Erabaru. net. Spesies lebah yang pernah dianggap telah mengalami kepunahan ditemukan kembali di rumah aslinya di Indonesia bulan lalu.

Dikenal sebagai lebah raksasa Wallace, ditemukan di Provinsi Maluku Utara sementara para ilmuwan melakukan penelitian di daerah itu selama lima hari.

Terakhir terlihat pada 1981, lebah raksasa Wallace memiliki tubuh berukuran panjang 3,5 sentimeter – seukuran ibu jari manusia – dan lebar sayap lebih 6,4 sentimeter.

Sebagai koloni, lebah membangun sarang komunal “selalu di dalam” sarang yang dihuni rayap penghuni pohon, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1984.

Tidak mengherankan bahwa lebah betina soliter ditemukan di sarangnya dalam gundukan rayap aktif.

“Di tengah penurunan global yang terdokumentasi dengan baik dalam keanekaragaman serangga, sangat menyenangkan untuk menemukan bahwa spesies ikonik ini masih bertahan,” kata Simon Robson, profesor kehormatan Universitas Sydney yang terlibat dalam penelitian ini.

Spesies ini mendapatkan namanya dari Alfred Russell Wallace, seorang ilmuwan Inggris yang dikenal karena memahami teori evolusi melalui seleksi alam yang independen dari Charles Darwin.

Rupanya, Wallace menemukan spesies itu saat menjelajahi Pulau Bacan di Indonesia – seekor lebah betina yang ia gambarkan sebagai “serangga besar seperti tawon hitam, dengan rahang yang sangat besar seperti kumbang rusa.”

Gambar-gambar baru ditangkap oleh Clay Bolt, seorang fotografer sejarah alam yang berspesialisasi dalam lebah. Dia menggambarkan lebah raksasa Wallace sebagai “bulldog terbang”.

“Sungguh menakjubkan melihat ‘bulldog terbang’ serangga yang kami yakin tidak ada lagi.”

Sedikit yang diketahui tentang lebah, tetapi tim sudah memulai percakapan dengan kolaborator Indonesia untuk menemukan spesies di lokasi lain.

Mereka berharap bahwa penemuan kembali baru-baru ini dapat memicu minat dalam penelitian lebih lanjut, dan pada akhirnya, langkah-langkah konservasi.

“Penemuan kembali serangga ini memberi kita beberapa wawasan, tetapi kita masih belum tahu apa-apa tentang serangga luar biasa ini,” kata Eli Wyman, anggota tim dari Universitas Princeton. “Saya berharap penemuan kembali ini akan memicu penelitian yang akan memberi kita pemahaman yang lebih dalam tentang lebah unik ini dan menginformasikan setiap upaya di masa depan untuk melindunginya dari kepunahan.”(yant)

Sumber: Nextshark

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular