Erabaru.net. Ada sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan, ayah mereka telah meninggal karena sakit saat mereka baru berusia usia 3 tahun. Sejak itu, ibu mereka tidak menikah lagi.

Pada usia 6 tahun, sang ibu menyekolahkan mereka. Sejak itu, sepasang anak kembar ini selalu bersama. Mereka selalu bersama dan satu kelas baik di sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas, mereka selalu saling memberi semangat dan maju bersama.

Ilustrasi. (Internet)

Setelah lulus dari sekolah menengah atas, kedua anak kembar ini masing-masing menerima surat pemberitahuan penerimaan mahasiswa baru.

Bukan main bahagianya ibu mereka, karena kerja kerasnya selama bertahun-tahun tidak sia-sia, putra-putrinya akhirnya tumbuh dewasa dan akan mulai kuliah. Namun, tak lama kemudian, ia tertunduk sedih.

Biaya kuliah sekitar Rp. 50 juta adalah angka yang tak terjangkau olehnya. Ia menjual tanah dan semua ternaknya, namun uang yang terkumpul belum mencukupi.

Sang ibu pun menjadi pusing, lalu memanggil kedua putra putrinya. Sambil menyeka air matanya ia berkata pada kedua anaknya : “Nak, ibu hanya sanggup membiayai satu orang untuk kuliah, kalian…”

Malam itu, kedua saudaran kembar diam dalam keheningan.

Ilustrasi. (Internet)

Pagi keesokannya, saat kakak perempuannya bangun dan memasak, ia melihat adik laki-lakinya merobek surat pemberitahuan penerimaan mahasiswa baru itu. Sang kakak tertegun dan berteriak : “Hei, kamu gila ya?”

Sang ibu bergegas menghampiri. “Bu, biar kakak yang kuliah saja! Aku anak laki-laki, tidak akan kelaparan meski tidak kuliah juga, sedangkan kakak kan anak perempuan, nanti akan dipandang rendah kalau tidak kuliah,”kata sang adik.

Mata ibunya berkaca-kaca dan menangis mendengar kata-katanya, begitu juga dengan sang kakak yang tak kuasa menahan tangisnya.

Saat kakaknya kuliah ketika itu, adiknya pergi bekerja di ibukota. Karena sulit mencari pekerjaan yang cocok, dia menjadi kuli panggul di pelabuhan.

Setiap bulan, sang adik secara rutin mengirim uang untuk biaya kuliah kakaknya.

Saat perayaan tahun baru imlek, ia menelepon kakaknya, mengatakan bahwa ia tidak bisa pulang karena tidak mendapatkan tiket kereta, padahal ia tidak berencana pulang demi menghemat uang.

Ia pindah kerja di pabrik alat mesin setelah tidak lagi menjadi kuli panggul pelabuhan karena upahnya rendah. Sebenarnya kakaknya tidak setuju ia bekerja di pabrik itu karena sangat berisiko, namun, ia tak berdaya membujuk adiknya yang keras.

Ilustrasi. (Internet)

Singkat cerita kakaknya pun lulus kuliah, ia berharap adiknya berhenti kerja dan ikut dalam ujian masuk perguruan tinggi, tetapi adiknya tidak mau, akhirnya sang kakak mau tidak mau harus menghargai keputusan adiknya. Namun, suatu hari adiknya mengalami kecelakaan kerja.

Setengah badannya bergulir ke dalam roda gigi mesin yang bermasalah dengan kendalinya saat ia sedang mengoperasikan mesin itu. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Ilustrasi. (Internet)

Namun, nyawanya tak terselamatka. Kakak dan ibunya buru-buru ke rumah sakit. Rekan-rekan kerja adiknya mengatakan, bahwa pada saat penyelamatan di rumah sakit, adiknya meminta mereka untuk tidak memberi tahu keluarganya, karena dia tidak ingin kakak dan ibunya khawatir
.
Ketika sedang merapikan barang-barang peninggalan adiknya, sang kakak menemukan sepucuk surat berikut uang sebesar Rp 5 juta.

Ilustrasi. (Internet)

Surat itu adalah tulisan tangan adiknya yang berbunyi: “Kak, beberapa hari lagi imlek, sudah 3 tahun aku tidak pulang. Aku benar-benar sangat merindukan kalian.”

Sekarang, kakak akhirnya telah lulus dan bekerja, sementara aku juga bisa dengan tenang pulang ke tempat ku di sana…”

Sang kakak yang masih sedih meratapi kepergian adiknya akhirnya menangis histeris dan pingsan.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds