Film fiksi ilmiah yang baru-baru ini dirilis “The Wandering Earth,” diadaptasi dari sebuah cerita oleh penulis laris Tiongkok Liu Cixin, telah menikmati promosi besar-besaran oleh media Tiongkok.

Film tersebut, yang menjadi pembuka Tahun Baru Imlek pada 5 Februari, telah berubah menjadi media propaganda politik, bersamaan para penonton bioskop menemukan slogan “hanya Partai Komunis yang bisa menyelamatkan Bumi!” terhias di tiket-tiket masuk milik mereka.

Pada 6 Februari, foto-foto yang diambil dari dua tiket film bertuliskan slogan tersebut dengan cepat menjadi sensasi internet. Tiket-tiket yang dibeli dari Alibaba Pictures Group, sebuah perusahaan film di bawah Alibaba Group.

Menurut Apple Daily Hong Kong, beberapa netizen Tiongkok telah memverifikasi informasi tersebut dari mereka yang membeli tiket sebagai asli.

Liu Cixin, merupakan penulis trilogi “Remembrance of Earth’s Past” yang terkenal, telah menulis “The Wandering Earth” pada tahun 2000. Cerita ini mengemukakan skenario ramalan akhir dunia atau kehancuran luas runtuhnya peradaban (apokaliptik) yang akan datang di mana matahari berubah menjadi raksasa merah. Hal ini mendorong umat manusia yang telah bersatu untuk membangun pendorong-pendorong berkekuatan raksasa dari kesatuan kekuatan di seluruh dunia dengan harapan mendorong bumi keluar dari tata surya untuk mencari bintang baru.

Adaptasi film tersebut, yang disutradarai oleh Guo Fan, menggambarkan perjalanan luar angkasa yang berubah menjadi bumi dalam perjalanan yang berbahaya, dengan segera telah dipromosikan oleh media-media yang dikelola pemerintah seperti People’s Daily dan Global Times, yang telah memainkan tema-tema nasionalis dalam film tersebut.

Satu ulasan telah dipublikasikan dengan tajuk utama, “Bagaimanapun, hanya orang Tiongkok yang bisa menyelamatkan planet bumi.”

“The Wandering Earth” telah menjadi hit box office di Tiongkok, mengantongi US$298 juta dalam penjualan tiket pada 10 Februari.

Namun para netizen Tiongkok telah bereaksi dengan mencemooh slogan-slogan pro-komunis yang tercetak di tiket tersebut, dengan banyak mengecamnya sebagai sakit mental.

“Seseorang adalah ditunjukkan oleh apa yang disuarakan oleh kesehatan mentalnya dan tidak tertipu oleh blokade internet Tiongkok yang mengetahui bahwa Partai Komunis adalah wabah bagi orang-orang di dunia!” salah satu meneriakan satu komentar. Pengguna lain mencerca dalam satu kalimat dengan menulis “hanya Partai Komunis yang sedang menghancurkan dunia.”

Para netizen lain telah mengkritik Partai Komunis Tiongkok (PKT), yang telah mendekati 70 tahun berkuasa, karena kekejamannya dan tidak mempedulikan kehidupan manusia. “Revolusi Kebudayaan telah membunuh begitu banyak orang, dan sekarang [polusi udara] PM2.5 dan vaksin yang terkontaminasi HIV semuanya mengancam pemusnahan umat manusia. Ketika semua manusia mati, bumi pasti akan menjadi lebih aman dan lebih baik,” komentar ejekan dari seseorang.

Seorang netizen lain berkata: “Partai Komunis mengorbankan kemakmuran 1,2 miliar warga Tiongkok untuk memakmurkan 100 juta anggota Partai Komunis.”

“Wandering Earth” telah menghabiskan anggaran US$50 juta, menjadikannya film fiksi ilmiah berbujet besar pertama di Tiongkok. Ulasan telah mencatat skala ambisius film ini, serta kurangnya karakter Amerika yang menonjol.

“Pemerintah Bumi yang Bersatu tersebut telah menjadikan Rusia, Prancis, Inggris, dan negara-negara lain yang memainkan peran, tetapi tidak ada orang Amerika,” kata ulasan oleh Sciencefiction.com. Abacus News dalam ulasannya mengatakan, “Tampaknya aneh dan kesalahan yang disengaja untuk mengeluarkan orang Amerika dari koalisi global.”

Film dan hiburan lainnya tunduk pada sensor ketat oleh PKT, dan para produser sering mencocokkan konten mereka untuk menghindari serangan balasan, agar jangan sampai kreasi-kreasi artistik dan reputasi-reputasi mereka menderita.

Rezim PKT dan Amerika Serikat telah berselisih sejak tahun lalu, ketika pemerintahan Trump mengecam Beijing atas praktik-praktik bisnis proteksionisnya dan spionase industri yang didukung rezim. Sejak April 2018, Washington telah mengenakan tarif lebih dari US$200 miliar untuk produk-produk dagang Tiongkok. (ran)

Video pilihan:

Pengambilan Organ Hidup Ilegal Masih Berlangsung di Tiongkok, Ini Bukti Barunya

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds