, Orang Tiongkok justru dikenakan biaya. Kabarnya, pendapatan dari menjual tiket di makam Highgate tahunan bisa sekitar £ 100.000.

Menurut catatan sejarah, Karl Marx yang masih berusia muda adalah seorang yang beragama Kristen, tetapi ia bergabung dengan Gereja Setan yang dipandu oleh Joana Southcott pada tahun-tahun ia kuliah. Sejak itu, karakternya berubah secara dramatis. (Sin/asr)

Share

Video Popular