Erabaru.net. Kedai Ibu Yunlin adalah kedai yang menjual mie yang terletak di sebelah Universitas Sains dan Teknologi Huwei di Taiwan. Kedai milik seorang nenek yang sudah berusia 86 tahun ini dilaporkan telah dibuka dan beroperasi selama lebih dari 10 tahun, dan memiliki banyak pelanggan tetap yang menyukai makanan nenek ini.

Pemilik kedai ini sudah tua ini hidupnya sangat sederhana, tidak ada yang tahu latar belakangnya walaupun hanya namanya. Karena itu, dia hanya ingin dikenal oleh panggilan neneknya atau ibu.

(Foto: Facebook)

Nenek ini sangat dermawan sehingga sejak membuka kedai mei lebih dari 10 tahun yang lalu, dia tidak pernah menaikan harga semangkuk mie meskipun harga barang di pasar naik. Semangkuk mie hanya dijual seharga 10 yuan (sekitar Rp 21 ribu), sedangkan harga sup dan nasi mie dijual dengan harga 20 yuan (Rp 42 ribu). Semua karena dia berpikir bahwa pada harga itu semua siswa akan dapat membeli dan mencicipi hidangan buatan tangannya yang lezat.

Prosi mie masih tetap sama, lengkap dengan sebutir telur dan tahu lembut walaupun harganya murah. Nenek ini sangat murah hati dan tidak pernah memikirkan untung meskipun dia tahu itu akan berisiko menanggung kerugian. Namun rezekinya tetap lancar setiap hari dan tidak pernah mengalami masalah dengan dagangannya.

(Foto: Facebook)

Bukan saja karena para mahasiswa di universitas tersebut dianggap sebagai cucunya sendiri, tetapi nenek ini beitu peduli dengan masalah ekonomi, kesulitan dan kekurangan orang lain. Beberapa organisasi dilaporkan ingin membantu dan melaporkan kebaikan nenek tersebut, tetapi nenek ini meminta untuk tidak melakukannya.

Karena nenek ini sangat baik hati untuk selalu menjaga kebaikan dan memberi makan para siswa dan pelanggan tetap lainnya, empat siswa dari Universitas Hu Keda, dari lokasi lama kedai neneku, memutuskan untuk merekam perjalanan dan rutinitas nenek ini sebelum ia memulai bisnisnya di siang hari.

(Foto: YouTube)

Sebuah film dokumenter dengan judul “Changchun No.36” yang merupakan lokasi kedai lamanya di Universitas Hu Keda itu direkam dan diedit oleh para siswa ini yang memperlihatkan rutinitas harian nenek yang aktif.

Mulai dini hari, nenek ini memulai hari dengan bersepeda untuk membeli barang-barang keperluan untuk dagangannya. Dia akan memesan dan membeli sayuran dan daging yang akan dikirim oleh pemasok ke kedainya seleas itu. Sebelum tiba di pasar, nenek akan berhenti di beberapa kuil dan berdoa untuk keselamatannya dan semua orang.

(Foto: Youtube)

Sekitar pukul 4 atau 5 pagi, nenek ini perlu bergegas kembali ke kedainya untuk menyiapkan bahan-bahan untuk membuat mie. Nenek sangat sibuk dan tidak berhenti bekerja sampai tengah hari ketika semua mie terjual habis. Kehidupan ini sangat sulit bagi seorang nenek dengan kondisi fisik yang semakin lemah, tetapi dia selalu bahagia dan tidak pernah mengeluh.

Karena pelangan tahu bahwa pemilik kedai mie sudah tua, beberapa dari mereka akan mencuci piring mereka sendiri dan meningalkan bayaran secara jujur di konter pembayaran ketika nenek sibuk di dapur menyiapkan mie untuk pelanggan lain. Mereka sudah biasa dengan nenek ini dan memperlakukannya seperti keluarga.

(Foto: Facebook)

Nenek ini tidak hanya membuat perut para pelajar merasa kenyang setiap hari, tetapi juga pendengar yang baik. Dia akan mendengar keluhan mereka jika siswa ini memiliki masalah di kelas. Siapa pun dapat berbicara dengan nyaman di depan seorang nenek yang ramah.

(Foto: Facebook)

Bagi nenek ini, para siswa itu seperti cucu-cucunya yang selalu menemaninya dan memberinya semangat setiap hari, membuatnya lupa untuk merasa lelah dan menjadikannya nenek yang paling bahagia di Taiwan.

(Foto: YouTube)

Berkunjung ke kedai mie nenek ini sama seperti berada di rumah sendiri. Nenek ini memperlakukan semua orang dan para pelanggannya seperti keluarga mereka sendiri. Tidak hanya menyajikan mie lezat dan murah bagi pelanggan, tetapi juga memberi mereka rasa cinta. Membuat semua orang sayang pada ‘nenek’ ini.(yant)

https://www.youtube.com/watch?v=Py31rcMUfYw

Sumber: Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular