Erabaru.net. Pak Li yang berusia 60 tahun, istrinya telah meninggal dunia dua tahun lalu karena sakit, sementara anaknya bekerja di luar negeri. Namun, dia sama sekali tidak merasa kesepian.

Setiap hari pak Li sering berolahraga di taman tidak jauh dari rumahnya, atau bermain catur dengan beberapa teman, atau terkadang melakukan pekerjaan sosial, dan hari-hari yang dilaluinya juga menyenangkan tanpa beban yang berarti.

Pak Li memiliki seekor anjing Shih Tzu (salah satu ras anjing tertua yang berasal dari Tiongkok). Dia sering membawa Shih Tzu jalan-jalan di taman.

Di taman itu ada seekor anjing liar berbulu hitam pekat dan dekil. Pak Li menamakan anjing itu si hitam, karena bulunya yang serba hitam.

Saat pertama kali bertemu, dia melihat anjing hitam itu selalu bersembunyi di kejauhan sambil memandangi pak Li yang bermain dengan Shih Tzu.

Karena kasihan melihat anjing itu, dia setiap hari selalu membawa makanan untuknya. Awalnya si hitam tidak berani mendekat, setelah menunggu pak Li pergi, dia baru menikmati makanan yang ditinggalkannya.

Ilustrasi.(Sumber :pixabay)

Setelah beberapa kali bertemu, si hitam dan pak Li menjadi semakin akrab. Setiap saat melihat pak Li muncul, si hitam dengan gembira akan mengibas-ibaskan ekornya.

Beberapa kali si hitam ingin ikut pulang bersama pak Li. Namun, meskipun pak Li sangat menyukainya, tapi karena sudah ada Shih Tzu dan merasa agak kesulitan merawatnya, jadi pak Li melaranga anjing hitam itu ikut pulang bersamanya.

Suatu malam, pak Li tiba-tiba menyadari kalung yang sering dikenakan di lehernya hilang. Meski liontin giok pada kalung itu bukan barang berharga, tetapi itu adalah hadiah dari mendiang istrinya!

Dia pikir mungkin kalungnya jatuh di taman, namun, saat itu sudah menjelang malam, sementara dia tidak bisa menunggu sampai besok.

Lalu dia pun ke taman yang mulai gelap itu dan mencari-cari dengan senter. Tiba-tiba, muncul 3 pria yang entah dari mana datangnya langsung mencengkramnya dengan kuat. Tentu saja pak Li terkejut dan menjadi takut. Sepertinya 3 orang itu adalah kawanan penjahat.

Pak Li hampir menangis dan minta ampun: “Bang, tolong biarkan saya pergi! Kalian bisa lihat sendiri saya tidak punya apa-apa, pakaian saya juga dekil, tidak berharga sama sekali!”

Namun, tak disangka, salah satu dari 3 penjahat itu berkata “Di rumahmu pasti ada barang yang berharga kan! Ayo bawa kami ke rumahmu!”

Jantung pak Li hampir copot mendengar bentakannya, napasnya sesak seperti tercekik.

Tiba-tiba sekelebat bayangan hitam menerjang keluar dari semak-semak dan menyalak dengan galak. Saat dilihat lebih dekat, ya Tuhan! Ternyata anjing hitam itu!

Ia terus menyalak bahkan dan menerkam mereka. Pak Li memafaatkan kesempatan itu dan berlari pulang ke rumah.

Malam itu, pak Li tak bisa tidur, dia berdoa semoga anjing hitam itu tidak terbunuh oleh ketiga pria besar itu.

Keesokan paginya sebelum fajar, pak Li kembali ke taman untuk mencari anjing hitam. Ketika dia melihat si hitam berjalan perlahan-lahan arahnya, dia pun memeluk anjing hitam itu sambil menangis dan terus mengucapkan terima kasih.

Kemudian anjing hitam itu mengiring pak Li ke kursi santai taman dan terus menggonggong. Pak Li melihat lebih dekat dan, “Bukankah itu liontin giok saya?”gumamnya.


Karena kecerdasan anjing hitam itu sekaligus penyelamatnya, pak Li pun berpikir , : “Pantaskah disebut manusia kalau saya membiarkannya terus berkeliaran dan tidak membawanya pulang?”

Pak Li sambil memandang si hitam penyelamatnya. Sejak itu, si hitam pun menjadi pengawal pribadi pak Li, dan anjing Shih Tzu di rumah juga punya teman baru yakni si hitam yang selalu menemaninya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular