Erabaru.net.- Pihak maskapai Lion Air membantah isu yang beredar menyebutkan JT-799 rute Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua Barat (SOQ) tujuan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (MDC) pada Rabu (21/2) miring dan ingin mendarat darurat ke air.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan Lion Air JT-799 dioperasikan dengan Boeing 737-900ER registrasi PK-LJF sudah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight).

Menurut dia, seluruh proses penanganan pesawat dan penumpang berjalan normal. Dia menjelaskan, penerbangan ini membawa tujuh kru serta 94 penumpang, yang lepas landas tepat waktu pukul 16.30 WIT dari Sorong.

Dia merinci, atas dasar alasan keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first), pilot memutuskan melakukan pendaratan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/ RTB) yaitu Bandar Udara Sorong.

Pilot memutuskan kembali ke bandara dikarenakan pesawat mengalami indikasi gangguan teknis (technical) pada sistem tekanan udara (pressurization system) dan sistem pendingin kabin (air condition), sehingga masker oksigen (oxygen mask) keluar dari kompartemen.

Dia menambahkan, seluruh awak kabin di bawah pimpinan senior flight attendant (SFA) telah bekerja dan berkoordinasi dengan baik untuk menginstruksikan serta membantu kepada seluruh penumpang dalam menggunakan masker oksigen secara tepat.

“Informasi yang berkembang bahwa pesawat miring, semakin turun dan pilot mencari landasan di air adalah ‘tidak benar’,” kata Danang dalam keterangan resminya, Sabtu (23/2/2019).  

Dia menjelaskan, klarifikasi Lion Air ialah setelah ada keputusan oleh pilot kembali ke bandar udara asal, penerbangan dalam keadaan normal dan terkontrol. Pesawat harus terbang memutar (holding) di atas laut guna menurunkan ketinggian agar posisi pesawat ideal serta menyesuaikan berat pesawat untuk pendaratan.

Langkah yang dilakukan pilot, kata Danang, operasional ini merupakan hal normal pada saat persiapan pendaratan (normal arrival procedure) di Bandar Udara Sorong. Sebab, holding point berada di atas laut di ujung utara Pulau Jefman. Lion Air sudah bekerja sama dengan teknisi dan pihak terkait untuk melakukan pengecekan (investigasi) penyebab dari kondisi tersebut.

Selanjutnya, pihak Lion sudah menerbangkan kembali JT-799 dengan jadwal keberangkatan di hari berikutnya pada Jumat 22 Februari 2019, dari Sorong pukul 16.35 WIT dan mendarat di Manado pada 16.35 WITA. Penerbangan itu pun menggunakan armada Lion Air lainnya yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LJZ.

“Lion Air menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul,” ungkapnya. (asr)

Share

Video Popular