Erabaru.net. KTT AS – Korut kedua yang menjadi perhatian dunia tak lama lagi akan berlangsung di kota Hanoi, Vietnam.

Kantor berita Rusia ‘TASS’ melaporkan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada Sabtu (23/2/2019) akan berangkat dengan kereta api khusus kepala negara Korea Utara menuju Vietnam untuk menemui Presiden AS Donald Trump pekan depan.

Kantor berita ‘Tass’ mengutip sumber yang merupakan diplomatik Korea Utara memberitakan bahwa Kim Jong-un berangkat ke Vietnam dari ibukota Pyongyang dengan kereta api lapis baja sekitar jam 5 sore waktu setempat pada Sabtu.

Menurut sumber tersebut, kereta api Kim Jong-un akan berhenti di stasiun Dong Dang, pos perbatasan di Vietnam, setelah itu Kim Jong-un akan naik mobil menuju Hanoi yang berjarak sekitar 170 km dari stasiun.

Reuters melaporkan bahwa hanya beberapa jam sebelum berita itu dilaporkan oleh kantor berita ‘Tass’, Kementerian Luar Negeri Vietnam mengumumkan bahwa Kim Jong-un akan secara resmi mengunjungi Vietnam pada beberapa hari ke depan.

KTT Trump – Kim akan diselenggarakan di ibukota Vietnam Hanoi pada 27-28 Februari. Sejauh ini, secara resmi belum ada pengumuman yang rinci tentang pengaturan perjalanan atau jadwal KTT kedua pemimpin.

Tahun lalu, Trump dan Kim Jong-un mengadakan KTT pertama di Singapura, Kim Jong-un berjanji untuk mencapai denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea. Sejauh ini, Korea Utara tidak lagi melakukan uji coba nuklir maupun uji coba rudal.

Reuters mengatakan bahwa media nasional Korea Utara belum mengkonfirmasi kunjungan Kim Jong-un ke Vietnam dan pertemuan puncak dengan Trump. Kereta api Kim Jong-un mungkin membutuhkan 2.5 hari perjalanan baru tiba di Vietnam.

Vietnam saat ini sedang mempersiapkan KTT tersebut. Menurut sebuah dokumen yang dilihat oleh Reuters, Presiden Trump kemungkinan akan menginap di hotel JW Marriott.

KTT kali ini memilih Vietnam karena negara tersebut memiliki makna yang dalam. Amerika Serikat dan Vietnam pernah berperang selama lebih dari satu dekade, tetapi Vietnam kemudian menerapkan “inovasi dan keterbukaan” setelah tahun 1986, sebagian mereformasi sistem ekonomi dan politik.

Pada tahun 1995, menormalkan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, dan kerja sama antara kedua belah pihak di bidang ekonomi dan pertahanan terus ditingkatkan. Ekonomi Vietnam tumbuh pesat berkat ekspor komoditasnya ke Amerika Serikat. (Sin/asr)

Share

Video Popular