Erabaru.net. 19 tahun yang lalu, dia diselamatkan dari bencana kebakaran.

19 tahun kemudian, ia bertemu kembali dengan penyelamatnya dalam acara kelulusannya.

Gadis yang beruntung ini bernama Josibel Aponte.

Sembilan belas tahun yang lalu, seorang polisi bernama Peter Getz menyelamatkan Josibel yang masih berusia lima tahun saat apartemen milik pamannya dilalap api.

Ketika keluar dari bangunan, Josibel sudah tidak sadarkan diri.

Namun, berkat CPR dari Peter, Josibel bisa bernapas kembali dan bisa diselamatkan nyawanya.

19 tahun kemudian, bocah perempuan yang nyaris dicabut nyawanya oleh malaikat kematian ketika itu sekarang telah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik.

Kisah mengharukan pun terjadi ketika Josibel Josibel lulus dengan predikat mengesankan magna cum laude dari Eastern Connecticut State University, Amerika Serikat.

Getz berdiri disamping Aponte yang sudah menjadi gadis yang cantik pada wisuda kelulusannya.

Dan Josibel sendiri mengatakan dia tidak pernah melupakan hari di mana Peter menyelamatkan nyawanya.

“Hanya ada beberapa saat yang sangat penting dalam hidup. Saya ingin berbagi kebahagiaan kelulusan saya dengan semua orang yang penting bagi saya, yang telah ada untuk saya, dan yang membantu saya melalui masa-masa sulit,” kata Josibel.

Josibel bersyukur diberi kesempatan kedua untuk hidup.

“Aku hampir mati ketika itu, tapi aku diberi kehidupan kedua! Ini adalah berkat Peter dan para pahlawan di lokasi kebakaran serta otoritas terkait,” kata Josibel.

Sehubungan dengan puji syukur dan ucapan terima kasih Josibel, sang penyelamat Peter Getz dengan sederhana mengatakan, “Saya hanya menjalankan kewajiban dan tugas saya sehari-hari.”

Ketika itu Josibel pingsan karena paru-parunya menghirup asap tebal, Josibel bisa selamat berkat pernapasan buatan yang dilakukan petugas polisi setempat Peter Getz.

Dengan terlatih, Peter membantunya bernapas lagi hingga Aponte tiba di rumah sakit.

“Saya hanya salah satu gerigi dalam roda, dari informasi yang dikirim ke petugas pemadam kebakaran yang mempertaruhkan nyawanya, kami melakukan tugas kami, dan ini bukan hasil kerja saya seorang. Mengapa kami memakai seragam ini? Karena itu adalah panggilan nurani, tugas yang harus kami lakukan,” kata Peter.

Josibel dan penyelamatnya semasa kecil, Peter Getz.

Sampai hari ini, Josibel masih menyimpan boneka beruang dari Peter saat ia dirawat di rumah sakit kala itu.

Namun, kontaknya dengan Peter terputus setelah dia pindah rumah.

Beberapa tahun kemudian, Josibel baru kontak kembali dengan Peter penyelamatnya yang berharga, dan mengundangnya untuk menghadiri upacara kelulusannya.

Peter sangat senang bisa menghadirinya. Keceriaan itu tergambar dari foto mereka berdua.
Josibel bersyukur dan sangat senang dengan kehadiran Peter sebagi pendamping dirinya pada wisuda kelulusan.

Josibel juga mengatakan bahwa ia sudah menganggap Peter sebagi orang tuanya, begitu juga dengan Peter yang menganggap Josibel layaknya anak sendiri. (jhony/rp)

Sumber: Beutieslife

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular