oleh Zhang Ting

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (9/2/2019) mengumumkan bahwa pertemuannya dengan Kepala Negara Korea Utara Kim Jong-un akan diadakan di Hanoi, Vietnam pada 27 – 28 Februari mendatang. Analisis media asing percaya bahwa dipilihnya Vietnam sebagai lokasi KTT karena bermanfaat bagi para pemimpin AS dan Korea Utara.

Hanoi memenuhi kepentingan diplomatik AS dan Korut

Vietnam memiliki hubungan diplomatik dengan Washington dan Pyongyang. BBC melaporkan bahwa Vietnam saat ini menganggap Amerika Serikat dan Korea Utara sebagai teman.

Carl Thayer, seorang profesor ilmu politik di kampus Canberra University of New South Wales Australia, dan pakar urusan Vietnam mengatakan bahwa Vietnam dianggap sebagai tuan rumah yang netral dan memenuhi semua persyaratan AS dan Korea Utara.

Profesor Carl Thayer mengatakan : “Terpilihnya Hanoi sebagai lokasi pertemuan kedua antara Trump dan Kim Jong-un tidak hanya simbolis.”

“Dipilihnya Vietnam karena semua pihak percaya bahwa Vietnam memiliki kemampuan untuk menyediakan lingkungan yang sangat aman buat KTT. Semua pihak percaya bahwa Vietnam adalah tuan rumah yang netral.”

Majalah ‘The Diplomat’ melaporkan bahwa Vietnam baru-baru ini menerima diplomat senior dari Korea Utara dan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho mengunjungi Vietnam dari akhir bulan Nopember hingga awal Desember. Dan 4 bulan lalu, yakni bulan Juli 2018, Menteri Luar Negeri AS Pompeo juga menghabiskan dua hari di Hanoi untuk melakukan kunjungan kenegaraan.

Kementerian Luar Negeri Vietnam baru-baru ini menyatakan bahwa Vietnam bersedia memberikan kontribusi positif untuk mempromosikan dialog tentang menjaga perdamaian, keamanan dan stabilitas di Semenanjung Korea.

‘The Diplomat’ menyebutkan bahwa ada satu kelebihan yang memungkinkan Vietnam terpilih menjadi tempat KTT dari beberapa lokasi kandidat lainnya, yaitu negara tersebut memiliki hubungan persahabatan yang cukup baik dengan ketiga pihak utama yang terlibat dalam dialog nuklir, yakni Korea Utara, Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Vietnam dapat dijadikan percontohan buat Kim Jong-un

‘The Diplomat’ menyebutkan bahwa keamanan menjadi perhatian utama bagi Kim Jong-un. Vietnam memiliki banyak pengalaman dalam menyelenggarakan konferensi internasional dengan jaminan keamanan, misalnya, Da Nang Vietnam menjadi tuan rumah KTT Pemimpin Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada tahun 2017, Hanoi menjadi tuan rumah Forum Ekonomi Dunia yang diadakan pada bulan September 2018.

BBC mengutip beberapa analis yang mengatakan bahwa keamanan Vietnam cukup ketat sehingga cocok untuk KTT kedua Trump – Kim.

Hal lainnya adalah masalah jarak. ‘USA Today’ memberitakan bahwa Hanoi memenuhi kepentingan para pemimpin kedua negara. Bagi Kim Jong-un, Vietnam adalah perjalanan singkat yang mudah, bagi Trump, sejak akhir Perang Vietnam, negara ini telah meningkatkan hubungannya dengan Amerika Serikat.

Menurut BBC, sejumlah ahli, termasuk Viet Phuong Nguyen, seorang peneliti di Sekolah Sains Kennedy dan Urusan Internasional di Sekolah Pemerintah Kennedy Universitas Harvard mengatakan bahwa pesawat kepresidenan Korea Utara Ilyushin IL-62M yang dibangun oleh bekas Uni Soviet dahulu masih mampu terbang langsung dari Pyongyang menuju Hanoi, bila jaraknya lebih jauh maka pesawat harus mendarat untuk menambah bahan bakar.

Viet Phuong Nguyen mengatakan bahwa kunjungan ini akan memungkinkan Kim Jong-un untuk secara pribadi melihat perubahan yang terjadi di negara ini. “Perang antara Vietnam dan Amerika Serikat, normalisasi hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, dan konsultasi tentang perjanjian perdagangan bebas semuanya menjadi perhatian bagi pihak berwenang Korea Utara.”

Li Honghe, seorang ahli Vietnam di ISEAS-Yusof Ishak Institute Singapura mengatakan kepada AFP : “Kim Jong-un akan tertarik untuk melihat kisah Vietnam dengan mata kepalanya sendiri, itu dapat memberikan inspirasi bagi Kim atau memicunya berpikir tentang bagaimana memimpin Korea Utara.”

BBC mengatakan bahwa jika Kim Jong-un terinspirasi oleh prestasi ekonomi Vietnam, itu mungkin bermanfaat bagi Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam telah menjadi salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya tercepat di Asia.

Menlu AS Mike Pompeo mengatakan dalam kunjungan ke Vietnam tahun lalu bahwa Kim Jong-un juga dapat membuat keajaiban jika ia dapat tepat waktu memanfaatkan peluang.

Mengapa Trump memilih Vietnam ?

Sejak berakhirnya Perang Vietnam pada tahun 1975, hubungan antara Vietnam dan Amerika Serikat telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

‘The Diplomat’ menyebutkan bahwa setelah Amerika Serikat mengakhiri embargo terhadap Vietnam pada tahun 1995, Amerika Serikat dengan cepat menjadi salah satu mitra dagang terbesar Vietnam. Baru-baru ini, Vietnam dipandang sebagai mitra penting Amerika Serikat dalam strategi Asia-Pasifiknya.

Sebuah jajak pendapat yang dirilis oleh Pew Research Center pada tahun 2017 menunjukkan bahwa 84% orang Vietnam menyukai Amerika Serikat. VOA sebelumnya mengutip hasil jajak pendapat Pew memberitakan bahwa Trump populer di Vietnam. 58% orang Vietnam memiliki kepercayaan pada kemampuan transaksi internasional Trump.

Ketika Presiden Trump tiba di Hanoi, Vietnam pada 12 Nopember 2017, Presiden Vietnam Tran Dai Quang mengadakan upacara penyambutan yang hangat. Tran Dai Quang mengatakan bahwa kunjungan Trump adalah tonggak penting dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Vietnam, dan telah mendorong pengembangan kemitraan komprehensif bilateral yang efektif dan stabil.

Komunis Tiongkok membangun dan memiliterisasi pulau-pulau buatan di Laut Tiongkok Selatan, memicu bentrokan antara Tiongkok dengan Vietnam dan negara-negara lain. Wilayah laut tersebut dilalui oleh kapal-kapal kargo bernilai komoditas sampai USD. 3 triliun per tahun. Para analis mengatakan bahwa ini telah mendorong Vietnam untuk lebih memihak ke AS dalam beberapa tahun terakhir.

Viet Phuong Nguyen mengatakan kesediaan Vietnam untuk menjadi tuan rumah KTT Trump -Kim ini sama dengan mendukung resolusi damai krisis nuklir di Semenanjung Korea. Ini akan membantu memperkuat kerja sama strategis bilateral antara Vietnam dan Amerika Serikat dan Korea Selatan, dan pada saat yang sama mempererat hubungan dengan Korea Utara.

Dia mengatakan bahwa dalam menghadapi latar belakang politik seperti sengketa Laut Tiongkok Selatan, jika hubungan antara Vietnam dengan AS, Vietnam dengan Korea Selatan semakin baik, akan semakin menguntungkan para pemimpin Vietnam dalam merumuskan ekonomi  dan rencana keamanan nasional. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular