Brussels — Anggota NATO menandatangani perjanjian dengan Makedonia pada 6 Februari 2019. Perjanjian ini akan memungkinkan republik kecil di kawasan Yugoslavia itu menjadi anggota ke-30. Aliansi yang dipimpin Amerika Serikat itu akan menerima Macedonia sebagai anggota, setelah mencapai kesepakatan dengan Yunani untuk mengakhiri perselisihan 27 tahun terkait nama negara itu.

Pada penandatanganan resmi protokol aksesi NATO, yang sekarang harus diratifikasi oleh pemerintah sekutu, Menteri Luar Negeri Makedonia Nikola Dimitrov memuji momen itu dengan menunjukkan bahwa negara itu tidak akan pernah berjalan sendirian setelah menjadi bagian dari aliansi.

“Kami berdiri di samping 29 sekutu ini, mampu dan siap untuk memikul kewajiban yang timbul dari keanggotaan penuh kami di NATO,” Dimitrov mengatakan pada konferensi pers setelah duta besar NATO menandatangani protokol.

Proses ratifikasi biasanya memakan waktu sekitar satu tahun, dan Amerika Serikat mengatakan mereka mengharapkan Makedonia, yang sekarang dikenal secara resmi sebagai Makedonia Utara berdasarkan ketentuan perjanjian namanya dengan Yunani, dapat secara resmi bergabung dengan aliansi itu pada tahun 2020.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan penerimaan anggota baru menyoroti bahwa semua negara Eropa yang memenuhi kriteria masuk dapat bergabung dengan aliansi regional, sebuah posisi yang ditolak oleh Moskow.

“Ini menunjukkan bahwa pintu NATO tetap terbuka untuk negara-negara yang memenuhi standar NATO dan yang mematuhi nilai-nilai demokrasi NATO, supremasi hukum, dan kebebasan individu,” kata Stoltenberg.

Rusia mengatakan bahwa dengan mengambil anggota Balkan, aliansi ini merusak keamanan di wilayah tersebut.

Namun Dmitrov mengatakan keputusan Makedonia akan meningkatkan stabilitas regional, menggemakan pandangan negara-negara Barat yang melihat keanggotaan NATO dan UE sebagai cara terbaik untuk menjaga perdamaian di Balkan setelah pecahnya kekerasan Yugoslavia pada 1990-an.

“Bagi kami NATO adalah tentang membuat dunia lebih damai, lebih stabil,” kata Dmitrov.

Tiga republik bekas Yugoslavia lainnya, yaitu Slovenia, Kroasia, dan Montenegro, telah bergabung dengan NATO. Seperti halnya negara-negara lain di wilayah Balkan termasuk Albania, Bulgaria, dan Rumania.

Parlemen Yunani dan Makedonia telah sepakat untuk mengubah nama negara menjadi Republik Makedonia Utara, mengakhiri veto selama bertahun-tahun di Athena atas upaya tetangganya untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds