Erabaru.net. Aku kenal dengan Vera, sekarang sudah jadi istriku, dalam sebuah kegiatan sosial. Dua baris gigi dan lesung pipinya yang manis serta senyum ceriahnya membuatku terpana ketika melihatnya.

Sebagai laki-laki aku memberanikan diri berkenalan dan meminta nomor kontaknya. Sejak itu, kami mulai berpacaran, dan hubungan kami semakin akrab apalagi kami memiliki pandangan dan nilai-nilai kehidupan yang sama.

Vera pernah bercerita bahwa semula dia memiliki keluarga yang bahagia, ibunya adalah seorang ibu rumah tangga, ayahnya adalah seorang tentara, kemudian membuka usaha dagang setelah pensiun.

Namun, ayahnya meninggal karena sakit saat Vera baru berusia 6 tahun. Ibunya terpaksa harus bekerja di luar untuk membesarkannya, dan sejak itu, mereka tinggal berdua hingga Vera tumbuh besar.

Setelah kami lebih dari satu tahun pacaran, dan hubungan kami telah disetujui oleh ibunya, akhirnya kami sepakat untuk menikah.

Pada hari pernikahan, saat semua kerabat telah berkumpul, dan siap menyelenggarakan acara pernikahan, tiba-tiba Vera memintaku untuk menunggu sebentar.

Aku mendengar suara klakson mobil dan terlihat iringan mobil melaju ke aula pernikahan di lapangan terbuka. Vera tersenyum ceria dan menyambut tamunya sambil menarik tanganku.

Dari gaya busana yang dikenakan dan mobil mereka, jelas mereka berasal dari keluarga berada. Vera memperkenalkan aku pada mereka, yang masing-masing adalah ayah kedua, ketiga dan keempat.

Ketiga ayah angkat Vera tampak bahagia melihat pernikahan Vera, kemudian berjabat tangan denganku dan sambil berkata Vera adalah putri kebanggaan mereka. Mereka memberikan ucapan selamat dan “memperingatkan” aku jangan pernah menyakiti Vera, kalau tidak mereka tidak akan mengampuniku.

Untuk sesaat aku bingung bagaimana memanggil ketiga ayah angkat Vera itu. Ibu mertua yang melihat aku salah tingkah kemudian menyuruhku memanggil mereka “ayah mertua” yang membuatku semakin serba salah!

Ibu mertua tersenyum melihat akau kebingungan. Ternyata mereka bertiga adalah sahabat baik almarhum ayah Vera semasa dinas militer. Setelah pensiun, keempatnya memulai bisnis bersama dan menjadi saudara.

Tapi mereka tak menduga, saudara angkat tertua mereka yakni almarhum ayah Vera tiba-tiba sakit parah yang merenggut nyawanya. Menjelang kematiannya, dia berpesan kepada tiga bersaudara angkatnya tolong bantu menjaga Vera, putrinya dan ibunya. Mereka bertiga kemudian sepakat menjadi ayah angkat Vera.

Selama ini, ketiga ayah angkatnya selalu memperhatikan perkembangan Vera, dan memberi bantuan dalam kehidupan sehari-hari.

Hidupku sangat bahagia bisa menikah dengan Vera, seorang gadis yang baik dan lembut. Meskipun telah kehilangan ayah kandungnya sejak kecil, tapi masih ada tiga ayah angkatnya yang selalu mencurahkan kasih sayang dalam pertumbuhannya.

Demikian juga dengan Vera sendiri, dia merasa sangat bahagia, punya tiga ayah angkat yang baik dan suami yang setia.

Pada hari-hari selanjutnya, aku dan Vera akan bekerja bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih bahagia. Tentu saja, kami juga akan merawat ibu mertua, membuatnya bahagia menikmati usia senjanya!(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular