Washington DC – Para ilmuwan berhasil menemukan struktur gunung-gunung yang terbenam sedalam 410 mil atau sekitar 644 kilometer di dalam bumi. Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang apa yang terjadi (ada) jauh di bawah kerak bumi.

Medan kasar di perbatasan dua ‘lapisan dalam’ cair bumi, terdeteksi dengan menganalisis data dari gempa bumi di Bolivia 25 tahun yang lalu. Gempa bumi itu, adalah gempa bumi terbesar kedua yang pernah tercatat, mengguncang planet ini seperti lonceng. Gempa mengirimkan gelombang kejut yang memantul dari topografi bagian dalam planet dan meninggalkan data mereka yang tersebar pada seismograf di seluruh dunia.

Para peneliti meyakini bahwa lapisan pegunungan dapat dibentuk dari tumpukan dasar laut yang tenggelam melalui mantel utuh, setelah terlepas dari kerak bumi ketika meluncur di bawah lempeng benua. Itu membantu menjawab pertanyaan yang telah lama diperdebatkan.

Studi yang dipublikasikan dalam Science, menunjukkan bahwa ada batas ‘kasar’ di dasar lapisan setebal 100 mil yang berada di antara dua lapisan utama bumi yang dikenal di sebagian besar buku teks sebagai, mantel atas dan bawah.

“Mereka menemukan bahwa lapisan dalam Bumi sama rumitnya dengan apa yang kita amati di permukaan,” kata seismolog Christine Houser, asisten profesor di Institut Teknologi Tokyo yang tidak terlibat dalam penelitian ini, dalam sebuah pernyataan.

“Untuk menemukan perubahan ketinggian 2 mil pada batas yang lebih dari 400 mil menggunakan gelombang yang melintasi seluruh Bumi dan kembali, adalah prestasi yang menginspirasi. Temuan mereka menunjukkan bahwa ketika gempa bumi terjadi dan instrumen seismik menjadi lebih canggih dan berkembang (digunakan) ke daerah baru, kami akan terus mendeteksi sinyal skala kecil baru yang mengungkapkan sifat-sifat baru dari lapisan Bumi.”

Penelitian ini dilakukan oleh seismolog di Universitas Princeton. Salah satu peneliti Wenbo Wu mengatakan bahwa pegunungan mantel, “Memiliki topografi yang lebih kuat daripada Pegunungan Rocky atau Appalachia.”

Matahari terbenam jatuh di atas Pegunungan Rocky dekat Denver, Colorado pada 5 Mei 2012. (Foto : Doug Pensinger/Getty Images/The Epoch Times)

Ultrasonik Untuk Planet
Sama seperti USG menggunakan gelombang yang membengkokkan dan mengikat sekitar jaringan dan kepadatan yang berbeda untuk mengungkap dunia dalam rahim manusia dan bayi yang belum lahir, demikian juga dunia batin bumi dapat terungkap. Terutama jika Anda memiliki gelombang yang cukup besar untuk menembus ke dalamnya.

Hanya gempa bumi yang paling kuat yang dapat memberikan gelombang yang cukup kuat, kata rekan penulis studi, Jessica Irving. Dia mencatat bahwa energi meningkat 30 kali lipat dengan setiap langkah naik dari skala Richter. Dia mendapatkan data terbaiknya dari gempa bumi dalam yang besarnya 7,0 SR atau lebih tinggi.

“Gempa bumi yang dalam, alih-alih membuang energi mereka di kerak bumi, bisa membuat seluruh mantel ‘berjalan’,” katanya.
 
Untuk studi mereka, para peneliti memilih gempa bumi terbesar kedua yang pernah tercatat yang mengguncang Bolivia pada tahun 1994, yaitu mencapai 8,2 pada skala Richter.

“Gempa bumi sebesar ini tidak sering terjadi,” katanya. “Kami beruntung sekarang karena kami memiliki lebih banyak seismometer daripada 20 tahun yang lalu. Seismologi adalah bidang yang berbeda dari 20 tahun yang lalu, antara instrumen dan sumber daya komputasi.”

Seismolog Jessica Irving (Foto : Denise Applewhite/Princeton/The Epoch Times)

Para peneliti mengatakan analisis mereka menunjukkan bahwa lapisan pegunungan sebenarnya mencerminkan perbedaan kimia. Dengan kata lain, lapisan itu terbentuk dari jenis batuan yang berbeda.

“Apa yang bisa menyebabkan perbedaan kimia yang signifikan? Pengenalan batu yang dulunya milik kerak, sekarang beristirahat dengan tenang di dalam mantel,” kata pernyataan dari University of Princeton.

“Para ilmuwan telah lama memperdebatkan nasib lempengan dasar laut yang terdorong ke mantel di zona subduksi, tabrakan yang terjadi ditemukan di seluruh Samudra Pasifik dan tempat lain di seluruh dunia. Wu dan Irving memprediksi, bahwa sisa-sisa lempengan ini sekarang mungkin tepat berada di atas atau tepat di bawah batas 410 mil (660 km).” (SIMON VEAZEY/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular