Erabaru.net. Pemuda ini lulus dari sekolah menengah atas, dan dia menginginkan sebuah mobil baru sebagai hadiah kelulusan. Ayahnya telah mengajaknya berkeliling di sejumlah dealer mobil. Tapi pada hari kelulusan ayahnya hanya memberinya sebuah Alkitab.

Saat upacara kelulusan berakhir, keluarga itu pulang ke rumah. Putranya yang sedang membayangkan mobil baru favoritnya itu telah parkir di halaman rumahnya. Tapi seketika dia kecewa, karena tidak melihat ada mobil apa pun di sana.

ilustrasi.

Dia melihat ayahnya keluar dari ruang belajar sambil tersenyum di tangannya tampak sebuah Alkitab, kemudian berkata kepadanya, : “Nak, ayah benar-benar senang kamu telah lulus!”

Saat itu, kekecewaan putranya berubah menjadi amarah. Dia tidak menyangka ayah tercintanya itu adalah orang yang mengingkari janjinya sendiri dan tidak bisa dipercaya.

Dan tanpa bicara lagi, dia berbalik dan langsung pergi dari rumah. Tak disangka begitu pergi dia tak kembali lagi selama lebih dari tiga puluh tahun.

Ilustrasi.

Saat ayahnya meninggal dia akhirnya pulang ke rumah. Dia memandangi “lelaki tua tak tahu diri” itu dimasukkan ke liang lahat, sambil memapah ibu yang sedih, mereka pulang ke rumah.

Ketika dia memasuki ruang belajar, semuanya masih seperti dulu, tidak berubah seperti yang dilihatnya semasa kecil.

Dia melihat sebuah Alkitab tergeletak di atas mejanya, sebuah “hadiah kelulusan” yang membuatnya benar-benar kecewa ketika itu.

Saat ini, suasana hatinya menjadi tak menentu terhadap “Ayah”nya. Namun bagaimana pun kemarahannya di masa lalu itu telah sirna .

Dia pun duduk dan mulai melihat kembali “hadiah” yang ditolaknya lebih dari 30 tahun silam.

Dia juga melihat tulisan tangan almarhum ayahnya di dalam lembaran Alkitab: “Untuk putraku tersayang ~ Tommy.

“Semoga kamu bisa mengepakkan sayap seperti elang yang terbang tinggi di angkasa tanpa lelah.”

Ilustrasi.

Dia membuka lembaran berikutnya, dan tiba-tiba selembar kertas jatuh, itu adalah cek tunai yang sudah menguning.

Nominal yang tertulis dalam cek tersebut adalah harga mobil yang dipilihnya di dealer mobil ketika itu. Dan tanggalnya adalah tanggal kelulusannya saat itu.

Tommy terpaku, dan semua yang tak disangkanya itu sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Dan penyesalannya tidak bisa diredakan dengan tindakan apa pun.

Hanya karena emosi dari gejolak darah mudanya pada saat itu, membuatnya kehilangan kasih sayang ayah yang paling berharga dalam hidupnya.

Selama tiga puluh tahun yang panjang itu, dia tidak pernah berpikir bahwa penilaiannya ketika itu mungkin salah.

Kemarahan atas kekecewaan itu membuatnya percaya pada kebohongan yang fatal. Ayah yang mencintainya selama 18 tahun itu akan berubah dalam semalam menjadi sesosok orangtua yang tidak dapat dipercaya!

Ilustrasi.

Dalam sepanjang hidup kita selalu membuat kesalahan besar hanya karena “kesalahan kecil”. Dalam sepanjang hidup kita masing-masing, berapa kali dari “kesalahan” kecil itu menjadi kesalahan besar yang tidak bisa ditebus seumur hidup?

Mencurahkan cinta dan kasih sayang itu bukanlah sesuatu yang mudah, sebaliknya sangat mudah jika sepenuhnya sudah tidak ada cinta dan kasih sayang lagi.

Orangtua menyayangi anak-anaknya, dan anak-anak mencintai orangtua mereka, itu adalah hal yang sangat wajar dan normal. Namun, jika cinta dan kasih sayang sudah pudar, maka yang tersisa hanyalah penyesalan atau kebencian.

Karena cinta itu tidak sempurna, maka perlu dicurahkan sepenuhnya.

Jika memang tidak bisa pulang walaupun sedang berlibur, teleponlah mereka (ayah-ibu)!
Titip salam kepada orangtua, minta mereka memaafkan kita sebagai anak yang tidak peka ini !(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds