Washington DC – Amerika Serikat sepertinya sangat serius dalam upaya membentuk Angkatan Antariksa. Presiden AS, Donald Trump mengambil langkah terbaru pada 19 Februari 2019.

Namun, upaya Trump membutuhkan dukungan anggota parlemen untuk memulai proses panjang pembentukan Angkatan Antariksa AS. Angkatan baru sebagai cabang militer baru yang didedikasikan untuk menangani ancaman di luar angkasa.

Trump menandatangani Space Policy Directive 4, yang meletakkan dasar bagi inisiatif legislatif yang dapat membentuk Angkatan Antariksa sebagai badan militer baru yang sebanding (sejajar) dengan Marinir AS.

Dalam upacara penandatanganan kantor oval, Trump mengatakan bahwa ‘Space Space’ adalah prioritas keamanan nasional.

Memo itu memerintahkan Departemen Pertahanan untuk mengerahkan sumber daya ruang angkasa-nya untuk mencegah dan melawan ancaman di ruang angkasa. Melalui pembentukan Angkatan Antariksa, yang akan menjadi bagian dari Angkatan Udara, menurut sebuah rancangan yang dilihat oleh Reuters.

Membangun Angkatan Luar Angkasa itu akan membutuhkan persetujuan Kongres.

Roket SpaceX Falcon 9 (atas kanan) terpisah dari pesawat ruang angkasa (kiri) di belakang jejak roket setelah meluncur dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg yang membawa satelit SAOCOM 1A dan ITASAT 1, di dekat Santa Barbara, California, pada 7 Oktober 2018. (Foto : David McNew/Getty Images/The Epoch Times)

Pada Agustus 2018, Pemerintahan Trump mengumumkan rencana ambisius untuk membentuk Angkatan Antariksa sebagai cabang keenam militer pada tahun 2020.

“Angkatan Antariksa akan menjadi cabang militer yang bersenjata. Mereka akan mencakup fungsi tempur dan dukungan tempur, untuk memungkinkan operasi antariksa ofensif dan defensif yang cepat dan berkelanjutan,” menurut memo itu.

Kepala Angkatan Udara AS, Jenderal David Goldfein, berbicara di Brookings, sebuah think tank Washington, mengatakan pada hari Selasa bahwa proses pembentukan Angkatan Antariksa masih jauh. “Termasuk rincian rumit tentang bagaimana kita bergerak maju dalam membangun layanan ini di dalam Departemen Udara (masih belum jelas).”

Goldfein juga mengatakan, dari perspektif perang, langkah paling penting yang akan diambil adalah menetapkan Komando Luar Angkasa AS sebagai komandan tempur. Itu adalah salah satu upaya nyata terdekat yang harus dilakukan pertama kali. Peran mereka kemudian akan ditambah termasuk memerintahkan personel dan diberikan materi tambahan ketika ditingkatkan sebagai ‘Space Force’.
 
Angkatan Udara adalah cabang militer AS yang saat ini memiliki tanggung jawab atas ruang angkasa.

Tahun lalu, Wakil Menteri Pertahanan Patrick Shanahan saat itu memusatkan perhatian pada reformasi internal Pentagon dan masalah-masalah seperti pembentukan Angkatan Antariksa, sebagai sebuah prakarsa. Usaha yang menghadapi perlawanan dari beberapa anggota parlemen dan sejumlah pejabat di Pentagon.

Shanahan, yang sekarang bertindak sebagai penjabat Menteri Pertahanan, telah mengatakan pada 2018 bahwa Angkatan Antariksa diusulkan untuk mendapat anggaran awal kurang dari 5 miliar dolar AS atau sekitar 70 triliun rupiah.

Pada hari Selasa (19/2/2019), seorang pejabat Pentagon berbicara dengan syarat anonimitas, mengatakan biaya awal untuk Angkatan Angkasa diperkirakan sekitar 72 juta dolar.

Perkiraan anggaran Angkatan Udara dari awal tahun lalu mengatakan Angkatan Antariksa akan membutuhkan sekitar $ 13 miliar dalam lima tahun pertama. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular