Erabaru.net. Dia lahir di sebuah desa terpencil, memiliki seorang adik laki-laki. Orangtuanya adalah petani yang baik dan sederhana. Karena miskin, jadi tidak sanggup membiayai sekolah dua orang sekaligus.

Orangtuanya bilang anak perempuan tidak perlu sekolah terlalu tinggi, karena cepat atau lambat akan menikah juga, akhirnya mau tiak mau dia harus berhenti sekolah dan bekerja.

Dalam benaknya terus berpikir bahwa untuk masa depan yang lebih baik, seseorang harus tekun belajar. Karena selalu merasa menyesal tidak bisa melanjutkan sekolah, jadi dia bersumpah bagaimanapun juga akan berusaha keras agar adik laki satu-satunya itu bisa melanjutkan studinya sampai ke perguruan tinggi.

Begitulah selama puluhan tahun dia bekerja keras di luar kota, menyisihkan sebagian besar gajinya untuk biaya pendidikan adik satu-satunya itu.

Setelah lulus dari perguruan tingggi, adiknya mendapakan pekerjaan yang bagus. Akhirnya dia tidak perlu lagi memikirkan biaya pendidikan adiknya, tetapi saat itu usianya sudah hampir memasuki kepala tiga, jadi dia pun memikirkan tentang masa depannya sendiri, dan akhirnya mendapakan suami yang baik saat berusia 31 tahun. Suaminya sangat baik padanya, tidak memandang rendah dirinya yang berasal dari desa.

Pada hari pernikahannya ketika itu, Adiknya berbicara di atas panggung pernikahan : “Meskipun aku lahir dari sebuah keluarga miskin, tetapi sedikit pun aku tidak merasa rendah diri, karena aku memiliki seorang kakak perempuan yang sangat baik, dia telah banyak berkorban untukku. Tanpa dia, mustahil aku bisa meraih kesuksesan dan berdiri tegak di sini. Dalam pernikahannya hari ini, aku dan kedua orangtuaku telah menyiapkan mahar sebesar Rp 500 juta untuknya, termasuk semua tabungan dari hasil pekerjaanku selama ini. Aku ingin memberikan segalanya untuk kakakku satu-satunya. Dan aku harap kakak ipar bisa menjaga kakakku dengan baik dan tidak mengecewakannya!”

Sampai di sini, sebelum adiknya mengakhiri pidatonya, dia sudah tak kuat lagi membendung air matanya.

Mungkun itu adalah kekuatan dari cinta dan kasih keluarga. Lagi pula, itu adalah hubungan darah (keluarga) yang sangat kental.

“Sejujurnya, tidak pernah terlintas dalam benakku mengharapkan balasannya ketika aku membiayai pendidikannya kala itu. Tetapi sekarang, semua yang dia lakukan untukku membuat aku sangat terharu dan juga bahagia!” ujarnya sambil terisak.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular