Erabaru.net. Dalam masyarakat feodal, penggolongan kelas sosial di masyarakat kala itu sangat ketat, terutama antara kaisar dan kalangan rakyat jelata, taruhannya adalah nyawa jika melewati batas.

Tahta atau kursi kaisar adalah tempat eksklusif sang kaisar, selain kaisar, siapa pun yang duduk di kursi ini akan mendapat hukuman yang berat dan bisa-bisa nyawa menjadi taruhannya, meski pangeran atau putra mahkota sekalipun yang mendudukinya.

Tetapi suatu ketika ada seorang anak yang bermain di tahta kaisar dan tertangkap basah. Namun, sang kaisar bukan saja tidak marah apalagi menghukumnya, ia bahkan sangat tertarik dengan bocah polos itu, hingga akhirnya anak itu mewarisi tahtanya.

Bocah yang dimaksud itu adalah kaisar ketiga Dinasti Song Utara, Zhen Zong atau Zhao Heng (Lahir 968, memerintah 997 – 1022).

Zhao Heng adalah putra ketiga dari Song Tai Zong. Ia bernama Zhao Dechang semasa kecil. Selama masa pemerintahan kaisar Zhao Guang Yin, ia sering ikut ayahnya ke istana. Karena itu, Zhao Heng telah mengunjungi banyak tempat di istana, selain itu, ia juga sangat akrab dengan para pangeran/putra mahkota, dan sering bermain bersama.

Zhao Heng dan para pangeran sering bermain perang-perangan, suka mengatur formasi pertempuran. Zhao Heng juga sering menyebut dirinya sebagai panglima, jelas ini menunjukkan bahwa ia memiliki cita-cita besar sejak kecil.

Suatu hari, saat Zhao Heng memasuki istana, diam-diam dia menyelinap ke aula tempat pertemuan kaisar dengan para menterinya. Bahkan, dikarenakan masih kecil dan tidak tahu apa-apa, ia duduk di atas tahta kaisar dan berperan seperti seorang kaisar.

Saat sedang senang-senangnya bermain sebagai kaisar, Zhao Kuang Yin dan Zhao Guang Yi tiba-tiba masuk. Bukan main terkejutnya Zhao Guang Yi melihat putranya (Zhao Heng) duduk di kursi kaisar dan ketakutan setengah mati.

Dia segera berlutut memohon kaisar untuk tidak menyalahkan putranya. Namun, Zhao Kuang Yin tidak menggubrisnya, justru tersenyum sambil berjalan ke samping tahtanya, dan sambil meraba kepala si bocah (Zhao Heng), sang kaisar bertanya pada si bocah,: “Enak jadi kaisar, mau jadi kaisar ?”

Zhao Heng tidak menyadari sedikit pun bahwa duduk di kursi kaisar itu adalah tindakan ceroboh yang fatal. Dengan santai dia menjawab pertanyaan sang kaisar : “Tergantung takdir, kalau memang ditakdirkan jadi kaisar, terus gimana?”.

Sang kaisar Zhao Kuang Yin tertawa terbahak-bahak, dan berpikir bahwa bocah ini hebat. Sejak saat itu, Zhao Kuang Yin menjadi sangat tertarik dan menyukai anak itu, bahkan membawanya tinggal di istana.

Meskipun Zhao Guang yi, ayah Zhao Heng kemudian menjadi kaisar. Namun, sangat kecil kemungkinan Zhao Heng mewarisi tahta kaisar, karena ia masih memiliki dua kakak laki-laki.

Pada saat itu, penerus tahta kaisar berdasarkan urutan paling tua. Namun, Zhao Heng beruntung, pertama kakak sulungnya gila, kemudian kakaknya yang kedua tiba-tiba meninggal. jadi, dia pun diangkat sebagai Putra Mahkota menggantikan kedua kakaknya.

Tampaknya harus diakui, bahwa nasib Zhao Heng ternyata menjadi nyata seperti yang pernah diucapkannya semasa kecil.

Dia bisa duduk di atas tahta kaisar karena nasibnya yang memang sudah ditakdirkan seperti itu. Dia benar-benar beruntung. Orang lain bersusah payah dan dengan berbagai cara untuk menjadi penguasa, namun, sampai nyawa melayang juga tak pernah bisa mewujudkan ambisinya, berbalik dengan dia (Zhao Heng) yang memang ditakdirkan menjadi kaisar meski ia sendiri tidak mengharapkannya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular