Erabaru.net. Meskipun sebagian tubuhnya cacat, namun, pemuda ini memiliki tekad yang kuat yang membuat banyak orang yang lengkap secara fisik akan merasa malu.

Meskipun tidak memiliki sepasang telapak tangan, pria berusia 25 tahun ini tetap bekerja dengan rajin dan menolak mengandalkan bantuan orang lain.

Bukan hanya itu, ia juga bertekad untuk mengubah pandangan sebagian masyarakat yang menganggap orang cacat dan dari ras Melayu itu “pemalas”.

“Saya ingin membuktikan kalau saya juga bisa mandiri dan membuktikan bahwa orang Melayu itu tidak malas!” katanya.

Syahrain Fadzil adalah seorang pengantar makanan dengan sepeda motor, meskipun tampak mustahil baginya yang tidak memiliki sepasang telapak tangan, namun, dia telah bergabung dengan perusahaan Foodpanda selama sekitar dua bulan.

Sebelumnya dia bekerja sebagai pencuci mobil dan kurir suku cadang mobil selama lima tahun.

Syahrain tidak menyangkal banyak orang yang kagum dan terkesan ketika melihatnya di jalan yang sibuk, meliuk-liukkan motornya mengantar makanan.

Dia juga ingin membuktikan bahwa orang Melayu tidak malas dengan tindakannya sendiri.

“Semuanya adalah tergantung diri kita. Harus bekerja keras. Jika malas, maka habislah sudah hidupmu, tetapi jika rajin, kita dapat melakukan banyak hal. Sebenarnya, banyak lowongan pekerjaan di negara kami,”kata Syahrain yang tinggal bersama Neneknya di Sungai Buloh, Petaling, Selangor, Malaysia.

“Semua itu tergantung pada kita mau bekerja atau tidak. Yang paling penting adalah, jangan pilih-pilih pekerjaan,” tambahnya.

Syahrain mengatakan dia menggunakan sebagian penghasilannya untuk biaya hidup sehari-hari dan membeli perlengkapan dapur untuk neneknya.

Syahrain menceritakan awal mula dia kehilangan sepasang tangannya yang terjadi semasa kecilnya pada saat di berusia 9 tahun.

“Pada saat itu, saya sedang bermain dengan teman-teman di sebuah lapak yang ditinggalkan di depan Penjara Sungai Buloh. Tiba-tiba saya melihat dua bola seukuran tenis. Ketika saya masih kecil, polos, dan punya rasa ingin tahu yang tinggi, kemudian saya mengambil bola itu dan meledak seketika,” kata Syahrain mengenang masa kecilnya.

Belakangan dia baru tahu kedua bola itu adalah bom rakitan.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

https://www.youtube.com/watch?v=ml1e3jf9yi8

Share

Video Popular