oleh Wu Ying

Pada Jumat (22 Februari), negosiasi perdagangan tingkat menteri AS – Tiongkok memasuki tahap akhir, meskipun para negosiator menghadapi 2 kesulitan besar tentang reformasi struktural dan mekanisme penegakan hukum. Namun mereka terus berupaya mempersempit perbedaan.

Presiden Trump dijadwalkan untuk bertemu dengan utusan khusus Xi Jinping, Liu He di Kantor Oval Gedung Putih pada Jumat pukul 2:30 siang waktu setempat, yang merupakan pertemuan kedua antara keduanya dalam sebulan ini.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Jumat masih melanjutkan negosiasi dengan Liu He.

Sebelum memasuki ruang pertemuan pada 22 Februari itu negosiator Tiongkok menolak mengomentari perkembangan perundingan yang dicapai. Dua orang anggota mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak tahu apakah pembicaraan akan diperpanjang minggu ini.

Seorang anggota delegasi Tiongkok yang menginap di hotel mengatakan bahwa delegasi Tiongkok dijadwalkan akan meninggalkan Washington pada Sabtu (23 Februari) untuk kembali ke Beijing.

AS dan Tiongkok mulai menyusun enam Nota Kesepahaman (MOU) minggu ini termasuk masalah reformasi struktural yang paling sulit ditangani. Ini adalah kemajuan terbesar dalam perundingan perdagangan antara AS dengan Tiongkok sejak bulan Mei tahun lalu, menandai masuknya kedua belah pihak ke dalam proses negosiasi yang substantif.

Sumber yang akrab dengan masalah ini mengatakan bahwa negosiasi minggu ini bahkan lebih sulit karena menyentuh persyaratan keras untuk mengubah struktural di Tiongkok yang menjadi tuntutan pihak AS yang harus dijadikan tulisan untuk dimasukkan ke dalam MOU.

Enam memorandum saat ini mencakup soal pengalihan teknologi wajib dan pencurian cyber, kekayaan intelektual, layanan, mata uang, pertanian, dan hambatan perdagangan non-tarif.

Ted McKinney, wakil direktur urusan perdagangan dan pertanian luar negeri di Departemen Pertanian AS mengatakan kepada Reuters bahwa Tiongkok sejauh ini belum memberikan konsesi yang jelas mengenai reformasi struktural seperti transfer teknologi wajib dan menghentikan pencurian hak kekayaan intelektual.

Jika kedua negara gagal mencapai kesepakatan pada 1 Maret tengah malam, maka Amerika Serikat akan menerapkan rencananya menaikkan tarif dari 10% menjadi 25% atas barang-barang impor Tiongkok sebesar USD. 200 miliar. Trump baru-baru ini mengisyaratkan bahwa rencana itu mungkin akan ditunda.

Dalam negosiasi perdagangan AS – Tiongkok, Beijing harus melakukan reformasi yang sulit untuk memenuhi persyaratan Amerika Serikat. AS tidak perlu membuat konsesi besar, hanya perlu membatalkan atau menghentikan penambahan tarif atas komoditas impor dari Tiongkok.

Masalah sulit lainnya adalah bagaimana memastikan bahwa Beijing mematuhi mekanisme penegakan perjanjian.

Menlu AS Mike Pompeo mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Fox Business News pada Kamis bahwa komunis Tiongkok telah berulang kali melanggar janjinya dan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengulangi kesalahan di masa lalu.

“Ketika membahas negosiasi perdagangan AS – Tiongkok dengan Lighthizer atau Mnuchin, tidak perlu memakan waktu lebih dari dua menit, mereka akan memberi tahu Anda bahwa masalah intinya adalah mekanisme penegakan hukum,” kata Pompeo : “… Anda (komunis Tiongkok) dapat membodohi negara lain, Anda dapat menipu dunia, tetapi waktu tidak akan terlalu lama.” (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular