- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Mendapatkan Kejernihan Berpikir yang Belum Pernah Dialaminya Seumur Hidup

Xia Yan – Epochtimes.com

Lisa Rudek berasal dari Polandia, sekarang tinggal di Negara Bagian Illinois Amerika Serikat. Pada akhir tahun 2014 dia mulai berlatih Falun Dafa. Apa arti Falun Dafa baginya? Adalah: “Jernih dan kebijaksanaan.”

Menurut media Minghui, Lisa menemukan Falun Dafa atau Falun Gong ketika dalam proses mencari cara meningkatkan masalah penglihatannya. Ketika itu mata kirinya mengalami glaukoma, dan obat tetes mata hanya dapat memperlambat kecepatan kerusakan penglihatannya. Pada pertengahan November 2014, dia membutuhkan sepasang kacamata baru.

“Glaukoma ini dapat membuat saya di suatu hari mengalami kebutaan, pemikiran ini membuat saya sangat ketakutan. Meskipun saya tahu bahwa tidak ada pengobatan tuntas terhadap glaukoma, tetapi saya toh tetap bertanya pada dokter di toko optik apakah ada cara yang dapat meringankannya.”

Jawaban dokter mata telah membukakan pintu harapan bagi Lisa untuk menuju ke pintu gerbang harapan dan dunia baru.

Dokter mengatakan ibunya juga pernah menderita glaukoma. Dokter itu mengatakan, dengan melalui berkulitivasi Falun Dafa, penglihatan ibunya sekarang cukup baik dan sudah benar-benar tanpa membutuhkan bantuan obat apa pun.

Dokter itu juga menghadiahkan kepada Lisa sebuah buku ‘Zhuan Falun (Memutar Roda Hukum)’. “Dia mengatakan selama saya berkeinginan membaca buku ini, maka boleh membawanya pulang, tetapi dalam memperlakukan buku tersebut, harus bersikap takzim.” Imbuhnya. 

“Segera, informasi baru yang saya peroleh telah membuatku dipenuhi dengan energi. Saya sangat gembira dan bersemangat, seolah baru saja bangun dari tidur pulas, telah benar-benar melupakan masalah mata saya sendiri.”

Putrinya yang bernama: Nicole, juga telah meyakini intuisi Lisa tersebut. Pada malam hari itu juga setelah pulang dan melihat ada buku “Zhuan Falun”, Nicole berseru kaget: “Hai, kamu telah menemukan Falun Dafa!” Ternyata Nicole yang selama satu dekade tinggal di sekitar New Jersey, New York, dan di wilayah itu dia pernah mendapatkan selembar brosur Falun Dafa. Dia membeli buku “Zhuan Falun” dan mulai membacanya.

Sembari menunggu terbitnya “Zhuan Falun” dalam edisi bahasa Polandia, di akhir pekan Lisa berinisiatif mengikuti latihannya dulu di tempat pusat latihan Falun Gong. Perasaan indah dan nyaman yang dia rasakan ketika berlatih, membuatnya semakin penasaran terhadap Falun Dafa.

Ketika membaca paragraph ke 1 dari bab ke 1, “Zhuan Falun,” maka dia pun menyadari akan “kekuatan dan pentingnya” Falun Dafa: “Saya tidak bisa melepaskan buku ini. Saya ingin membacanya lebih lanjut. Isi buku ini begitu memiliki daya tarik. “

Paragraf ke 1, memberi kesan kepada Lisa kejernihan dan kejelasan: “Tahu bagaimana membedakan antara baik dan buruk serta kekuatan untuk mengambil tindakan yang hakiki.” Kejelasan seperti ini membuat hidupnya tak terasa secara radikal telah meningkat.

Memberikan kejelasan dan kebijaksanaan dalam membedakan baik – buruk

Pada saat itu (di tahun 2015) dia telah sekian lama merawat bibinya yang berusia 87 tahun. Bibinya menderita penyakit Alzheimer, dan baru meninggal dua minggu lalu.

Merawat bibi adalah pekerjaan yang melelahkan, karena membutuhkan perawatan yang intensif, termasuk mengganti popok. Tapi bibinya sama sekali tidak menghargai Lisa, malah sebaliknya, sering memaki-maki Lisa, atau menggigitnya, mencubit dan memukulnya (cirri-ciri penderita alzheimer). Di saat seperti itu, Lisa merasa diperlakukan sangat tidak adil, sehingga memendam amarah.

Setelah mulai berlatih Falun Gong, Lisa menyadari hal ini dikarenakan dia merasa sudah merawat bibi tapi dengan mengharapkan imbalan rasa terima kasih.

Ketika persoalan tidak seperti yang diharapkan, dia merasa tidak adil. Dia sekarang tahu bahwa sebagai kultivator seharusnya bersikap “dipukul tidak melawan, dimaki tidak membalas”, jadi dia memutuskan menggunakan standar seorang kultivator untuk memperbaiki dirinya sendiri terlebih dahulu.

Lisa mengingatkan: “Seiring dengan perubahan sikap saya terhadap bibi, maka sikapnya kepada saya pun berubah menjadi lebih baik setiap hari. itu benar-benar fantastis!.”

Kejernihan dan kebijaksanaan untuk membedakan baik dan buruk yang diperoleh Lisa juga memberinya kemampuan untuk membantu orang lain. Seorang teman dengan ibunya sudah tidak berhubungan selama tiga tahun terakhir. Setelah mengetahui hal tersebut, Lisa mengatakan kepadanya itu salah.

Dia menjelaskan kepada temannya: ketika ibumu sangat marah, adalah dikarenakan pikiranmu dipengaruhi oleh hal buruk. Jika kamu mampu berniatan baik dan mengambil tindakan yang sesuai, maka kamu dapat mengalami perubahan yang positif.

Hari berikutnya ibu temannya menelepon dan mengatakan kepada Lisa, anaknya tadi malam menelpon dan meminta maaf atas perilakunya. Disaat mengatakan, “Ibu, aku mencintaimu”, bahkan anaknya menangis. Lisa merasa sangat terhibur setelah mendengar kata-kata sang ibu.

“Saya tahu bahwa ini adalah pemberian Falun Dafa kepada saya. Sebelum berkultivasi, pikiran saya selamanya tidak pernah memiliki taraf kejernihan semacam ini yang dapat membantu teman saya menganalisis situasinya. Kata-kata saya selamanya juga tidak pernah mampu mengesankan orang lain seperti itu.”

Saat ini, tekanan intraokular mata kiri Lisa telah stabil. Pada Konferensi Berbagi Pengalaman Falun Dafa New York yang diadakan pada bulan Mei tahun 2015 itu, dia sangat beruntung dapat mendengar langsung ceramah Guru Besar Li Hongzhi dan secara pribadi merasakan keajaiban Falun Dafa. Pada saat ceramah, “Guru membantu saya membuka Tianmu (mata ketiga) saya. Pada awalnya, saya pikir itu hanya imajinasi dan halusinasi. Saya membuka mata, dan menutupnya lagi. Ketika saya melihat ke arah kursi penonton dan orang-orang di sekitar saya, semuanya pada nampak normal. Namun, ketika saya menutup mata, saya benar-benar melihat trap-trap tangga menuju ke podium takhta itu, diatasnya duduk bersila ganda seorang Buddha yang mengenakan jubah kuning dan cahaya memancar menyilaukan di sekitar sang Buddha. Di sebelah atas takhta adalah cahaya biru permata yang indah. Keseluruhan gedung konferensi adalah begitu indah dan agung dan saya tidak mampu melukiskan sepenuhnya dengan kata-kata.”

Lisa menggambarkan suasana jiwanya dewasa ini: “Saya seringkali meneteskan air mata ketika membaca literatur Dafa. Saya mendapatkan Falun Dafa disaat berusia 59 tahun, adalah hal yang sangat disyukuri. Saya tidak lagi mengkhawatirkan tentang glaukoma. Setelah beranjak dewasa, baru kali pertama inilah saya telah merasakan perlindungan dari kehidupan yang paling dalam.”

Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) adalah sistem meditasi kultivasi diri berdasarkan prinsip universal Sejati, Baik, Sabar. Latihan ini diperkenalkan kepada publik oleh Mr. Li Hongzhi pada tahun 1992 di Tiongkok. Saat ini dipraktikkan oleh lebih dari 100 juta orang di 114 negara. Tapi latihan meditasi damai ini dianiaya secara brutal di oleh Komunis Tiongkok sejak 1999. Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi: id.falundafa.org   [1](HUI/WHS/asr)

Video Rekomendasi :