Erabaru.net. Hubungan yang paling kental antar keluarga bukan hanya darah, tetapi yang lebih penting adalah cinta dan kasih sayang.

Pasangan dari Georgia, Amerika Setkat, Chris Austin dan Eryn Austin memiliki dua anak dan hidup bahagia. Mereka selalu ingin mengadopsi anak untuk membuat keluarganya lebih semarak.

Pada tahun 2014 lalu, Eryn melihat foto seorang anak perempuan dari Tiongkok di Internet, dan anak yang unik itu menarik perhatiannya.


▼ Gadis mungil itu bernama Primrose, bayi yang ditelantarkan itu selama ini tinggal di panti asuhan. Matanya yang biru secara itu jelas ada masalah. Eryn dan suaminya tahu bahwa Primrose tidak bisa melihat sejak lahir, pendengarannya juga bermasalah.

Mereka telah berkonsultasi dengan banyak dokter, dan para dokter tidak merekomendasikan mereka untuk mengadopsi anak yang unik itu. Keduanya sangat sedih mendengar saran itu, dan meskipun mereka belum pernah melihat Primrose secara langsung, tetapi muncul rasa sayang yang kuat terhadapnya.

▼ Beberapa minggu kemudian, Eryn dan Chris menerima email yang mengatakan bahwa setelah pemeriksaan terkait, Primrose memang memiliki masalah dengan pendengaran, tetapi bukan sepenuhnya tidak bisa mendengar.

Saat itu, keduanya pun lega dan mereka memutuskan untuk menjadikan gadis unik itu menjadi salah satu anggota keluarganya.

▼ Langkah selanjutnya adalah prosedur yang rumit dan berbelit-belit, masih harus lama menunggu. Januari 2016 lalu, mereka akhirnya bisa membawa pulang Primrose !

Keduanya dengan gembira menemui putri mereka, tetapi yang menunggu mereka adalah pukulan lain. Primrose mengalami demam tinggi dan kondisinya sangat buruk. Eryn sangat khawatir, dia dan suaminya silih berganti ke beberapa rumah sakit dan kondisi Primrose akhirnya membaik.

▼ Banyak orang menyarankan mereka untuk tidak terburu-buru membawa Primrose pulang, sebaiknya tunggu dulu. Karena tidak ada yang bisa memastikan apakah si anak yang memang tidak sehat itu dapat bertahan hidup dan berapa lama.

Anak seperti itu adalah beban berat bagi sebuah keluarga. Tetapi Eryn dan Chris tidak ragu, dan dengan tegas mengatakan : “Bagaimanapun, kami ingin mengadopsi anak itu.”

▼ Primrose akhirnya menjadi putri Eryn dan Chris. Mereka mengajarinya menggunakan peralatan makan, mengajarnya berjalan, bahkan secara khusus belajar bahasa Mandarin dan berkata kepadanya: “Kami mencintaimu, Ayah dan Ibu mencintaimu! Kamu tidak akan pernah sendirian.”

Mereka bercerita kepada Primrose tentang saudara-saudaranya dan hewan peliharaan di rumah, juga bernyanyi untuknya dan bermain dengannya. Perlahan-lahan, Primrose yang pemalu itu akhirnya bisa menerima mereka.

▼ Primrose adalah seorang gadis mungil yang lucu, kedatangannya menambah banyak kebahagiaan bagi Eryn dan Chris. Tetapi kondisi fisiknya yang istimewa membutuhkan perawatan khusus.

Dia menderita sindrom genetik langka, sehingga matanya tidak bisa melihat dan ototnya juga lemah. Dia berulang kali masuk-keluar rumah sakit, dan beberapa kali operasi, tetapi masih belum pulih sepenuhnya sampai sekarang.

▼ Demi mengurus Primrose, kehidupan Eryn dan Chris pun berubah drastis. Mereka awalnya suka bepergian, dan sering membawa anak-anak mereka untuk pergi berlibur, tetapi sekarang, kondisi Primrose menjadi prioritas utama.

Kadang-kadang mereka bahkan tidak bisa tidur semalaman, khawatir dengan kondisi Primrose dan selalu menjaga di depan tempat tidurnya, hanya karena khawatir terjadi sesuatu padanya.

▼ Para kerabat maupun teman-tema mereka hanya bisa menghela napas. “Kita benar-benar tidak tahu bagaimana kalian sanggup bertahan seperti itu!” Kata mereka tak habis mengerti.

Eryn sendiri juga tidak tahu bagaimana ia bisa bertahan seperti itu, dia hanya tahu bahwa dia tidak pernah menyesalinya.

▼ Eryn dan Chris sekarang telah beradapatasi dengan gaya hidup baru, hubungan kedua anak dalam keluarga mereka sekarang juga sangat baik dengan Primrose.

Primrose telah menjalani operasi pengangkatan bola mata dan mungkin akan ada operasi lain di masa depan, tetapi dia tidak takut, karena ada ayah dan ibu yang selalu bersama menemani dan menghiburnya.

Di bawah curahan kasih sayang ibu dan ayahnya, Primrose sudah bisa tertawa dan belajar untuk hidup dengan percaya diri.

Dia adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga ini dan merupakan pusaka dalam hati setiap anggota keluarga. Semoga keluarga ini selalu sehat dan bahagia.(jhn/yant)

Sumber:cafemom

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular