Epochtimes.com

Amerika Serikat secara terbuka meminta semua negara untuk melarang Huawei dan peralatan komunikasi Tiongkok lainnya dengan alasan bahwa, negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat khawatir dengan produk-produk teknologi Huawei akan terlibat dalam kegiatan spionase dan mencuri data. Bahkan dapat mengancam keamanan nasional.

Apakah dianggap berlebihan jika negara Barat menolak menggunakan ponsel Huawei ? Apa sih jenis risiko keamanan yang tersembunyi dalam ponsel buatan Tiongkok itu ? Mari kita tinjau lebih mendalam.

Wakil Presiden AS Mike Pence pada 17 Februari mengatakan : “Amerika Serikat menyerukan kepada semua mitra keamanan untuk tetap waspada terhadap ancaman dari Huawei, serta perusahaan telekomunikasi Tiongkok lainnya. Karena peraturan pemerintah Tiongkok mengharuskan perusahaan-perusahaan Tiongkok ini menyediakan informasi yang terpapar melalui  jaringan dan perangkatnya kepada lembaga keamanan Beijing.”

BACA JUGA : Ketika Perangkat Teknologi Huawei Dikembangkan untuk Penganiayaan Terhadap Falun Gong

Amerika Serikat kembali secara terbuka meminta semua negara di dunia untuk mencegah dan memblokir Huawei. Dunia luar menganalisis bahwa perang perdagangan AS – Tiongkok telah beralih ke perang ilmu pengetahuan dan teknologi. “Pedang” di tangan pemerintahan Trump sedang diarahkan ke Huawei semakin jelas.

Sun Qinglong, seorang pakar keuangan mengatakan : “Huawei tidak berdaya untuk menolaknya, karena pengaruh dari tangan pemerintah Tiongkok yang sudah masuk ke dalam perusahaan. Jadi, begitu pejabat daratan Tiongkok ingin menggunakan perang informasi untuk mengendalikan suatu negara. Peralatan Huawei sesungguhnya telah menyediakan alat potensial yang sangat bagus. Dengan memanfaatkan peralatan potensial tersebut. Pintu belakang diatur pada saat pengiriman, sehingga perangkat lunak tambahan apa pun tidak mampu untuk mendeteksi status pintu belakangnya.”

Ren Zhengfei, pendiri Huawei dalam wawancaranya dengan media asing baru-baru ini mengklaim bahwa ia yakin Amerika Serikat tidak dapat membunuh Huawei. Namun, ia enggan menjelaskan lebih banyak mengenai hubungannya dengan militer komunis Tiongkok,

Li Zhongxian, pakar keamanan modal dan dosen Universitas Chengdu mengatakan bahwa Huawei bukan perusahaan yang terdaftar di pasar modal.

BACA JUGA : Mengungkap Hubungan Antara Huawei dan Politik Faksi Rezim Komunis Tiongkok

BACA JUGA : Menyibak Tirai Kode Umum ‘F7’ yang Diduga Kode Nama untuk Huawei

Sumber dana dan struktur pemegang saham perusahaan tersebut tidak transparan. Pendiri perusahaan, Ren Zhengfei berasal dari keluarga anggota militer komunis Tiongkok. Ada sejumlah kekuatan Partai Komunis Tiongkok yang berada dalam perusahaan tersebut. Huawei disamakan dengan kediktatoran informasi Partai Komunis Tiongkok sudah tidak asing lagi bagi masyarakat internasional.

Li Zhongxian menambahkan : “Komunis Tiongkok pada dasarnya menggunakan kecerdasan buatan atau perkembangan teknologi baru ini dalam kediktatoran teknologi informasi untuk memantau rakyat mereka sendiri.”

Komunis Tiongkok memantau rakyatnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi baru, dan dunia luar khawatir dengan pencurian informasi dari pengguna ponsel buatan Tiongkok karena ada kekuatan komunis di belakangnya.

Lembaga penelitian akademik Taiwan TWISC membuat laporan uji 5 ponsel tahun lalu dengan 3 di antaranya adalah ponsel buatan Tiongkok, 1 ponsel buatan Taiwan dan 1 lagi ponsel buatan Korea Selatan. Hasil penelitian menemukan, ponsel buatan Taiwan dan Korea Selatan  hanya informasi dasar dari pabrik asli yang dikembalikan. Berbeda dengan ponsel buatan Tiongkok yang tidak hanya mengembalikan informasi dasar dari pabrik tetapi mengirimkan ‘kunci’ yang digunakan untuk melindungi keamanan sistem. Tiga ponsel buatan Tiongkok juga  telah terdeteksi disertai dengan APP yang tidak biasa. Bahkan 1 ponsel di antaranya yang bermerk O dapat membaca sms pengguna dan catatan panggilan. Ponsel bermerek X lainnya, ketika ada sms atau panggilan masuk, ia akan mengirim data langsung ke host pabrikan.

BACA JUGA : Bagaimana Komunis Tiongkok Mencuri Rahasia-Rahasia dan Menjadi Ancaman Keamanan AS

Lin Yingda, seorang profesor dari National Chiao Tung University, Taiwan mengatakan : “Sistem operasi Huawei sendiri akan mengumpulkan data pengguna untuk dikirim keluar. Dari perspektif sistem, tidak ada masalah untuk mengumpulkan seluruh informasi yang ada dalam  ponsel untuk dikirim keluar. Sistem operasi itu yang melakukan sendiri, pengguna tidak berdaya untuk mencegahnya.”

Li Zhongxian mengatakan : “Jika Anda berkomunikasi dengan seseorang yang memiliki telepon seluler seperti itu, kemungkinan informasi yang dibagikan dengannya akan diterima pula oleh Tiongkok.”

Di saat tahun 2019 ini dianggap sebagai tahun pertama 5G. 5G yang mampu memberikan kecepatan pengunduhan yang lebih tinggi dan menghubungkan lebih banyak perangkat kecerdasan buatan, tetapi ini juga berarti bahwa saluran ancaman dan serangan juga semakin bertambah banyak. Rob Strayer, seorang pejabat senior kebijakan luar negeri AS pernah mengatakan bahwa komunis Tiongkok dapat menggunakan pengaruh Huawei pada jaringan 5G untuk mencuri triliunan dolar kekayaan intelektual atau dengan sengaja menanamkan perangkat lunak berbahaya ke dalam jaringan lawan. Ketika konflik politik terjadi, beberapa jaringan ditutup.

BACA JUGA : Universitas Oxford Resmi Tolak Dana dan Sponsor dari Huawei

Sun Qinglong, pakar keuangan mengatakan : “Demi kepentingan 5G, teknologi inti dari daya saing suatu negara di masa depan adalah pembangunan 5G memungkinkan suatu negara untuk mengembangkan kecerdasan buatan dan mengembangkan perangkat Internet untuk segala. Itu letaknya di persimpangan antara 4G dan 5G. Saat ini, Amerika Serikat turun tangan menghalangi pada waktu yang tepat dan bahkan meminta beberapa negara untuk memihaknya.”

Media asing melaporkan bahwa Presiden Trump akan menandatangani perintah administrasi baru untuk memblokir perusahaan-perusahaan Tiongkok seperti ZTE dan Huawei memasuki pasar 5G AS.

Beberapa analis menunjukkan bahwa setelah larangan itu diterapkan, itu akan sama dengan mendorong negara sekutunya untuk memblokir perangkat telekomunikasi Tiongkok demi pengamanan informasi di era 5G. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular