Erabaru.net. Banyak orang mengenal Bruce Lee, namun, mungkin tidak banyak yang tahu tentang muridnya. Dan ini adalah kisah tentang salah satu murid Bruce Lee.

Dia adalah murid kebanggaan Bruce Lee. Kemahiran seni bela dirinya sangat mengagumkan. Setelah kematian Bruce – Li Xiao-long, ia tidak menempatkan posisinya sebagai murid kebanggan, apalagi memanfaatkan ketenaran sang gurunya untuk kepentingan pribadi.

Bahkan ketika hidup miskin dan melarat dia juga tidak memanfaatkan hal itu. Satu-satunya yang ia lakukan adalah seminggu sekali ke makam Bruce Lee dan membersihkan makamnya. Muridnya yang dimaksud ini adalah Taky Kimura.

Taky Kimura, seorang warga negara Jepang, lahir pada tahun 1924, namun, sejak awal sudah menetap di Amerika Serikat.

Selama Perang Dunia II, ia ditahan di Amerika Serikat selama lima tahun karena statusnya sebagai orang Jepang. Pada tahun 1959, ia mengenal Brucee Lee dari Jesse Glover, seorang waga Amerika sekaligus murid pertama Bruce Lee, dan belajar Jeet Kune Do, sejenis seni bela diri yang diciptakan oleh Bruce Lee.

Tak lama setelah mengenal Bruce Lee, Kimura tertular oleh rasa percaya diri dan keterampilan luar biasa Bruce Lee, dan ini sangat memengaruhi perjalanan hidupnya.

Kimura 16 tahun lebih tua dari Bruce Lee, dia memberi banyak inspirasi kepada Li Xiao-long. Bisa dikatakan hubungan keduanya bukan sebagai guru dan murid, lebih tepat disebut guru dan sahabat.

Ketika Bruce Lee meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke Hong Kong untuk shooting film laga, dia mengumpulkan semua muridnya. Dia tidak boleh membuka sekolah ilmu seni bela diri atas nama Jeet Kune Do, tetapi dia hanya bisa menggunakannya sebagai pengajaran skala kecil, tetapi dia mengizinkan Kimura mengajarkan ilmu bela itu.

Bruce Lee bahkan berkata kepada murid-muridnya, : “Tidak peduli sampai di mana batas ilmu seni bela diri saya, Kimura selalu di atas saya. Saya harus menghormatinya.”

Pada tahun 1973, Bruce Lee meninggal dalam usia muda, dan bukan main sedihnya Kimura dengan kematian gurunya itu. Menurutnya, dia tidak hanya kehilangan seorang guru, tetapi juga kehilangan seorang sahabat sejati.

Untuk meneruskan warisan sang guru, Kimura membuka “Klub JKD-Jeet Kune Do” non profit di Seattle, dan dengan senang hati menyebarkan seni bela diri dan filosofi yang diajarkan Bruce Lee di masa lalu, dan secara pribadi menjadi instruktur inti Jeet Kune Do.

Karena kontribusinya untuk pengembangan Jeet Kune Do hingga seluruh komunitas ilmu seni bela diri Amerika, ia mendapatkan penghargaan sebagai instruktur seni bela diri di “Black Belt Group” pada 1990, yang merupakan kehormatan tinggi di komunitas seni bela diri Amerika.

Saat ini, Taky Kimura tinggal di pinggiran Seattle, AS. Meskipun telah pensiun, ia belum bisa melepaskan seni Kung Fu yang diajarkan oleh gurunya, Bruce Lee ketika itu.

Berkat bantuan putranya, Taky Kimura membangun sebuah rumah kayu di kebun belakang rumahnya, dan membuka klub keterampilan Jeet Kune Do, membuka kelas-kelas kecil tiga kali seminggu, dan tidak menarik bayaran untuk pengajaran, semuanya murni untuk kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya itu, Kimura juga ke makam Bruce Lee di Pemakaman Lakeview di Seattle setiap minggu untuk membersihkan makam almarhum guru sekaligus sahabat sejatinya itu.

Dan Taky Kimura hanya tersenyum ketika ditanya alasannya, mungkin ini adalah perwujudan dari persahabatan yang mendalam antara keduanya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular