Erabaru.net. Baru-baru ini tersebar video alat deteksi dini virus Demam Berdarah Dengeu (DBD) yang diproduksi oleh Badan Pengkajian  dan Pengembangan Teknologi (BPPT). Atas penyebaran ini BPP menyampaikan sejumlah penjelasan.

  1. Video viral dari media Opini.id bukan merupakan video yang diterbitkan oleh BPPT.
    2.  Saat ini purwarupa kit diagnostik hasil pengembangan BPPT belum diproduksi secara massal dan belum dikomersialisasikan.
  2. Saat ini BPPT sedang melakukan pembahasan dengan mitra industri dalam rangka hilirisasi dan komersialisasi.
  3. Kit diagnostik dengue ini dirancang untuk digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan dan penggunaan dianjurkan tidak sebagai self diagnosis.
  4. Kit diagnostik dengue BPPT adalah kit deteksi dini penyakit demam berdarah dengue  menggunakan anti-NS1 monoklonal antibodi yang dikembangkan berdasarkan strain virus lokal Indonesia, sehingga diharapkan memberikan sensitifitas yang lebih baik. 
  5. Komponen utama prototip kit diagnostik dengue BPPT berupa antibodi monoklonal anti-NS1 telah terbukti dalam skala laboratorium dapat mengenali virus dengue strain lokal Indonesia.

Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT, Soni S. Wirawan mengatakan pihaknya tengah  berupaya mencari solusi permasalahan nasional ancaman wabah DBD dengan mengembangkan Kit Diagnostik Demam Berdarah Dengue (DBD). Yakni alat tes yang mampu mendeteksi potensi DBD dalam waktu singkat .

Menurut dia, diagnostik Demam Berdarah Dengue (DBD) ini merupakan purwarupa inovasi BPPT untuk bidang kesehatan.

“Semoga purwarupa inovasi alat tes atau diagnostik DBD, bisa cepat mendapatkan mitra industri dalam negeri untuk dapat di produksi secara massal. Kami inginkan ya, mitra industri yang akan memproduksi massal kit DBD ini, dapat segera melakukan produksi dan digunakan untuk mempercepat deteksi dan tindakan penanganan demam berdarah di Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan di situs resmi BPPT, Senin (4/2/2019).

Soni menuturkan bahwa inovasi ini layak menjadi lini bisnis baru industri kesehatan tanah air. Ditekankan juga olehnya agar klarifikasi ini dapat memberikan penjelasan yang tepat kepada masyarakat luas, tentang kit diagnostik pengembangan BPPT ini.

Inovasi Kit DBD

Melanjutkan pernyataan Deputi TAB, Plt. Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) BPPT, Agung Eru Wibowo menyampaikan bahwa wabah DBD hingga saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia terutama di daerah subtropis dan tropis seperti Indonesia.

Melanjutkan terkait kit diagnostik dengue BPPT, Agung Eru merinci bahwa kit DBD BPPT menggunakan anti-NS1 monoklonal antibodi yang dikembangkan berdasarkan strain virus lokal Indonesia (diharapkan memberikan sensitifitas yang lebih baik)

“Komponen utama prototip kit diagnostik dengue BPPT berupa antibodi monoklonal anti-NS1 telah terbukti dalam skala laboratorium dapat mengenali virus dengue strain lokal Indonesia,” paparnya.

Saat ini BPPT sedang melakukan pembahasan dengan mitra industri dalam rangka hilirisasi dan komersialisasi. Jadi katanya, saat ini produk kit diagnostik hasil pengembangan BPPT ini belum diproduksi secara masal dan masih menunggu tahap kerjasama dengan mitra industri. (asr)

Share

Video Popular