Erabaru.net. Di masa lalu, ada seorang pria yang sangat miskin, tidak bisa menghidupi keluarganya, tapi, ia berhati baik dan jujur, tidak pernah melakukan perbuatan jahat dan hal-hal yang dilarang. Karena saking miskinnya, untuk mempertahankan hidupnya,mau tidak mau dia menjadi pelayan pada beberapa saudagar kaya.

Ilustrasi.

Para saudagar kaya ini, mengajak pria miskin bersama-sama ke laut mencari harta karun. Setelah mendapatkan barang berharga yang cukup banyak, mereka membuka layar kapal kembali ke daratan.

Di tengah perjalanan, dan entah apa sebabnya, kapal mereka tiba-tiba berhenti. Bagaimanapun mereka mendayung, kapal tetap tidak bergerak sama sekali.

Para saudagar menjadi panik dan ketakutan, dan mengira telah bersalah kepada dewa laut karena mengambil harta karun itu, sehingga dewa laut menjatuhkan hukuman kepadanya.

Kemudian, mereka segera berlutut dan memanjatkan do’a memohon kepada dewa laut agar mengampuni mereka. Sedangkan pria miskin itu, karena sepanjang hidupnya tidak pernah melakukan kejahatan, jadi, tidak ikut berdo’a seperti para saudagar itu.

Kapal tidak bisa bergerak, memang itu sengaja dilakukan oleh dewa laut. Dewa laut ingin menghukum saudagar yang telah menghina mereka, sehingga membuat kapal tenggelam, namun, orang miskin yang ada di kapal itu adalah orang yang baik hati, tidak boleh mencelakainya.

Ilustrasi

Sang dewa berpikir cara yang terbaik selama tujuh hari berturut-turut, hingga akhirnya mendapatkan sebuah ide yang cerdik.

Sang dewa berpikir sejenak : “Biar aku uji dulu saudagar-saudagar ini ! Jika mereka bisa melewati ujian ini, maka aku akan mengampuni mereka. Namun sebaliknya jika tidak bisa melewati ujian ini, maka saat aku menjatuhkan hukuman juga tidak akan mencelakai orang miskin itu.”

Kapal tidak bisa bergerak di laut selama tujuh hari tujuh malam, para saudagar pun menjadi panik. Pada malam ke-7, seorang saudagar bermimpi, dalam mimpinya ia mendengar dewa laut berkata kepadanya : “Jika kalian serahkan orang miskin itu kepadaku sebagai korban persembahan, maka aku akan melepaskan kalian.”

Setelah saudagar itu bangun dari tidurnya, ia pun menceritakan mimpinya itu kepada saudagar lainnya. Saat para saudagar sedang diskusi secara diam-diam tentang bagaimana caranya menghukum orang miskin itu, si miskin akhirnya tahu hal tersebut.

Tak disangka, orang miskin itu justru berkata : “Baiklah! Biarlah aku yang mengorbankan diri untuk sang dewa! Jangan dikarenakan saya seorang, kalian semua jadi ikut celaka.”

Bukan main senangnya para saudagar itu begitu mendengar si miskin rela berkorban, sebab dengan begitu bisa mengurangi banyak masalah.

Kemudian, mereka membuat sebuah rakit, menaruh sejumlah makanan dan minuman, lalu mengantar si miskin naik ke atas rakit. Para saudagar yang banyak menyimpan harta benda tersebut mendayung kapal besar itu lalu pergi dengan senyum puas dan gembira.

Ilustrasi.

Mengetahui situasi demikian, sang dewa pun menggulung ombak besar menjungkirbalikkan kapal para saudagar itu. Dan akhirnya saudagar-saudagar itu pun tewas di dalam perut ikan-ikan buas.

Kemudian, sang dewa meniup seberkas angin nan lembut mengantar rakit orang miskin itu kembali ke pesisir pantai. Jadi, demikianlah orang miskin itu pun dengan aman dan selamat pulang ke kampung rumahnya, bertemu dan berkumpul kembali dengan anak istrinya. (jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular