Ivan Pentchoukov

Nama-nama ilmuwan yang secara terbuka meragukan teori evolusi Darwin tak terbendung menjadi lebih dari 1.000 orang pada Februari 2019. Jumlah ini dilaporkan Discovery Institute, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Seattle, AS yang telah mendukung daftar itu selama lebih dari satu dekade.

Sejumlah ilmuwan yang telah menandatangani pernyataan dua kalimat yakni berbeda pendapat datang dari seluruh penjur dunia. Mereka memiliki latar belakang berbagai gelar dari universitas bergengsi termasuk Yale Universtiy, Princeton University, dan Stanford University. Penandatangan harus memegang gelar doktor di bidang ilmiah atau memegang gelar doktor kedokteran dan berporofesi sebagai profesor kedokteran.

“Kami skeptis terhadap klaim untuk kemampuan mutasi acak dan seleksi alam untuk menjelaskan kompleksitas kehidupan,” kata pernyataan itu. “Pengujian secara cermat terhadap bukti untuk teori Darwin harus digencarkan.”

Jumlah penandatangan sangat penting karena bidang ilmiah di Amerika Serikat didominasi oleh doktrin Darwin dan para pembangkang justru dikucilkan. Sejatinya, banyak ilmuwan meragukan pengetahuan yang ditopang teori Darwin. Akan tetapi, hanya sedikit yang membongkarnya secara terbuka karena khawatir terhadap karir mereka.

Jumlah daftar penentang darwinisme melampaui lebih 1.000 tanda tangan di beberapa titik pada 2018 tetapi secara resmi diperbarui pada Februari tahun ini. Penundaan itu dikarenakan proses yang terlibat dalam memverifikasi kredensial ilmiah dari mereka yang menandatangani pernyataan itu.

Baca juga : Teori Evolusi, Sebuah Keyakinan Yang Keliru (1)

Baca juga : Teori Evolusi: Sebuah Keyakinan yang Keliru (2)

Discovery Institute turut memeriksa bahwa setiap calon penandatangan dilindungi oleh masa jabatan dan memberikan peringatan tentang bahaya sebagai konsekuensi penandatanganan.

“Di satu sisi, semakin banyak ilmuwan mengajukan pertanyaan tentang kecukupan mutasi acak dan seleksi alam untuk menjelaskan kompleksitas kehidupan. Di sisi lain, mereka yang membela teori Darwin modern menjadi lebih tidak toleran terhadap siapa pun yang mempertanyakan teori tersebut, ”kata Dr. John West, selaku Wakil Presiden Discovery Institute, kepada The Epoch Times dalam surat elektronik.

“Bagi saya sendiri, saya pikir itu mungkin karena mereka tidak aman dan tahu bahwa masalah ilmiah dengan teori Darwin mencapai titik kritis. Ketika bukti melawan Anda, Anda mencoba menekannya dengan menghukum pembangkang,” katanya.

Daftar nama, berjudul ” “The Scientific Dissent From Darwinism,” disusun pada tahun 2001 sebagai tanggapan terhadap klaim di media bahwa tidak ada ilmuwan yang meragukan tentang Darwinisme. Idenya adalah untuk menunjukkan bahwa ada ilmuwan terkemuka “yang memiliki keberatan ilmiah” terhadap teori Darwin.

John Wells adalah salah satu ilmuwan pertama yang bergabung dengan daftar berbeda pendapat. Wells, seorang ahli biologi, mulai sebagai orang yang percaya pada Darwinisme tetapi menjadi semakin skeptis ketika ia mempelajari biologi molekuler dan sel. Ketika Wells menandatangani daftar pada tahun 2001, rekan-rekannya memperingatkannya.

“Menjadi skeptis terhadap Darwin, khususnya dalam bidang biologi, adalah menempatkan karier Anda dalam risiko sehingga ada tekanan kuat untuk tidak berbicara,” kata Wells. “Banyak mantan teman dan kolega saya menentang saya, menulis hal-hal buruk tentang saya di blog mereka atau di artikel jurnal.”

Jonathan Wells, seorang rekan senior di Discovery Institute. (Foto milik Discovery Institute)

Wells menjadi anggota di Discovery Institute setelah menandatangani daftar, jadi kariernya tidak terpengaruh oleh serangan balasan. Beberapa ilmuwan, takut akan akibat dari daftar itu, meminta nama mereka dicoret.

Wells menyamakan para Darwinis Amerika dengan apa yang disebut Lysenkois di Uni Soviet, yang menganiaya para pembangkang dari Darwinisme dengan dukungan rezim komunis.

Baca juga : Teori Evolusi, Sebuah Keyakinan yang Keliru (3)

Baca juga : Teori Evolusi, Sebuah Keyakinan yang Keliru (4)

“Lysenko mengintimdasi banyak ilmuwan dan membuat mereka dipecat, dipenjara, dan dalam beberapa kasus bahkan terbunuh jika mereka tidak setuju dengan kebijakannya. Dengan dukungan Stalin, Lysenko mampu menekan pembangkang,” kata Wells.

“Tentu saja, Amerika tidak berada di dekat yang seburuk itu, tetapi jika ada, paralel terdekat dengan Lysenkois adalah para Darwinis Amerika yang mencoba menekan oposisi atau perbedaan pendapat dari ide-ide mereka,” tambahnya.

Menurut Dr. Michael Behe, seorang profesor ilmu biologi di Lehigh University, penindasan perbedaan pendapat terhadap Darwinisme sangat keras karena merupakan front utama dalam perang budaya Amerika. Mereka yang tak sepaham dicerca karena dianggap memberikan “bantuan dan kenyamanan” kepada pihak lain.

Michael Behe, profesor ilmu biologi di Lehigh University di Pennsylvania dan rekan senior di Pusat Sains dan Budaya Discovery Institute (Courtesy of the Discovery Institute)

BACA JUGA : Tiga Fakta Sederhana ini Menunjukkan Teori Evolusi Bukan Teori Ilmiah

Behe secara terbuka tak sepakat dengan Darwinisme bertahun-tahun sebelum Discovery Institute memperkenalkan daftar perbedaan pendapat.

Pada tahun 1996, ia menerbitkan “Darwin’s Black Box” atau “Kotak Hitam Darwin,” sebuah buku yang menguraikan tantangan biokimia terhadap teori evolusi Darwin. Dalam buku itu, Behe berpendapat bahwa kompleksitas besar sistem biokimia tidak dapat direduksi. Kompleksitas sel yang mengejutkan pada tingkat molekuler adalah jalan utama dari penelitian ilmiah terhadap Darwinisme.

Ketika Darwin menulis “The Origin of Species,” para ilmuwan memegang pandangan sederhana tentang sel sebagai gumpalan monoton. Tetapi kemajuan ilmiah dalam beberapa dekade sejak Darwin telah mengungkapkan dunia di dalam sel, kompleksitasnya melebihi ilmu pengetahuan modern.

BACA JUGA : Teori Evolusi Darwin Salah!

“Selama 70 tahun atau lebih sains telah menemukan, tanpa diduga, kompleksitas luar biasa di dasar kehidupan,” kata Behe.

“Tidak ada yang mengharapkan itu. Kembali pada zaman Darwin, sel dianggap hanya gumpalan sederhana dari perekat seperti jeli,” lanjutnya.

“Tapi sekarang kita menemukan hal-hal ini yang lebih canggih daripada yang bisa kita buat sendiri.”

Ketika ditanya bagaimana suasana saat ini dalam komunitas ilmiah ketika menyangkut skeptisme terhadap Darwinisme dibandingkan dengan saat ia menandatangani daftar pada tahun 2001, Behe mengatakan bahwa tidak banyak yang berubah.”Itu buruk. Itu tidak baik, “kata Behe.

“Dulu dan masih merupakan risiko besar bagi karier seseorang, jika Anda seorang ilmuwan profesional, untuk secara terbuka mengatakan bahwa Anda skeptis terhadap teori Darwin.” (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular