Erabaru.net. Dia sering memukul anaknya, namun tak disangka justru meninggalkan penderitaan anaknya seumur hidup.

Tidak peduli alasan apa pun, dihimbau jangan gunakan kekerasan dengan memukul anak Anda, karena ini bukan cara mendidik yang tepat.

Membentak apalagi sampai memukul anak adalah tindakan yang paling bodoh. Saya masih ingat ketika jatuh dari atas pohon semasa kanak-kanak dulu. Saat itu, pikiran saya kosong, dan ketika dibawa pulang oleh ayah saya, selain dicaci maki, juga dipukul karena luapan amarahnya yang tak terbendung. Ayah juga memukul saya dengan sapu.

Ketika itu aku masih kecil. Saya tidak ingat kepanikan dan kekhawatiran ayah. Saya hanya ingat raut wajahnya yang mengerikan, merah padam, sapunya dilayangkan ke badanku, dan suasananya mengerikan.

Apakah kamu juga masih ingat dengan pengalaman ini semasa kecil ? Ada bekas luka di kaki sampai sekarang.

Keesokan harinya, saya masih harus sekolah. Saat guru sedang memberikan pelajaran kelas, saya tidak bergairah sama sekali mendengarnya, dan tidak tahu apa yang dikatakan. Pikiran saya selalu dibayangi dengan peristiwa kemarin.

Saat itu saya berpikir setelah dewasa dan punya anak sendiri nanti, saya pasti tidak akan memukul anak-anak saya, saya akan membuatnya tumbuh sehat dan bahagia.

Namun, setelah menjadi sosok orangtua (ayah-ibu), saya baru tahu betapa memusingkan dan membuat sakit kepala punya anak yang nakal.

Ketika anak memberontak, melempar mainan sesukanya, dan berulang kali mengabaikan peringatan Anda, bahkan bergulingan di lantai sambil mencaci maki di depan umum, apakah Anda pernah tak tahan dan ingin sekali melayangkan tamparan di mukanya saking emosinya ?

Dari sudut pandang fisiologis, sikap orangtua yang kasar akan menyebabkan anak yang memang punya tempramen keras melakukan perlawanan, kemudian menjadi temperamental, mudah tersinggung/marah, bersikap kasar, dan bahkan membentuk kepribadian yang agresif.

Selalu melakukan kekerasan terhadap orang lain, sehingga sulit untuk membangun hubungan interpersonal yang baik, akibatnya, kepribadian anak cacat, bahkan melakukan hal-hal yang menyiksa dirinya untuk meredakan rasa takut dan kecemasannya, ini sangat tidak baik bagi pertumbuhan kesehatan mental anak.

Kita tidak pernah kekurangan alasan untuk memukuli anak-anak, tetapi saat kita merenung kembali, kita akan menemukan bahwa alasan-alasan ini tidak dapat dipertahankan. Selain bisa membuat kita (orangtua) melampiaskan kemarahan, tidak ada manfaat lain sedikit pun.

The American Academy of Pediatrics menentang segala bentuk hukuman fisik. Karena mendidik anak dengan cara memukul itu bukan hanya tidak efektif, tetapi juga membahayakan kesehatan fisik dan mental anak dan bahkan membuat mereka semakin menjadi anak pemberontak.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular