- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Italia Desak Prancis Ekstradisi Mantan Militan Sayap Kiri

Paris — Italia secara resmi meminta Prancis mengekstradisi seorang mantan gerilyawan sayap kiri yang diyakini aktif selama apa yang disebut ‘Tahun-tahun Kepemimpinan’, menurut Kementerian Kehakiman Prancis.

Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini bulan lalu mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengekstradisi gerilyawan kiri yang telah bersembunyi di Prancis selama beberapa dekade untuk menghindari hukuman penjara di Italia.

Ratusan orang terbunuh dalam pemboman, pembunuhan, dan perang jalanan oleh faksi-faksi militan sayap kanan dan sayap kiri yang bertikai selama ‘Tahun-tahun Kepemimpinan’. Itu adalah suatu periode pergolakan sosial dan politik dari akhir 1960-an hingga awal 1980-an.

“Sampai hari ini, pembicaraan antara kementerian Kehakiman Perancis dan Italia telah diadakan lebih dari 15 gelombang,” seorang juru bicara kementerian kehakiman Prancis mengatakan pada 11 Februari 2019.

Jubir itu menambahkan bahwa Italia telah mengirim permintaan ekstradisi resmi mengenai seorang militan minggu lalu. Juru bicara itu mengatakan dia mengharapkan permintaan kedua dalam beberapa hari mendatang, dan bahwa pertemuan akan berlangsung 13 Februari untuk membahas tuntutan Italia, tetapi saat itu tidak ada keputusan yang diharapkan.

Ada sembilan buronan sayap kiri Italia yang tinggal di Prancis, menurut surat kabar la Repubblica di Roma. Termasuk tiga terpidana karena berperan dalam penculikan tahun 1978 terhadap mantan Perdana Menteri Italia, Aldo Moro.

[1]
Buronan Italia, Cesare Battisti tiba di bandara militer Ciampino, di Roma, pada 14 Januari 2019. Battisti adalah seorang militan Italia sayap kiri yang dihukum karena pembunuhan pada tiga dekade lalu dan harus menjalani hukuman seumur hidup. Pelariannya berakhir dengan penangkapannya di Bolivia oleh tim agen Interpol. (Foto : Gregorio Borgia/AP/The Epoch Times)

Permintaan oleh Salvini, pemimpin partai Liga, ke Macron bulan lalu datang setelah kembalinya militan komunis Cesare Battisti ke Italia dari Bolivia untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup. Karena keterlibatannya dalam empat pembunuhan pada akhir 1970-an.

Battisti lolos dari penjara pada tahun 1981. Dia menghabiskan waktu persembunyian lebih dari 15 tahun di Prancis, sebelum melarikan diri ke Amerika Selatan.

Mantan Presiden Prancis, Francois Mitterrand menetapkan apa yang kemudian dikenal sebagai ‘doktrin Mitterrand’ pada pertengahan 1980-an. Sebuah kebijakan yang melindungi para militan dari ekstradisi karena Mitterrand mengatakan sistem peradilan Italia disusun kejam terhadap mereka. Doktrin itu kemudian ditinggalkan pada awal 2000-an. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :